Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

PPI Komitmen Kembangkan Kopi Nusantara Melalui PMO yang Digagas Kementerian BUMN

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 14 April 2022 | 08:06 WIB
PPI Komitmen Kembangkan Kopi Nusantara Melalui PMO yang Digagas Kementerian BUMN
Ilustrasi biji kopi (piqsels)

Suara.com - PMO Kopi Nusantara telah melaksanakan kegiatan dengan tema “Pendampingan Peningkatan Produktivitas Kopi Arabika Rakyat di Wilayah Jawa Barat" pada 12-13 April 2022, di Garut & Ciwidey.

Dengan menjadi offtaker, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia / PPI Member of ID Food tidak hanya bergerak di hilir saja, tetapi juga berkomitmen mengembangkan budidaya di hulu dan menciptakan sebuah ekosistem kopi melalui PMO Kopi Nusantara yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN.

PMO Kopi Nusantara melibatkan stakeholders yang terintegrasi. Khususnya, Kementerian BUMN menyadari bahwa ekosistem ini dapat berjalan lebih baik jika berjalan beriringan.

Oleh karena itu, PMO Kopi Nusantara melibatkan banyak pihak lain seperti pihak swasta dan asosiasi. Saat ini PPI merupakan pilot project manager PMO Kopi Nusantara 2a & 2b di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan pendampingan ini merupakan aksi nyata sebagai tindak lanjut kick-off PMO Kopi Nusantara di Lampung beberapa waktu yang lalu oleh Menteri BUMN.

“Potensi kopi di indonesia sangat besar, tercatat bahwa Indonesia menduduki posisi nomor 4 di dunia, dan 96% nya adalah perkebunan rakyat. Selain itu, 8.1% tingkat pertumbuhan ekspor Indonesia, sebanyak 99.8% ekspor berupa biji kopi. Konsumsi nasional kopi juga meningkat setiap tahunnya hingga 66.17% pada tahun 2022. Maka, kita perlu mengembangkan ekosistem bisnis kopi di Indonesia yang berkelanjutan dan mensejahterakan pelaku ekonomi dari hulu ke hilir. Hal ini tentu berdampak pada kesejahteraan petani melalui upaya peningkatan produktivitas dan kualitas biji kopi," ujar Dwi Sutoro, PMO Kopi Nusantara ditulis Kamis (14/4/2022).

Sementara, perwakilan dari Kementerian BUMN, Reynaldi Istanto, mengatakan bahwa BUMN tidak bisa menjadi menara gading yang bekerja sendiri, seperti yang sering disampaikan Erick Thohir.

“BUMN menyadari untuk meningkatkan value added dari kopi Indonesia dalam pasar domestik maupun global, diperlukan pembentukan ekosistem yang baik dari hulu hingga hilir. Maka dari itu dengan sinergi BUMN, Swasta, Lembaga R&D, dan Asosiasi kami melakukan intervensi sejak hulu, mulai dari pelatihan dan pendampingan agronomis bagi petani, peningkatan akses permodalan, penggunaan pupuk yang baik hingga kepastian off-taker,” ujar Tenaga Ahli Menteri BUMN Bidang Global Value Chains tersebut.

Andry Tanudjaja, Direktur Komersial & Pengemangan PPI, juga berharap kerja sama dengan berbagai pihak dalam PMO ini akan membuahkan hasil maksimal.

"Kami berharap kolaborasi dari berbagai pihak ini akan mampu mendorong kemajuan ekosistem industri kopi di Tanah Air dan mampu mengakomodasi kepentingan pelaku bisnis kopi hingga mendorong industri kopi dalam negeri untuk berdaya saing global," pungkas Andry.

Pupuk Indonesia juga turut mendukung pelaksanaan PMO Kopi Nusantara melalui skema Makmur (“Mari Kita Majukan Usaha Rakyat”) dengan melibatkan Pupuk Kujang sebagai penyedia pupuk, Petrosida sebagai penyedia obat pertanian, serta bimbingan teknis kepada petani binaan, baik dalam aktivitas pendampingan on-farm maupun off-farm.

Dalam hal ini, Pupuk Kujang juga telah melakukan pengujian tanah dan menyusun rekomendasi pemupukan spesifik tanaman kopi sesuai kondisi tanah serta tanaman.

Pada lokasi Jawa Barat, petani akan menggunakan Pupuk NPK 18-10-14 plus micro-nutrient sebanyak 550 kg/ha/tahun, merek dagang Jeranti dalam bentuk tablet yang aplikasinya cocok untuk kontur lahan di lereng dan perbukitan.

Terdapat 5 - 6 lokasi demplot kebun percontohan di Jawa Barat yang akan diberikan perlakuan pupuk dan pestisida sehingga petani bisa melihat secara langsung perkembangan tanaman dan kenaikan produktivitas.

“Untuk pembelian pupuk non subsidi melalui Program Makmur, petani akan mendapatkan harga khusus yang lebih rendah dari kios retail pada umumnya. Hal ini sebagai komitmen keberpihakan Pupuk Indonesia kepada Petani”, ujar Burmansyah, Project Manager Agrosolution Pupuk Indonesia.

Petani Kopi tidak perlu khawatir untuk pengadaan input pertanian terutama pupuk, karena mendapatkan kemudahan akses permodalan melalui Bank BRI dengan Skema KUR bunga 6% per tahun dibayar panen. Sampai saat ini, telah terdaftar 1.016 orang Petani Kopi wilayah Kabupaten Garut dan sedang proses verifikasi permodalan Bank BRI dalam ekosistem PMO Kopi Nusantara ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurir Disabilitas Dapat Kaki Palsu Gratis Usai Antarkan Kopi ke Pelanggan

Kurir Disabilitas Dapat Kaki Palsu Gratis Usai Antarkan Kopi ke Pelanggan

Your Say | Rabu, 13 April 2022 | 21:25 WIB

Ingin Buat Kopi Kekinian Ala Coffee Shop Di Rumah? Ini Tips dari Pakar Latte Art!

Ingin Buat Kopi Kekinian Ala Coffee Shop Di Rumah? Ini Tips dari Pakar Latte Art!

Lifestyle | Rabu, 13 April 2022 | 17:08 WIB

Hati-hati, Kebanyakan Minum Kopi Bisa Bikin Rambut Rontok

Hati-hati, Kebanyakan Minum Kopi Bisa Bikin Rambut Rontok

Health | Rabu, 13 April 2022 | 16:09 WIB

Terkini

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:41 WIB

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:06 WIB

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:01 WIB

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:51 WIB

Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP

Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:36 WIB

SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 678,4 Miliar di 2025, Meroket 79%

SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 678,4 Miliar di 2025, Meroket 79%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:23 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:16 WIB

IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu

IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 09:16 WIB

FTSE Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market', Ini Dampaknya

FTSE Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market', Ini Dampaknya

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:44 WIB

Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik

Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 08:27 WIB