- IHSG naik hingga 2,45 persen di awal sesi, didominasi 465 saham menguat.
- Sentimen global positif berasal dari Wall Street dan gencatan senjata AS-Iran.
- Status Indonesia di FTSE sebagai Secondary Emerging Market menopang kepercayaan investor.
Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bangkit pada awal perdagangan Rabu, 8 April 2026. IHSG melesat 2 persen ke level 7.162.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG terus meroket 2,45 persen ke level 7.141.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,51 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,40 triliun, serta frekuensi sebanyak 196.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 465 saham bergerak naik, sedangkan 105 saham mengalami penurunan, dan 388 saham tidak mengalami pergerakan.
![Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/30/41067-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, PMJS, IFSH, GTSI, RIGS, BBRM, CASH.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, YPAS, PTSIP, VOKS, SMLE, MEDC, OLIS, CBPE.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan hari ini, ditopang sentimen positif dari global hingga domestik.
Riset CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan, penguatan mayoritas indeks di Wall Street menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme pasar.
Selain itu, kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan turut meredakan kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik global.
Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang setelah FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market, yang dinilai menjaga daya tarik pasar modal Tanah Air di mata investor global.
"Menguatnya sebagian besar indeks di bursa Wall Street, disetujuinya gencatan senjata selama dua minggu oleh Amerika dan Iran, serta dipertahankannya stastus Indonesia di Secondary Emerging Market oleh FTSE diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan," tulis riset tersebut.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support di level 6.900 hingga 6.830 dan resist di kisaran 7.040 sampai 7.115.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pelaku pasar antara lain AKRA, INDY, MEDC, JPFA, CPIN, serta MAPA yang seluruhnya direkomendasikan buy.
Dengan kombinasi sentimen global yang mulai kondusif dan dukungan dari faktor domestik, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek.