Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Harga Paladium Anjlok 10 Persen, Sementara Emas Merosot 2 Persen, Ini Pemicunya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 26 April 2022 | 09:09 WIB
Harga Paladium Anjlok 10 Persen, Sementara Emas Merosot 2 Persen, Ini Pemicunya
Ilustrasi logam mulia paladium. [Shutterstock]

Suara.com - Harga paladium anjlok hampir 10 persen sementara emas turun sekitar 2 persen pada perdagangan hari Senin, penurunan ini dipicu penguncian Covid di China dan kenaikan suku bunga Amerika yang memperburuk prospek permintaan untuk kedua logam tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (26/4/2022) harga paladium di pasar spot anjlok 9,6 persen menjadi USD2.146,20 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 29 Maret di USD2.068,82.

Komoditas itu merosot karena kekhawatiran atas penguncian yang berkepanjangan di Shanghai dan potensi kenaikan suku bunga AS yang memukul pertumbuhan dan permintaan global, yang juga menyebabkan aksi jual tajam dalam ekuitas.

Paladium, yang digunakan dalam knalpot kendaraan tergelincir hampir 40 persen sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada awal Maret di tengah kekhawatiran perang di Ukraina dapat memotong pasokan dari produsen utama Rusia.

"Sebagian besar kecemasan di paladium seputar potensi masalah dengan ekonomi China," kata Head of Commodity Strategies TD Securities, Bart Melek.

Nornickel Rusia mengatakan produksi paladium kuartal pertama turun (year-on-year).

Sedangkan harga emas di pasar spot merosot 1,7 persen menjadi USD1.897,01 per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup hampir 2 persen lebih rendah menjadi USD1.896.

"Gara-gara kenaikan imbal hasil secara luas, emas kehilangan daya tariknya sebagai investasi tanpa bunga, karena surat utang pemerintah kembali menghasilkan  return  nominal yang positif," tulis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang melonjak dan ketidakpastian seperti konflik Ukraina, kenaikan suku bunga mengurangi daya tariknya dengan meningkatkan  opportunity cost untuk memegang aset tanpa bunga itu.

Sementara platinum melorot 1,8 persen menjadi USD913,99 setelah menyentuh level terendah sejak Desember 2021, sementara perak tersungkur 2,2 persen menjadi USD23,62 per ounce, setelah mencapai tingkat terendah lebih dari dua bulan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Awal Pekan Turun Jadi Rp 988.000/Gram

Harga Emas Antam Awal Pekan Turun Jadi Rp 988.000/Gram

Bisnis | Senin, 25 April 2022 | 09:28 WIB

5 Fakta Penemuan Harta Karun 2 Miliar Ton Emas di NTB, RI Untung Berapa?

5 Fakta Penemuan Harta Karun 2 Miliar Ton Emas di NTB, RI Untung Berapa?

News | Minggu, 24 April 2022 | 14:17 WIB

Geger Penemuan Harta Karun Indonesia, Ada Miliaran Ton Emas-Tembaga di NTB

Geger Penemuan Harta Karun Indonesia, Ada Miliaran Ton Emas-Tembaga di NTB

Riau | Minggu, 24 April 2022 | 04:05 WIB

Terkini

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 15:02 WIB

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:27 WIB

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:21 WIB

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:14 WIB

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:05 WIB

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:01 WIB

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:57 WIB

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:53 WIB

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:40 WIB

Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi

Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:38 WIB