facebook

Wamenkeu: Krisis Jadi Momentum Tepat Reformasi Struktural

Dwi Bowo Raharjo | Mohammad Fadil Djailani
Wamenkeu: Krisis Jadi Momentum Tepat Reformasi Struktural
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa memanfaatkan krisis untuk melakukan reformasi ekonomi ke arah yang lebih baik. (Suara.com/Fadil)

Wamenkeu menegaskan bahwa meski dilanda krisis, reformasi yang dilakukan oleh Pemerintah tidak pernah berhenti.

Suara.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa memanfaatkan krisis untuk melakukan reformasi ekonomi ke arah yang lebih baik.

Wamenkeu menegaskan bahwa meski dilanda krisis, reformasi yang dilakukan oleh Pemerintah tidak pernah berhenti.

“Krisis adalah saat terbaik melakukan reformasi di segala bidang pembangunan,” tegas Wamenkeu dalam acara Persiapan Keberangkatan Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan 185 dan 186 pada Jumat (27/5/2022).

Wamenkeu menjelaskan beberapa bentuk reformasi ekonomi yang telah dilakukan Pemerintah selama pandemi Covid-19, diantaranya yaitu penerbitan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), serta perumusan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca Juga: Ironi, Brazil Negara Penghasil Pangan Terbesar Kini Alami Krisis Pangan

“Kita melakukan seluruh reformasi yang diperlukan walaupun kita sedang didera krisis. Ini adalah karakteristik bangsa pemenang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wamenkeu mengatakan Indonesia mengalami krisis tidak hanya sekali, melainkan pernah terjadi di tahun 1999, tahun 2008-2009, serta krisis akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020.
Menghadapi kondisi krisis yang terjadi akibat pandemi, Indonesia telah melakukan langkah-langkah yang sangat cepat dan extraordinary dalam penanganan kesehatan.

Di awal masa pandemi, Pemerintah memberlakukan kebijakan yang membatasi kegiatan dan mobilitas masyarakat. Cara tersebut cukup ampuh menurunkan angka penularan sehingga kegiatan ekonomi saat ini mulai berkembang.

“Kesehatan dan keselamatan warga negara Indonesia adalah yang paling utama,” ungkapnya.

Baca Juga: Sepi Job Selama Pandemi, Yadi Sembako Bangkrut Sampai Sakit Kritis karena Kepikiran Utang

Komentar