Harga Minyak Dunia Turun Tipis Dampak 'Keretakan' Negara Anggota OPEC+

M Nurhadi

Rabu, 01 Juni 2022 | 07:25 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Tipis Dampak 'Keretakan' Negara Anggota OPEC+
Ilustrasi kilang minyak milik Saudi Aramco. [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia turun pada Rabu (1/6/2022 waktu WIB) pagi, usai sejumlah negara produsen mempertimbangkan untuk menangguhkan partisipasi Rusia dalam kesepakatan produksi OPEC+. 

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus, kontrak yang paling aktif diperdagangkan, turun 2,0 dolar AS atau 1,7 persen, menjadi di 115,60 dolar AS per barel, setelah naik menjadi 120,80 dolar AS pada hari sebelumnya.

Pada kontrak bulan Juli yang berakhir pada Selasa (31/5/2022), ditutup naik 1,17 dolar AS atau 1,0 persen, menjadi 122,84 dolar AS per barel.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni merosot 40 sen atau 0,4 persen menjadi 114,67 dolar AS per barel, turun dari penutupan Jumat (27/5/2022).

Awalnya, WTI telah menyentuh 119,98 dolar AS, tertinggi sejak 9 Maret. Tidak ada penyelesaian pada hari libur Memorial Day AS pada Senin (30/5/2022).

Meskipun tidak ada dorongan formal bagi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memompa lebih banyak minyak guna menebus potensi kekurangan Rusia, beberapa anggota Teluk telah mulai merencanakan peningkatan produksi dalam beberapa bulan ke depan, Wall Street Journal melaporkan, mengutip delegasi OPEC.

“Penangguhan Rusia dari OPEC plus bisa menjadi cikal bakal Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memanfaatkan kapasitas produksi cadangan mereka, karena mereka akan merasa tidak lagi memiliki kesepakatan kuota produksi yang perlu mengakui kepentingan Rusia,” kata Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates di Houston.

OPEC dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, saat ini telah melepas rekor pengurangan produksi sejak pandemi COVID-19 terjadi pada tahun 2020. 

Merujuk pada kesepakatan yang dicapai pada Juli 2021, kelompok itu menetapkan untuk meningkatkan target produksi sebesar 432.000. barel per hari setiap bulan sampai akhir September.

baca juga

Namun, produksi minyak mentah Rusia pada April turun hampir 9,0 persen dari bulan sebelumnya, menurut laporan internal OPEC+ bulan ini.

Meskipun ada pembalikan arah di akhir sesi, kedua harga acuan berakhir lebih tinggi pada Mei, menandai kenaikan enam bulan berturut-turut. Mereka telah meningkat lebih dari 70 persen selama periode tersebut.

Premi kontrak Brent pemuatan Agustus selama enam bulan mencapai tertinggi sembilan minggu di dekat 15 dolar AS per barel, menunjukkan ketatnya pasokan saat ini.

Harga didukung di sebagian besar sesi setelah Uni Eropa menyetujui larangan parsial dan bertahap pada minyak Rusia, China memutuskan untuk mencabut beberapa pembatasan COVID-19 dan musim mengemudi musim panas AS dimulai.

Para pemimpin Uni Eropa pada prinsipnya sepakat untuk memotong 90 persen impor minyak dari Rusia, sanksi terberat blok itu terhadap Moskow sejak invasi ke Ukraina tiga bulan lalu.

Setelah sepenuhnya diadopsi, sanksi terhadap minyak mentah akan bertahap dalam lebih dari enam bulan dan pada produk olahan selama delapan bulan. Embargo membebaskan minyak pipa dari Rusia sebagai konsesi ke Hongaria.

Produksi minyak mentah AS naik pada Maret lebih dari 3,0 persen menjadi 11,7 juta barel per hari, tertinggi sejak November, menurut pemerintah. Namun, produksi lambat untuk pulih dari dampak pandemi virus corona dan masih jauh di bawah rekor tertinggi 12,3 juta barel per hari pada 2019.

Harga minyak mendapat dukungan lebih lanjut ketika Shanghai mengumumkan berakhirnya penguncian COVID-19, dan akan memungkinkan orang-orang di kota terbesar China itu untuk meninggalkan rumah mereka dan mengendarai mobil mereka mulai Rabu.

Harga bensin eceran AS juga menyentuh rekor rata-rata nasional 4,622 dolar AS per galon, menurut data harga gas AAA saat akhir pekan Memorial Day menandai awal resmi musim mengemudi musim panas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sanksi Terkeras Buat Putin, Uni Eropa Sepakat Pangkas 90 Persen Impor Minyak dari Rusia

Sanksi Terkeras Buat Putin, Uni Eropa Sepakat Pangkas 90 Persen Impor Minyak dari Rusia

Jatim | Selasa, 31 Mei 2022 | 19:14 WIB

Viral Mantan Tentara Rusia Operasi Plastik Demi Ubah Wajah Jadi Alien

Viral Mantan Tentara Rusia Operasi Plastik Demi Ubah Wajah Jadi Alien

Sumbar | Selasa, 31 Mei 2022 | 18:43 WIB

Tanggapi Undangan Presiden Jokowi, Zelenskyy Berharap KTT G20 di Indonesia Bisa Membawa Perdamaian untuk Ukraina

Tanggapi Undangan Presiden Jokowi, Zelenskyy Berharap KTT G20 di Indonesia Bisa Membawa Perdamaian untuk Ukraina

Jawa Tengah | Selasa, 31 Mei 2022 | 21:00 WIB

Harga BBM Global Lagi Gonjang-ganjing, Impor Minyak Rusia oleh India Naik 25 Kali Lipat

Harga BBM Global Lagi Gonjang-ganjing, Impor Minyak Rusia oleh India Naik 25 Kali Lipat

Otomotif | Selasa, 31 Mei 2022 | 14:38 WIB

Perusahaan Mobil Patungan Rusia Bersiap Pasok Komponen Lagi

Perusahaan Mobil Patungan Rusia Bersiap Pasok Komponen Lagi

Otomotif | Selasa, 31 Mei 2022 | 14:09 WIB

Penyebab Harga Telur hingga Daging Naik Belakangan Ini, Waspada Berlangsung Lama

Penyebab Harga Telur hingga Daging Naik Belakangan Ini, Waspada Berlangsung Lama

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2022 | 13:00 WIB

Terkini

Empat Badai Hantam Industri Nasional: Impor hingga Daya Beli

Empat Badai Hantam Industri Nasional: Impor hingga Daya Beli

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:10 WIB

116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan

116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 13:08 WIB

Makna Weton Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, Diterawang Dapat Tibo Dunyo

Makna Weton Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, Diterawang Dapat Tibo Dunyo

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:07 WIB

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Bogor | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

Tampil Makin Stylish, New Honda Stylo 160 Hadirkan Pilihan Warna Baru

Tampil Makin Stylish, New Honda Stylo 160 Hadirkan Pilihan Warna Baru

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:03 WIB

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 13:01 WIB

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

×