India Larang Ekspor Gandum, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia dan Global?

Siswanto, BBC

Senin, 06 Juni 2022 | 17:52 WIB
India Larang Ekspor Gandum, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia dan Global?
BBC

Suara.com - India teguh pada keputusannya untuk melarang ekspor gandum, meski kebijakan itu dikritik lantaran berpotensi memperburuk suplai pangan global di tengah perang Ukraina.

"Jika semua pihak memberlakukan pembatasan ekspor, maka itu akan memperburuk krisis," kara Menteri Pangan dan Pertanian Jerman, Cem Ozdemir, menanggapi kebijakan India yang diumumkan pada Mei lalu.

Di Indonesia, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada Mei lalu mengatakan akan mengkaji dampak dari larangan ekspor India tersebut. Sebab, sepertiga kebutuhan dalam negeri Indonesia berasal dari India.

"Mudah-mudahan ini tidak terlalu lama, semoga perdagangan internasional bisa berjalan dengan baik," kata Lutfi, dikutip dari Detik.com.

India memang bukan pemasok gandum terbesar ke Indonesia. Tetapi menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), impor biji gandum tanpa cangkang dari India mencapai sebesar 184,6 juta ton pada 2021 dengan nilai sebesar US$60 juta (Rp870 miliar).

Baca juga:

Tetapi Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal mengklaim kebijakan negaranya tidak akan memengaruhi pasar global, sebab India bukan eksportir utama gandum.

Lalu bagaimana larangan ekspor gandum India telah berdampak sejauh ini?

Harga gandum global naik

India mengumumkan larangan ekspor gandum pada 13 Mei, setelah gelombang panas di negara itu memengaruhi panen gandum dan membuat harganya di dalam negeri melonjak.

baca juga

Meskipun India bukan eksportir utama gandum, kebijakan itu cukup meresahkan pasar global. Indeks acuan harga gandum Chicago naik hampir 6%.

Harga beberapa jenis gandum naik selama beberapa hari dan mencapai puncaknya pada 17-18 Mei.

Padahal harga gandum telah meningkat sepanjang Maret hingga April sebagai imbas invasi Rusia ke Ukraina, seperti halnya harga bahan-bahan pangan lainnya.

Perang membuat jutaan ton gandum tidak bisa diekspor dari Ukraina, yang merupakan salah satu pengekspor gandum terbesar di dunia.

Kelly Goughaey dari kelompok riset data pertanian Gro Intelligence mengatakan bahwa larangan ekspor oleh India menyebabkan kenaikan harga lebih laniut karena "pembeli global bergantung pada pasokan dari India, setelah ekspor dari kawasan Laut Hitam anjlok".

Siapa saja yang terdampak?

India merupakan produsen gandum terbesar ledua di dunia, namun porsi ekspornya kurang dari 1% perdagangan gandum global.

Negara itu menyetok banyak gandum hasil produksinya untuk menyediakan makanan bersubsidi bagi masyarakat miskin.

Namun sebelum mengumumkan larangan itu, India sebetulnya berencana meningkatkan ekspor gandum hingga 10 juta ton pada tahun ini. Target itu jauh meningkat dibanding dengan ekspor gandum India yang berkisar 2 juta ton pada tahun lalu.

India menawarkan pasokan ke pasar baru di Asia dan Afrika. Bahkan setelah memberlakukan larangan itu, sejumlah negara mengaku berkomunikasi dengan India demi menjaga agar ekspor tetap berjalan.

India pun menyatakan sejumlah negara masih akan menerima ekspor gandum, dan mereka akan "terus membantu negara tetangga di saat membutuhkan".

Pasar ekspor gandum utama India adalah Bangladesh, Nepal, Sri Lanka. serta Uni Emirat Arab.

Menurut data Observatory of Economic Complexity (OEC), Sri Lanka dan Uni Emirat Arab menginpor lebih dari 50% gandum mereka dari India pada 2019-2020. Nepal bahkan mengimpor 90% gandumnya dari India.

Belum jelas apakah negara-negara itu masih akan mendapatkan jatah ekspor gandum dari India berdasarkan kontrak yang telah ada, atau akan mengacu pada kesepakatan baru di masa yang akan datang.

Meski demikian, Mesir mengatakan bahwa pembelian gandum India akan terus berlanjut. Mesir merupakan salah satu pengimpor gandum terbesar secara global.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah meminta India mempertimbangkan kembali larangan ekspor.

Menurut IMF, larangan itu dapat berdampak signifikan di yengah upaya meringankan krisis gandum terhadap negara-negara yang paling terdampak perang di Ukraina.

Cuaca buruk dan harga pupuk yang naik

Terlepas dari perang di Ukraina. cuaca telah berdampak pada sejumlah negara yang menjadi eksportir gandum.

"Kekeringan, banjir, dan gelombang panas mengancam pertanian di sejumlah produsen utama gandum lainnya [AS, Kanada, dan Perancis]," kata Kelly Goughary dari Gro Intelligence.

Produksi gandum global pada periode 2022-2023 akan mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir. Stok gandum juga diperkirakan sampai pada titik terendah selama enam tahun terakhir, menurut laporan pemerintah Amerika Serikat.

Gro Intelligence juga menyoroti bahwa harga pupuk global telah meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir, menyebabkan hasil panen berkurang "signifikan" pada tahun ini.

Bahkan lembaga itu memperkirakan stok gandum global dapat menurun hingga titik terendah sejak krisis keuangan global 2008.

China —sebagai produser gandum terbesar dunia untuk kebutuhan populasinya yang besar— pun mengatakan bahwa pada musim dingin ini hasil panen mereka akan mencapai titik terburuk dalam sejarah karena curah hujan tinggi sepanjang 2021.

Meski demikian, belum ada kepastian yang menggambarkan situasi panen yang sesungguhnya, apakah betul-betul terpengaruh secara parah atau tidak. Namun apabila terpengaruh, China mungkin akan mencari pasokan gandum dari pasar global, sehingga akan memperketat suplai yang berujung pada kenaikan harga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Terkini

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

×