Pasar Saham Dunia Bersiap Hadapi Pekan Terburuk Sejak Awal Pandemi COVID-19

M Nurhadi

Jum'at, 17 Juni 2022 | 11:04 WIB
Pasar Saham Dunia Bersiap Hadapi Pekan Terburuk Sejak Awal Pandemi COVID-19
Bursa efek Frankfurt, Jerman. Kode saham perusahaan Daimler AG kini adalah MBG [ANTARA].

Suara.com - Pasar saham dunia kini tengah mengalami hari-hari buruk sejak krisis pandemi COVID-19 pada Maret 2020 lalu, lantaran investor khawatir kenaikan suku bunga tajam oleh bank-bank sentral akan mendorong ekonomi ke dalam resesi.

Kenaikan suku bunga 50 basis poin dari Bank Sentral Swiss (SNB) semalam cukup mengejutkan, membuat mata uang negara itu, franc menguat dan memicu putaran baru kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga global akan mematikan pertumbuhan.

Risiko itu telah memberi yen beberapa dukungan minggu ini, tetapi melemah dan turun hampir satu persen terhadap dolar menjadi 133,27 per dolar pada perdagangan pagi.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang jatuh ke level terendah lima minggu, terseret oleh aksi jual di Australia di mana ASX 200 jatuh 2,0 persen dan berada di jalur untuk penurunan mingguan 7,0 persen.

Nikkei Jepang merosot 2,4 persen, sementara saham di China - di mana kenaikan suku bunga tidak terlalu mengkhawatirkan - adalah pengecualian dengan kenaikan moderat.

Pada Kamis (16/6/2022) malam, Nasdaq merosot 4,0 persen, dan S&P 500 turun 3,3 persen. Saham dunia turun 5,7 persen untuk sejauh minggu ini, di jalur penurunan persentase mingguan paling tajam dalam lebih dari dua tahun.

Bank Sentral Inggris (BoE) juga mengumumkan kenaikan suku bunga 25 basis poin semalam, lebih kecil dari yang diharapkan, yang hanya berfungsi untuk memperkuat taruhan bahwa kenaikan yang lebih besar akan terjadi kemudian.

"Uang global semakin mahal, dan masih ada jalan untuk pergi," kata ekonom ING Asia Rob Carnell.

Perdagangan di pasar obligasi Jepang yang biasanya tenang telah menjadi liar dalam beberapa hari terakhir karena spekulan menumpuk posisi jual kontrak berjangka dan obligasi tunai dalam taruhan pada BOJ yang menyerah.

baca juga

Obligasi pemerintah Jepang sepuluh tahun diperdagangkan tepat di atas target imbal hasil de-facto 0,25 persen BOJ pada Jumat pagi.

Meskipun tidak memperkirakan perubahan apa pun, ahli strategi Deutsche Bank Alan Ruskin memperkirakan pasar akan bereaksi keras terhadap setiap perubahan kebijakan.

"Memperkirakan imbal hasil 10-tahun JGB sebesar 50 basis poin dolar/yen turun 5 angka besar pada awalnya (dan) Nikkei jatuh 5,0 persen," katanya.

Melansir Antara, obligasi cukup disorot bersamaan dengan keluarnya utang Jerman setelah kenaikan suku bunga Swiss dan rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mengarahkan pembelian obligasi ke negara-negara pinggiran, sebelum kekhawatiran pertumbuhan memangkas kerugian terberat.

Imbal hasil obligasi Jerman dua tahun menyelesaikan sesi naik 8,5 basis poin menjadi 1,152 persen dan imbal hasil obligasi 10-tahun naik 5 basis poin menjadi 1,703 persen.

Data tenaga kerja dan perumahan AS melemah pada Kamis (16/6/2022), di tengah angka penjualan ritel yang mengecewakan, dengan kekhawatiran memukul dolar dan membantu obligasi pemerintah.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun turun hampir 10 basis poins semalam tetapi menguat menjadi 3,2461 persen selama sesi pagi Asia. Imbakl hasil naik ketika harga turun.

Sterling naik 1,4 persen terhadap dolar semalam untuk mengantisipasi kenaikan agresif bank sentral Inggris yang akan datang. Euro naik 1,0 persen dan bertahan di sekitar 1,0535 dolar di Asia.

"Salah satu fenomena di pasar tampaknya menjadi reaksi jika bank sentral tidak bergerak secara agresif, imbal hasil dan harga berisiko lebih di jalan kenaikan suku bunga," kata ahli strategi NatWest Markets John Briggs.

"Atau, pasar mungkin terus menyesuaikan diri dengan prospek suku bunga global yang lebih tinggi ... karena momentum kebijakan bank sentral global semuanya satu arah."

Faktor lain yang menyeret dolar adalah lonjakan franc Swiss, karena digunakan sebagai mata uang pendanaan dan sering diubah menjadi dolar sebelum ditukar dengan hasil tinggi - yang berarti dolar dijual ketika perdagangan itu berbalik.

Kekhawatiran pertumbuhan membawa minyak pada perjalanan singkat lebih rendah semalam sebelum harga stabil. Minyak mentah berjangka Brent terakhir di 118,96 dolar AS per barel. Emas bertahan di 1.846 dolar AS per ounce dan bitcoin berada di bawah tekanan di 20.700 dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Beijing Berhasil Kendalikan Wabah yang Berawal dari Bar

Update Covid-19 Global: Beijing Berhasil Kendalikan Wabah yang Berawal dari Bar

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 10:53 WIB

Vaksin Novavax Bisa Menambah Opsi Vaksinasi di AS

Vaksin Novavax Bisa Menambah Opsi Vaksinasi di AS

Video | Jum'at, 17 Juni 2022 | 09:30 WIB

IHSG Dibuka Melemah, Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot di Angka Rp14.824

IHSG Dibuka Melemah, Nilai Tukar Rupiah Makin Merosot di Angka Rp14.824

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2022 | 09:29 WIB

Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Anjlok ke Level 6.987

Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Anjlok ke Level 6.987

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2022 | 09:15 WIB

Dokter Top AS Anthony Fauci Positif Covid-19, Ini Gejala yang Dialaminya

Dokter Top AS Anthony Fauci Positif Covid-19, Ini Gejala yang Dialaminya

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 09:05 WIB

Kasus Covid-19 Meroket, Kemenkes Minta Scan PeduliLindungi Kembali Diperketat

Kasus Covid-19 Meroket, Kemenkes Minta Scan PeduliLindungi Kembali Diperketat

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Wangi Bersih, Sopan, dan Elegan! 5 Pilihan Parfum yang Cocok untuk Ibu Guru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:30 WIB

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

Kontak Tembak Pecah di Dekai Yahukimo, 7 Pucuk Senjata Api OPM Disita TNI

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:26 WIB

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Desil 10 tapi Gaji Rp3,5 Juta, Apakah Tetap Dapat BSU Kemnaker Rp900.000? Ini Penjelasannya

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 12:19 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Wamen HAM Desak Pengusutan Transparan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Apakah Kulit Berminyak Tetap Membutuhkan Moisturizer? Simak Faktanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Langkah Awal Memahami Pasar Modal: Belajar Investasi Bersama New BIONS

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:15 WIB

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:00 WIB

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 11:55 WIB

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

×