Meski Diterpa Tekanan Eksternal, Ekonomi Indonesia Diramal Tumbuh 5,3% pada Kuartal II-2022

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Rabu, 22 Juni 2022 | 17:26 WIB
Meski Diterpa Tekanan Eksternal, Ekonomi Indonesia Diramal Tumbuh 5,3% pada Kuartal II-2022
Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Jumat (13/5/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2022 diramalkan masih tumbuh positif antara 5,2% hingga 5,3%. Meski pada kuartal II, Perekonomian Indonesia digempur tekanan eksternal, mulai dari Perang Rusia-Ukraina, angka inflasi global yang meningkat, dan kenaikan suku bunga acuan The Fed yang cukup agresif.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, masih tumbuhnya ekonomi Indonesia terlihat dari beberapa indikator perekonomian yang mulai menunjukkan pemulihan

Pertama, dari sisi konsumsi belanja masyarakat sepanjang kuartal II 2022 sudah mencapai level tertinggi sepanjang pandemi.

Berdasarkan, Mandiri Spending Index (MSI) di mana indeks frekuensi belanja berada di level 185,5. Sementara, indeks nilai belanja naik ke level 159,9 yang merupakan indeks tertinggi sepanjang pandemi.

"Hal ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang signifikan jika dibandingkan dengan periode dua tahun sebelumnya, yang berjalan beriringan dengan pelonggaran mobilitas masyarakat," ujarnya dalam Media Gathering & Presentasi Macroeconomic outlook dari Tim Office of Chief Economist secara virtual, Rabu (22/6/2022).

Kedua, Andry memaparkan, dari tingkat belanja di semua wilayah kembali meningkat sejak awal Maret 2022. Perbaikan tingkat belanja tidak hanya terjadi di wilayah-wilayah yang terimbas kenaikan harga komoditas, namun juga di wilayah yang mengandalkan pariwisata.

Dia mencontohkan, tren meningkatnya mobilitas masyarakat membuahkan perbaikan tingkat belanja di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang merupakan salah satu daerah wisata utama.

"Berdasarkan data MSI, tingkat belanja di Bali dan Nusa Tenggara berangsur membaik sejak pertengahan tahun lalu tercatat mencapai level 80,6 di periode Ramadan 2022, yang merupakan level tertinggi selama pandemi," ucap dia.

Ketiga, Andry menyebut, dari sisi produksi, pemulihan ekonomi sektoral menunjukan arah yang semakin solid, ditunjukan semakin banyak sektor dengan level PDB sektoralnya sudah melebihi level sebelum pandemi Covid-19.

baca juga

"Pertumbuhan ekonomi sektoral pun semakin kuat, impor bahan baku dan barang modal meningkat, mengindikasikan pergerakan ekonomi yang terus membaik. Ekspor pun tumbuh memanfaatkan peluang pasar yang membaik di negara-negara tujuan ekspor seiring dengan pemulihan ekonomi global," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Sri Mulyani Siapkan Kebijakan Moneter Setelah The Fed Kerek Suku Bunga

Menkeu Sri Mulyani Siapkan Kebijakan Moneter Setelah The Fed Kerek Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2022 | 19:16 WIB

Pasar Saham Dunia Bersiap Hadapi Pekan Terburuk Sejak Awal Pandemi COVID-19

Pasar Saham Dunia Bersiap Hadapi Pekan Terburuk Sejak Awal Pandemi COVID-19

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2022 | 11:04 WIB

The Fed Kerek Suku Bunga, BI Diminta Naikkan Suku Bunga 25-50 Bps

The Fed Kerek Suku Bunga, BI Diminta Naikkan Suku Bunga 25-50 Bps

Bisnis | Kamis, 16 Juni 2022 | 11:52 WIB

Terkini

33 Negara Kompak Anjurkan Warganya Siapkan Logistik Darurat, Ada Apa?

33 Negara Kompak Anjurkan Warganya Siapkan Logistik Darurat, Ada Apa?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Kemenperin Ancam Ketok Palu, Impor Bahan Baku Kimia Bakal Dibatasi Lagi

Kemenperin Ancam Ketok Palu, Impor Bahan Baku Kimia Bakal Dibatasi Lagi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Tutup Pertamuda Seed and Scale 2026, Pertamina Umumkan Sembilan Inovator Muda Terbaik

Tutup Pertamuda Seed and Scale 2026, Pertamina Umumkan Sembilan Inovator Muda Terbaik

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:44 WIB

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Cara Menurunkan Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos, Penuhi Syarat Ini

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:40 WIB

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 19:39 WIB

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Isu Terseret Kasus Karhutla Kalimantan, NCKL Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 19:37 WIB

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

Warga Tewas Ditembak Saat Maulid di Aceh, KontraS Duga Terjadi Pembunuhan di Luar Hukum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:34 WIB

Dari Jalanan ke Piala Wali Kota, Anak-anak Liga Aspal Siap Unjuk Gigi

Dari Jalanan ke Piala Wali Kota, Anak-anak Liga Aspal Siap Unjuk Gigi

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:31 WIB

Gandeng Kader Posyandu, Taj Yasin Genjot Pendataan Perlinsos Digital di Jateng

Gandeng Kader Posyandu, Taj Yasin Genjot Pendataan Perlinsos Digital di Jateng

News | Jum'at, 06 November 2026 | 19:30 WIB

Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan

Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 19:24 WIB

×