facebook

Menperin Ajak Perusahaan Kimia Jepang Investasi di Indonesia, Siap Sediakan Bahan Baku

M Nurhadi
Menperin Ajak Perusahaan Kimia Jepang Investasi di Indonesia, Siap Sediakan Bahan Baku
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. [Antara]

Pada kesempatan yang sama, CEO AGC Inc Yoshinori Hirai berharap adanya dukungan ketersediaan bahan baku garam industri yang saat ini sudah masuk ke dalam Neraca Komoditas.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita terus menarik sejumlah perusahaan kimia dari Jepang untuk investasi di Indonesia.

Hal ini ia sampaikan saat bertemu dengan perwakilan perusahaan-perusahaan kimia terbesar di Negeri Sakura yakni AGC Inc, Mitsubishi Chemical Group, dan KAO Chemical.

"Kemenperin berkomitmen untuk terus mendukung industri kimia dalam bentuk ketersediaan bahan baku dan harga gas industri yang terjangkau. Kami mengharapkan perusahaan-perusahaan kimia asal Jepang di Indonesia dapat memaksimalkan utilisasinya dan meningkatkan daya saing agar dapat memperluas pasar ekspor," kata Menperin.

Pada kesempatan yang sama, CEO AGC Inc Yoshinori Hirai berharap adanya dukungan ketersediaan bahan baku garam industri yang saat ini sudah masuk ke dalam Neraca Komoditas serta dukungan pemerintah Indonesia terkait pengamanan pasokan dan harga untuk bahan baku dan energi.

Baca Juga: Kabareskrim Akan Lakukan Upaya Penangkapan Kembali Tersangka Investasi Bodong KSP Indosurya, Korban Diminta Lapor

Menanggapi hal itu Menperin menuturkan Pemerintah Indonesia telah menetapkan harga gas sebesar 6 dolar AS/MMBTU (Million British Thermal Unit) bagi tujuh industri tertentu, termasuk industri petrokimia dan industri kaca.

Sejak 2020, kata dia, perusahaan AGC Inc di Indonesia yakni PT Asahimas Chemical dan PT Asahimas Flat Glass, telah menerima harga gas dengan harga khusus tersebut.

"Dengan dukungan tersebut, kami harap PT Asahimas Chemical dapat mengoptimalkan pemanfaatan produksi dan meningkatkan daya saing sehingga dapat memperluas pasar ekspornya sehingga terus berkontribusi positif pada neraca perdagangan Indonesia," kata Menperin.

Pemerintah juga memberikan dukungan tax holiday untuk PT Asahimas Chemical terkait penambahan investasi kapasitas PVC dari 550 ribu menjadi 750 ribu ton/tahun dengan nilai Rp1,5 triliun.

Pertemuan tersebut juga membahas kajian substitusi batu bara dengan cangkang kelapa sawit untuk mendukung kebijakan pengurangan emisi gas rumah kaca, serta dukungan kebijakan pemanfaatan kembali panas buangan sebagai sumber energi.

Baca Juga: Ahli Waris Tanah Tutupan Jepang Minta Ada Ganti Rugi Lahan yang Terdampak Proyek JJLS

Sementara itu CEO Mitsubishi Chemical Group (MCG) Jean-Marc Gilson menyampaikan arah pengembangan produk kimia khusus yang menyokong kebutuhan material pada elektrinik, kesehatan, dan life science. MCG juga menyampaikan permasalahan infrastruktur terkait ketersediaan pelabuhan yang memadai untuk logistik dan akses lainnya.

Komentar