Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kapan Pariwisata Bali akan Kembali Berjaya seperti Sebelum Pandemi?

Siswanto, BBC

Senin, 11 Juli 2022 | 14:22 WIB
Kapan Pariwisata Bali akan Kembali Berjaya seperti Sebelum Pandemi?
BBC

Suara.com - Dari rumahnya yang menjulang di atas tebing dan menghadap ke kawasan resor Jimbaran di Bali, Kriss, seorang ekspatriat asal Jerman, dapat melihat panorama bandara internasional yang sempurna dan tak terhalang.

Terdiri dari landasan pacu tunggal yang membentang ke laut, Kriss mengingat bahwa sebelum pandemi, Bali dapat menangani sekitar 700 penerbangan sehari, mengantar lebih dari 6,3 juta wisatawan internasional per tahun ke pulau Bali.

"Lalu, suatu hari ... sama sekali kosong," ungkapnya, seraya menggerakkan tangannya.

Baca juga:

Dia semula memperkirakan itu hanya akan berlangsung beberapa pekan, tetapi faktanya berlangsung selama dua tahun.

Pada tahun 2020, pulau Bali hanya menerima satu juta wisatawan asing, di mana hampir semuanya terjadi sebelum Bali dan seluruh dunia melakukan lockdown pada Maret tahun itu.

Lantas pada 2021, pulau itu dilaporkan hanya dikunjungi 45 orang turis asing. Ya, hanya 45 orang.

Kembali ke bulan Februari lalu, Kriss menyaksikan dengan cemas ketika penumpang internasional pertama yang berjibaku selama 24 bulan menghadapi pandemi, tiba dari Singapura.

Pria ini, yang menjalankan bisnis pemasaran digital dan desain web yang melayani industri pariwisata lokal, merekam kedatangan turis asing tersebut di ponselnya.

baca juga

Seperti banyak orang di Bali, dia optimis, terutama setelah Bali menghapus aturan karantina untuk kedatangan luar negeri pada Maret.

Tetapi ketika layar komputer di rumahnya menyebut adanya pengunjung terbaru, dia mengatakan tidak ada alasan untuk merayakannya.

Pada Mei, Bali kedatangan 237.710 turis internasional, naik dari 114.684 orang pada bulan sebelumnya, tetapi setengah dari jumlah pada bulan yang sama pada 2019.

Dan menteri pariwisata Indonesia telah menetapkan target paling realistis bagi Bali untuk menyambut 1,5 juta wisatawan asing pada tahun 2022 secara keseluruhan.

Baca juga:

"Saya pikir itu membutuhkan 10 tahun sebelum Bali kembali ke angka sebelum pandemi corona," kata Kriss.

Dia meyakini para pelancong asing enggan mengunjungi tujuan yang lebih terpencil, seperti Bali, karena badai perang di Ukraina, inflasi yang tinggi di seluruh penjuru dunia, dan kekhawatiran berkepanjangan tentang Covid-19.

Dengan pariwisata yang menyumbang lebih dari 60% pemasukan ekonomi pulau Bali, dampak Covid tampak nyata di pusat-pusat wisata di Kuta, Seminyak dan Nusa Dua yang dulu ramai.

Puluhan bisnis pariwisata, mulai dari pertokoan, bar, restoran, klub malam, dan vila, melompong atau terbengkalai.

Dan jalanan yang dulunya meriah dengan kehadiran turis Australia, Asia, dan Eropa, kini masih sepi.

Made Suryani membuka kembali toko suvenir kecilnya di dekat resor Club Med Beach di dekat Nusa Dua pada April, meskipun sebagian besar aktivitas ritel lain di sampingnya tetap tutup.

"Sebelum Covid, di bulan yang baik, saya bisa mendapatkan lebih dari dua juta rupiah sebulan," ungkapnya.

Itu sedikit di bawah upah minimum bagi pekerja di Bali.

"Sekarang kadang-kadang saya mendapat Rp50.000 dalam sepekan. Saya meminjam uang dari keluarga untuk bertahan hidup, dan saya tidak tahu bagaimana saya akan membayarnya kembali," katanya.

Di pusat perbelanjaan dan restoran Nusa Dua Bali Collection, area yang sebelumnya menampung beberapa restoran top pulau itu, kini dipagari dan sepi.

Dari unit yang tersisa, sekitar 80% tetap kosong.

"Sebagian besar bisnis ini raib untuk selamanya," ujar Kiran Vijay, yang menjalankan toko kerajinan dan perhiasan di area itu.

Dia mengatakan pihak manajemen sangat membantu, sehingga memungkinkan para penyewa tetap dibebaskan dari biaya sewa selama hampir dua tahun terakhir.

Namun Vijay menambahkan jumlah turis turun dari sebanyak 5.000 orang sehari sebelum pandemi, menjadi hanya beberapa ratus orang saja belakangan ini.

"Mereka harus menurunkan harga sewa secara drastis untuk menarik penyewa baru," tambahnya.

Baca juga:

Namun ada beberapa titik terang.

Komunitas ekspatriat di Bali yang beranggotakan 110.000 orang, yang mencakup banyak nomaden digital, para yogi, dan peselancar, telah membuat area seperti Canggu, Ubud, dan Uluwatu, terus berkembang, dengan harga sewa vila sekarang hampir kembali ke tingkat sebelum Covid.

Dan pemesanan di resor bintang lima di Bali juga kian meningkat, dengan hotel-hotel kelas atas mengalami lonjakan permintaan yang besar.

Namun, sebagian besar pengunjung ini adalah wisatawan domestik dari bagian lain Indonesia, terutama ibu kota Jakarta dan Surabaya, kota terbesar kedua.

Sebelum Covid-19, banyak dari mereka menganggap Bali terlalu mahal.

Tetapi dengan hengkangnya turis asing untuk sementara waktu, mereka saat ini bisa mendapatkan potongan harga, dan fasilitas khusus seperti naik helikopter gratis yang tersedia secara eksklusif di situs pemesanan perjalanan di Indonesia.

Namun, banyak staf hotel masih bekerja dengan pengurangan gaji, dan sebagian turun hingga 10% dari tarif pra-pandemi.

Tetapi bagi pihak perhotelan dan resor, adanya pemasukan itu lebih baik ketimbang tidak sama sekali.

Sementara itu, banyak karyawan hotel dan pekerja perhotelan lainnya yang diberhentikan pada awal kebijakan pembatasan.

Mereka kembali ke desa asalnya untuk bekerja di lahan pertanian milik keluarga.

Ketika sebagian pengamat menganggap bahwa Bali akan jatuh ke jurang kekacauan selama pandemi, ternyata kehidupan terus berjalan, karena dibantu ikatan keluarga yang kuat di pulau itu dan pengaruh budaya Hindu.

Dunia bisnis, di sisi lain, dapat menghentikan sementara operasi tanpa takut disita pihak perbankan, karena sebagian besar properti di wilayah itu dibeli langsung secara tunai.

Julia Lo Bue-Said adalah pimpinan Advantage Travel Partnership, sebuah organisasi yang mewakili agen perjalanan independen Inggris.

Dia mengatakan, perjalanan jarak jauh dari Inggris ke tujuan seperti Bali "lebih lambat untuk pulih", jika dibandingkan dengan destinasi liburan di kawasan Eropa, yang disebutnya "geliatnya ada dan terus tumbuh".

"Secara jangka panjang akan ada pertumbuhan signifikan dalam 12-18 bulan ke depan, karena terlepas dari krisis biaya hidup, orang-orang masih bersemangat untuk menjelajah, bepergian, dan memiliki sesuatu untuk dinanti, menyimpan kenangan lama seumur hidup," paparnya.

Kriss yakin bahwa - jika diberikan kesempatan - Bali akan kembali lagi ke masa kejayaannya.

Dia mengatakan terlalu banyak yang ditawarkan dalam hal keindahan alam, dan sifat ramah, terbuka, dan toleran dari masyarakat Bali.

"Bali akan kembali kuat seperti dulu," katanya. "Saya tidak ragu tentang itu.

"Barangkali butuh waktu bertahun-tahun, tetapi orang Bali sangat telaten, dan optimisme adalah bagian dari struktur masyarakat mereka - mereka percaya pada karma."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rayakan HUT RI, KAI Kasih Diskon 17% Tiket KA dan Tarif Rp8

Rayakan HUT RI, KAI Kasih Diskon 17% Tiket KA dan Tarif Rp8

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:49 WIB

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×