PKT Gelar Sertifikasi Menyelam Bagi Kelompok Nelayan Binaan

Iwan Supriyatna

Senin, 18 Juli 2022 | 09:42 WIB
PKT Gelar Sertifikasi Menyelam Bagi Kelompok Nelayan Binaan
PKT gelar pelatihan dan sertifikasi menyelam bagi kelompok nelayan Karaka Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara.

Suara.com - Perluas manfaat program konservasi terumbu karang di perairan Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) gelar pelatihan dan sertifikasi menyelam bagi kelompok nelayan Karaka Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara. Kegiatan berlangsung 9 hari, mulai 1-9 Juli 2022 dengan instruktur dan dive master dari Noble Dive Resort Bali.

VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PKT Anggono Wijaya, mengungkapkan kelompok nelayan Karaka merupakan kelompok binaan baru yang dibentuk PKT pada awal 2022, untuk kesinambungan program konservasi terumbu karang dengan pelibatan langsung masyarakat nelayan di kawasan pesisir Bontang.

Pembentukan kelompok ini untuk memperluas manfaat program, setelah sebelumnya melibatkan kelompok nelayan Kimasea dari Kelurahan Loktuan Bontang Utara dengan masa pembinaan selama 4 tahun.

"Setelah kelompok Kimasea mencapai kemandirian dan exit program pada 2021 lalu, maka kelompok Karaka dibentuk agar nelayan dari pesisir Bontang lainnya turut mendapatkan manfaat serupa," ujar Anggono.

Pelatihan dan sertifikasi menyelam diikuti 5 anggota kelompok nelayan Karaka, dari total 14 anggota. Kegiatan ini merupakan tahap awal pembinaan, untuk mengenalkan anggota kelompok terkait teknik penyelaman yang baik dan aman, sehingga saat menjalankan program dapat meminimalisasi risiko yang bisa saja terjadi dibawah air.

Melalui bekal pelatihan dan sertifikasi, nelayan binaan dari kelompok Karaka didorong mampu melakukan pemantauan dan monitoring perkembangan terumbu buatan dengan baik, sehingga potensi kerusakan terumbu oleh beragam faktor bisa diantisipasi.

Terlebih dengan perluasan penurunan terumbu buatan oleh PKT setiap tahun, maka kemampuan nelayan binaan untuk melakukan perawatan hingga monitoring perlu ditingkatkan agar kesinambungan ekosistem perairan Bontang semakin terjaga.

"Sertifikasi ini juga untuk peningkatan kompetensi dan kemampuan nelayan binaan, agar optimalisasi program tercapai secara maksimal. Apalagi menyelam tidak bisa sembarangan, perlu bekal serta pengetahuan khusus yang wajib dipenuhi," terang Anggono.

Dirinya berharap, sertifikasi menyelam ini dapat meningkatkan kesadaran anggota kelompok nelayan binaan akan pentingnya menjaga kelangsungan terumbu karang, sebagai salah satu sumber kehidupan ekosistem laut. Selain itu kemampuan yang dimiliki bisa turut dimanfaatkan dalam menjaga ekosistem perairan Bontang, baik dari sampah maupun faktor lain yang ditemukan saat aktivitas penyelaman.

baca juga

"Sasaran utama sertifikasi ini tak hanya difokuskan untuk mendukung program terumbu buatan PKT, tapi juga aktivitas lain yang sifatnya positif terhadap ekosistem perairan dan bermanfaat bagi masyarakat Bontang," tambah Anggono.

Instruktur Noble Dive Resort Bali I Putu Mangku, mengatakan pelatihan dan sertifikasi mencakup dasar teori hingga pengenalan alat, berikut tata cara dan metode yang wajib dilakukan para penyelam untuk diterapkan melalui praktik. Setelah para peserta mampu memahami teori dan praktik secara benar, baru dilaksanakan sertifikasi untuk melihat kemampuan para penyelam mengimplementasikan materi dengan baik.

Selain implementasi tata cara menyelam dengan benar, pelatihan dan sertifikasi juga upaya untuk meningkatkan aspek keselamatan dengan saling menjaga antar sesama penyelam selama melakukan aktivitas di bawah air.

"Jadi sertifikasi tidak hanya untuk mencapai aspek keselamatan bagi diri selama penyelaman, tapi juga mendorong kesadaran para penyelam untuk saling menjaga saat beraktivitas di bawah air," jelas I Putu Mangku.

Ketua Kelompok Nelayan Karaka Yusta, mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggota kelompoknya, khususnya pemahaman terkait metode serta tata cara penyelaman dengan baik dan benar. Dirinya mengakui bekal pengetahuan dan sertifikasi dibutuhkan untuk aktivitas penyelaman, karena kegiatan di bawah air tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa keterampilan yang mumpuni.

Kelompok nelayan Karaka pun akan berupaya maksimal mendukung program terumbu buatan PKT, seiring pembinaan dan pemberdayaan dalam hal monitoring perkembangan terumbu secara berkala.

"Kami ucapkan terima kasih telah dibina dan diberdayakan pada program ini, agar kedepan turut berkontribusi dalam menjaga ekosistem perairan Bontang serta bermanfaat bagi masyarakat," papar Yusta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepekan Fuel Card di SPBU Kopkar Diterapkan, Diklaim Efektif Urai Antrean, Masa Sih?

Sepekan Fuel Card di SPBU Kopkar Diterapkan, Diklaim Efektif Urai Antrean, Masa Sih?

Kaltim | Selasa, 12 Juli 2022 | 15:00 WIB

Produktivitas Sawi Putih di Cianjur Naik 49 Persen Berkat NPK Pelangi JOS

Produktivitas Sawi Putih di Cianjur Naik 49 Persen Berkat NPK Pelangi JOS

Bisnis | Senin, 11 Juli 2022 | 17:39 WIB

Operator 'Main Mata' dengan Sopir, SPBU Kopkar PKT Ancam Sanksi

Operator 'Main Mata' dengan Sopir, SPBU Kopkar PKT Ancam Sanksi

Kaltim | Rabu, 06 Juli 2022 | 07:33 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×