Kenapa Kangen Band Bubar?

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB
Kenapa Kangen Band Bubar?
Dodhy resmi membubarkan Kangen Band dan melarang mantan personel membawakan lagu-lagu ciptaannya. (lampungpost)
baca 10 detik
  • Dodhy resmi membubarkan Kangen Band karena mengaku mengalami kezaliman di dalam grup.
  • Mantan personel dan event organizer dilarang keras membawakan lagu-lagu ciptaan Dodhy.
  • Rincian kronologi kezaliman internal yang dimaksud Dodhy belum dijelaskan lebih lanjut.

Suara.com - Grup musik legendaris asal Lampung, Kangen Band, resmi bubar atau mengakhiri perjalanannya di industri musik Tanah Air setelah sang pendiri mengumumkan pembubaran secara mendadak. Keputusan drastis ini dipicu oleh konflik internal mendalam yang telah terpendam cukup lama di antara para anggotanya.

Dodhy selaku pemilik hak merek sekaligus pencipta karya-karya hits mereka memilih mengambil tindakan tegas untuk menghentikan seluruh aktivitas grup. Pengumuman tersebut disampaikan secara terbuka melalui unggahan visual di akun Instagram pribadinya, @dodhyofficial, pada Sabtu (12/9/2026).

Langkah ini menandai babak akhir dari perjalanan grup pop murni yang pernah mendominasi pasar musik Indonesia sejak dekade 2000-an. Penggemar terkejut karena perselisihan di tubuh band tersebut berujung pada penghentian hak cipta lagu secara total.

Kangen Band sukses membawakan sejumlah lagu Sheila On 7 di ajang Pestapora 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (5/9/2025). [Tiara Rosana/Suara.com]
Kangen Band sukses membawakan sejumlah lagu Sheila On 7 di ajang Pestapora 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (5/9/2025). [Tiara Rosana/Suara.com]

Perselisihan ini mencapai puncaknya ketika Dodhy merasa perlakuan tidak adil di internal grup sudah melewati batas toleransi. Rasa kecewa yang tertahan sekian lama akhirnya bermuara pada pembubaran sepihak oleh sang leader.

Ia menyampaikan alasan emosional di balik keputusan mendasar tersebut melalui pernyataan tertulisnya.

"Bismillah saya dengan sadar menyatakan kangen band bubar di karnakan ada kezoliman di dalam nya, saya selaku owner dan founder kangen band sudah menyimpan rasa sakit ini sekian lama," tulis Dodhy, Sabtu (12/9/2026).

Dampak hukum dari pembubaran ini langsung menyasar pada hak pembawaan lagu-lagu legendaris ciptaan Dodhy di atas panggung. Ia menutup akses bagi seluruh mantan rekan satu bandnya untuk memanfaatkan karya intelektual milik pribadi.

Larangan ini tidak hanya berlaku bagi eks personel, tetapi juga mengikat para penyelenggara acara atau event organizer di mana pun. Ketegasan tersebut diambil untuk mengamankan hak cipta penuh atas seluruh katalog musik yang pernah membesarkan nama band.

Pencipta lagu tersebut menegaskan pembatasan penampilan karya-karyanya secara eksplisit dalam pernyataan resmi yang sama.

baca juga

"Untuk para personil mevolved dan para EO, dilarang keras member dari ex kangen band membawa lagu lagu ciptaan saya, saya ucapkan terima kasih sebesar besarnya," lanjutnya.

Respon publik dan rekan seprofesi langsung membanjiri kolom komentar unggahan pengumuman pembubaran tersebut. Ribuan respons dari pengguna media sosial mengalir deras, termasuk simpati dari mantan personel Kangen Band, Yonanda Frisna Damara.

Meskipun gejolak di media sosial terus membesar, rincian mengenai konflik internal belum dibuka secara gamblang. Dodhy maupun pihak manajemen belum membeberkan kronologi detail terkait bentuk kezaliman yang menjadi akar masalah.

Kangen Band terbentuk di Lampung dan berhasil menembus industri musik nasional hingga menjadi salah satu fenomena budaya pop paling berdampak. Gaya musik pop melayu khas mereka mampu menyerap perhatian jutaan pendengar dari berbagai kalangan masyarakat.

Kesuksesan mereka ditopang oleh rentetan tembang populer seperti "Tentang Aku, Kau, dan Dia", "Yolanda", serta "Pujaan Hati". Lagu-lagu tersebut mendominasi tangga lagu radio dan penjualan album fisik pada akhir era 2000-an.

Pembubaran ini menjadi akhir dari perjalanan panjang sebuah band yang pernah menjadi ikon musik melayu modern Indonesia. Perpecahan akibat isu internal kini meninggalkan pertanyaan besar mengenai masa depan karya-karya legendaris mereka di panggung hiburan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenalan dengan Zi, Putra Dodhy Kangen Band yang Bakal Jadi Idola Baru Gen Z

Kenalan dengan Zi, Putra Dodhy Kangen Band yang Bakal Jadi Idola Baru Gen Z

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:18 WIB

Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12

Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12

Entertainment | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:15 WIB

KARD Resmi Umumkan Bubar, Album Penuh Pertama dan Tur Dunia Jadi Perpisahan

KARD Resmi Umumkan Bubar, Album Penuh Pertama dan Tur Dunia Jadi Perpisahan

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Pertamina Ajak Anak Muda Jadi Penggerak Inovasi Indonesia di Momentum Sumpah Pemuda

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:37 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

×