Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Potensi Krisis Pangan Akibat Shifting Pola Konsumsi Dampak Gejolak Ukraina Perlu Diwaspadai

Iwan Supriyatna

Rabu, 20 Juli 2022 | 07:00 WIB
Potensi Krisis Pangan Akibat Shifting Pola Konsumsi Dampak Gejolak Ukraina Perlu Diwaspadai
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo.

Suara.com - Bergejolaknya hubungan antara Rusia dengan Ukraina yang berdampak kepada ancaman krisis pangan di dunia. Salah satu kawasan yang merasakan dampak signifikan adalah kawasan Afrika, mengingat ketergantungan negara-negara Afrika pada Ukraina sebagai pemasok bahan pangan di negaranya.

Ancaman krisis pangan tersebut menjadi pembahasan dalam Pertemuan Ketiga Finance Minister and Central Bank Governor (FMCBG) di Bali. Dalam pertemuan tersebut pembahasan krisis pangan juga dilakukan Menteri Sri Mulyani saat bertemu dengan Kanselir Zahawi.

Dia menilai perlu ada solusi nyata untuk semua lapisan masyarakat dan pelaku bisnis yang saat ini terancam dampak inflasi tinggi, kenaikan harga pangan dan energi.

Food and Agriculture Organization (FAO) mengatakan perang Rusia dan Ukraina juga berkontribusi dalam memicu krisis pasokan pangan, sehingga harga soft comodities (gandum, CPO, kopi, keju, kedelai, kakao dan susu) berpotensi meningkat.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data bahwa produksi Gabah Kering Giling (GKG) tahun 2021 turun sekitar 0,45% bila di konversi menjadi meras dari 31,5 juta ton menjadi 31,3 juta ton. Sementara populasi penduduk naik dengan ratio 1,25% (2020), 1,22% (2021) dan 1,17% di 2022.

Adapun Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjelaskan harga gandum sepanjang Mei 2022 telah mengalami kenaikan sebesar 5,6%. Belum lagi kebijakan larangan ekspor bahan baku makanan yang dilakukan oleh beberapa negara seperti India menjadi penyebab naiknya harga pangan.

Dalam acara Bimtek dan Sosialisasi Propaktani Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Senin, 18 Juli 2022, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S mengatakan saat ini terjadi peningkatan konsumsi beras per kapita per tahun dari 98 kg/tahun menjadi > 100 kg per tahun. Karena itu perlu dikaji lebih jauh mengenai peningkatan konsumsi ini.

"Salah satu dampak gejolak di Ukraina yang perlu diantisipasi oleh Indonesia adalah peralihan (shifting) konsumsi dari bread atau noodle ke beras (nasi) sehingga perkirakan permintaan (demand) beras akan meningkat dan harga gabah dan beras berpotensi akan naik," kata Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo.

Terjadinya kelangkaan gandum di Eropa dapat mengakibatkan terjadinya shifting konsumsi bahan pangan pokok ke beras. Sehingga permintaan beras kepada negara-negara penghasil beras akan meningkat ujarnya dalam diskusi Webinar dengan topik Upaya mewujudkan ketersediaan beras berkelanjutan melalui pelaku perberasan nasional, 18/7.

Pamrihadi menjelaskan, Food Station selaku BUMD DKI Jakarta berkomitmen dan terus berupaya untuk berinovasi dalam ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan melalui program intensifikasi dengan melakukan budidaya menggunakan teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas panen, yaitu dengan pupuk komsah (Kompos dan Seresah) dan teknologi pupuk organik cair ExtraGen.

Menurutnya budidaya dengan metode tersebut, dapat menekan penggunaan pupuk kimia, serta pada saat yang sama juga dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dengan ratio 20-25% per hektarnya.

Selain itu hingga kini, kami sudah melakukan kerjasama contract farming dan budidaya dengan banyak Gapoktan dan Koperasi di beberapa kota dan kabupaten dengan luas lahan mencapai 8180 hektar. Adapun dari luas lahan kerjasama terebut diproyeksikan Food Station akan menyerap GKP sebanyak 46.626 ton.

Ini adalah aksi korporasi yang kami lakukan untuk menjaga ketahanan pangan di DKI Jakarta sekaligus juga untuk mengantipasi lonjakan peningakatan kebutuhan beras yang diakibatkan oleh shifting pola konsumsitandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teken MoU Hari Ini, Pemprov DKI Bakal Bangun Pabrik Minyak Goreng Senilai Rp150 Miliar Bareng Jabar dan Jateng

Teken MoU Hari Ini, Pemprov DKI Bakal Bangun Pabrik Minyak Goreng Senilai Rp150 Miliar Bareng Jabar dan Jateng

News | Rabu, 29 Juni 2022 | 13:38 WIB

Ironi, Brazil Negara Penghasil Pangan Terbesar Kini Alami Krisis Pangan

Ironi, Brazil Negara Penghasil Pangan Terbesar Kini Alami Krisis Pangan

Lampung | Jum'at, 27 Mei 2022 | 10:28 WIB

Tak Punya Sawah, Anies Ekspor Beras ke Arab Saudi Pakai Pasokan dari Daerah Penyangga

Tak Punya Sawah, Anies Ekspor Beras ke Arab Saudi Pakai Pasokan dari Daerah Penyangga

News | Jum'at, 20 Mei 2022 | 15:09 WIB

Terkini

Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau

Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:53 WIB

Bisnis Logistik Ikut Kecipratan Berkah Pariwisata Bali

Bisnis Logistik Ikut Kecipratan Berkah Pariwisata Bali

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:41 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:36 WIB

Pertamax Turbo Naik, Harga BBM Pertamax Tetap Dibanderol Rp 12.300

Pertamax Turbo Naik, Harga BBM Pertamax Tetap Dibanderol Rp 12.300

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:33 WIB

Airlangga Klaim Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Ganggu Ambisi RI Jadi Raja Kendaraan Listrik

Airlangga Klaim Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Ganggu Ambisi RI Jadi Raja Kendaraan Listrik

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 07:16 WIB

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB