Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pertemuan Jokowi dan Xi Jinping Bermakna Besar, Membawa Misi Penguatan Kerja Sama Ekonomi

Iwan Supriyatna

Rabu, 27 Juli 2022 | 14:57 WIB
Pertemuan Jokowi dan Xi Jinping Bermakna Besar, Membawa Misi Penguatan Kerja Sama Ekonomi
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Presiden China Xi Jinping berfoto bersama di Villa 14, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, Selasa (26/7/2022). (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada Selasa kemarin. Ini menjadi kunjungan perdana yang menandai perjalanan tiga harinya ke tiga negara di Asia Timur. Kunjungan Jokowi ke China, tepatnya di Kota Beijing atas undangan Xi Jinping.

Dalam pertemuan itu, Jokowi membawa misi penguatan kerja sama ekonomi baik di bidang perdagangan maupun investasi.

"China adalah mitra strategis komprehensif Indonesia. Kemitraan ini harus kita isi dengan kerja sama yang bermanfaat bagi negara kita, sekaligus bagi kawasan dan dunia," kata Jokowi.

Pertemuan antara dua pimpinan negara besar ini dinilai memiliki makna besar, khususnya terhadap perekonomian dua negara yakni Indonesia dan China.

“Menurut saya pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Presiden China itu punya makna sangat besar untuk kedua negara. Jokowi ketemu Xi Jinping itu maknanya baik bagi Indonesia maupun bagi Tiongkok, dan sama-sama penting,” kata pakar ekonomi dari Universitad Unika Atma Jaya Rosdiana Sijabat.

Dikatakan Rosdiana, kunjungan Jokowi ke China ini adalah satu signal yang sangat kuat usai dirinya melakukan kunjungan ke negara Eropa beberapa waktu lalu, dimana Eropa sendiri sedang dalam kondisi bahaya menghadapi krisis ekonomi akibat perang Rusia-Ukraina.

Usai kunjungan itu, Presiden Jokowi melihat ada hal penting lain yang harus dilakukannya di kawasan, yaitu bertemu dengan Presiden Xi JinPing di China.

“Saya kira kita bisa melihat dengan muda bahwa perekonomian kita memang dengan perekonomian China ini sama-sama punya kepentingan penting. Bagi Indonesia secara perdagangan internasional, China ini menjadi salah satu negara destinasi ekspor kita yang sangat penting, kira-kira sekitar 22 persen total ekspor kita itu ke pasar China,” ujarnya.

Hal ini, menurut Rosdiana sangat penting dilakukan oleh Presiden Jokowi selain untuk memudahkan ekspor produk-produk domestik ke luar, juga menguatkan kerjasama impor antar dua negara ini khususnya bahan material, bahan baku yang digunakan untuk mendukung industri manufaktur yang bisa mendorong produktivitas industri di Indonesia.

baca juga

“Jadi dari sisi ekspor maupun impor sama sangat pentingnya. Saya kira kunjungan Jokowi ke China ini terkait dengan bahwa negara ini salah satu investor terbesar di Indonesia, mungkin setelah Singapura, Hongkong lalu China itu adalah negara-negara Asia yang sangat penting peranannya sebagai sumber modal asing di Indonesia,” ucapnya.

“Saya kira banyak sekali proyek infrastruktur kita yang finansialnya dari China, hingga sangat strategis sekali perekonomian negara ini bagi negara kita. Kita perlu mengamankan negara-negara yang memiliki peran penting dalam perekonomian kita. Kenapa, selain market domestik memang kita menyasar market luar yang kita tau China itu punya peran besar bagi market kita,” tambahnya.

Oleh karena itu, salah satu cara lanjut Rosdiana, untuk menghindari resesi adalah dari sisi menggiatkan aktivitas ekonomi internasional melalui perdagangan maupun investasi.

“Dimana China ini perannya sangat besar bagi kita, jadi kalau lihat disini apakah sebenarnya Pemerintah menjadikan ini sebagai strategi menghindari resesi, bisa kita katakan demikian dalam arti sebelum beberapa negara mengalami kebangkrutan ekonomi, terutama di kawasan kita, yang kita tau sangat penting peranannya bagi perekonomian negara kita,” jelasnya.

Lebih jauh dosen ekonomi dan bisnis ini, kunjungan Jokowi dan tim ke Tiongkok ini salah satu cara untuk membangun market trust, baik investor dari China ke Indonesia atau sebaliknya, bahwa perekonomian China baik-baik saja dan juga perekonomian Indonesia baik-baik saja.

“Nah pertemuan ini adalah pertemuan strategis yang harapannya akan menciptakan signal positif di pasar, bahwa ekonomi kawasan ini dimana Indonesia dan China merupakan negara penting di kawasan ini secara perekonomian dalam kondisi yang sangat antisipatif untuk tidak terkena resesi,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhub Budi Karya Sumadi Kunjungi Pelabuhan Sanur Untuk Pastikan Selesai Sebelum G20

Menhub Budi Karya Sumadi Kunjungi Pelabuhan Sanur Untuk Pastikan Selesai Sebelum G20

Bali | Rabu, 27 Juli 2022 | 14:38 WIB

Temui PM Kishida di Jepang, Jokowi Minta Penyelesaian Pembangunan MRT hingga Infrastruktur Lainnya Dipercepat

Temui PM Kishida di Jepang, Jokowi Minta Penyelesaian Pembangunan MRT hingga Infrastruktur Lainnya Dipercepat

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 13:14 WIB

Bertemu PM Kishida, Jokowi Kembali Sampaikan Belasungkawa untuk Mendiang eks PM Shinzo Abe

Bertemu PM Kishida, Jokowi Kembali Sampaikan Belasungkawa untuk Mendiang eks PM Shinzo Abe

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 12:27 WIB

Terkini

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 15:19 WIB

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:26 WIB

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:25 WIB

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:16 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:08 WIB

Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?

Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:02 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB