Covid-19 Muncul karena Masalah Perubahan Iklim

Iwan Supriyatna

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:55 WIB
Covid-19 Muncul karena Masalah Perubahan Iklim
Ilustrasi Covid-19 (Pexels.com/Edward Jenner)

Suara.com - Inisiator Pandemic Talks Firdza Radiany menilai akar masalah munculnya COVID-19 atau virus SARS-CoV-2 disebabkan oleh perubahan iklim, pemanasan global dan perubahan cuaca. Bukan hanya COVID-19, Firdza mengkhawatirkan kedepannya akan muncul pandemi-pandemi lain yang disebabkan krisis iklim.

"Efek buruk dari krisis iklim lainnya adalah tentu saja polusi udara yang mana tidak semua orang paham akan isu ini," kata Firdza kepada tim Bicara Udara beberapa waktu lalu.

Firdza menambahkan bahwa polusi udara di Indonesia adalah yang terparah di Asia Tenggara. Ibukota Jakarta bahkan delapan kali lebih buruk dari standar polusi udara yang ditetapkan World Health Organization (WHO).

"Bayangkan delapan kali lebih buruk. Itu misalkan ya kalau kita manusia berat manusia dewasa misalkan 60-70 kg, itu bisa berapa ratus kilo? Itu sebuah logika yang harus bisa dimasukkan ke masyarakat," ujarnya.

Rendahnya Kesadaran Masyarakat dan Edukasi Polusi Udara

Masalah polusi udara ini diperparah oleh fakta penduduk terbanyak sebuah negara yang menyangkal terjadinya perubahan iklim. Berdasarkan Indonesia dan Penyangkalan Isu Iklim Survei YouGov tahun 2020 di mana sebanyak 21% responden masyarakat Indonesia merasa bahwa alam masih baik-baik saja dan tidak perlu khawatir terhadap kerusakan lingkungan.

Menurut Firdza, untuk membuat masyarakat sadar dan bergerak mengatasi krisis iklim ini tidak mudah karena sains adalah topik yang tidak populer di masyarakat, sehingga butuh tenaga ekstra untuk mengemasnya agar sains lebih menarik bagi masyarakat.

"Ketika orang awam melihat informasi krisis iklim di ponsel dan masyarakat mulai merasa informasi ini penting, akan terjadi penyebaran informasi di media sosial tentang topik penting ini, ujungnya bisa terjadi diskursus publik," ucap Firdza yang juga praktisi komunikasi ini.

Firdza berharap masyarakat tidak berhenti gelisah, tetap acuh, dan memperbanyak literasi akan krisis iklim ini.

baca juga

"Kok Jabodetabek tambah panas, kalau hirup udara jadi gak enak? Jadi jangan berhenti gelisah, coba cari literasi yang membicarakan polusi udara," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, 28 RT di Jakarta Kini Berstatus Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat Lagi, 28 RT di Jakarta Kini Berstatus Zona Merah

News | Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:18 WIB

China Pasarkan Obat Anti-Covid-19, Dijual Rp659 Ribu Per Botol

China Pasarkan Obat Anti-Covid-19, Dijual Rp659 Ribu Per Botol

Batam | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Korupsi Anggaran Covid-19, Eks Kades Kemirisewu Pandaan Divonis 3 Tahun Penjara

Korupsi Anggaran Covid-19, Eks Kades Kemirisewu Pandaan Divonis 3 Tahun Penjara

Malang | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10 WIB

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×