Orang Tua Korban Keracunan di Jayapura Minta Program MBG Ditutup: Anak Saya Menderita

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:23 WIB
Orang Tua Korban Keracunan di Jayapura Minta Program MBG Ditutup: Anak Saya Menderita
Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, wilayah pesisir Tanah Merah, Kabupaten Jayapura, Papua, memicu kemarahan mendalam dari pihak keluarga korban. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Ratusan siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mengalami dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis.
  • Keluarga korban menuntut penghentian program tersebut kepada pejabat tinggi negara karena menilai pendidikan gratis lebih penting.
  • Pemerintah fokus memulihkan kesehatan korban, sementara Amnesty International mendesak penghentian dan evaluasi total program tersebut.

Suara.com - Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, wilayah pesisir Tanah Merah, Kabupaten Jayapura, Papua, memicu kemarahan mendalam dari pihak keluarga korban.

Salah satu orang tua korban secara tegas meminta agar program MBG dihentikan. Video salah satu keluhan orang tua korban itu diunggah akun instagram @ula_wakerkwa.

Dalam potongan video yang beredar, salah satu orang tua siswa tersebut secara langsung menyampaikan tuntutannya kepada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI Trenggono dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk.

Di hadapan kedua pejabat tinggi tersebut, orang tua korban meluapkan kekecewaannya atas musibah yang menimpa anaknya.

"Jadi kita mohon pemerintah, MBG ditutup! Saya secara jujur saya sampaikan dari Tanah Merah, saya orang Tanah Merah. Yang saya punya anak menderita. Jadi saya rasa MBG tutup," kata salah seorang orang tua siswa seperti dilihat Suara.com, Sabtu (8/8/2026).

Ia kemudian mempertanyakan kebijakan pemerintah yang mengalokasikan anggaran untuk MBG.

Sementara menurutnya kebutuhan pendidikan gratis juga masih menjadi persoalan yang dapat diprioritaskan.

Kritik tersebut disampaikan dengan membawa konteks kekayaan alam Papua yang dinilai semestinya dapat menopang pembiayaan kebutuhan dasar masyarakat.

"Pemerintah harus bikin sekolah gratis, kenapa tidak bisa? Uang ini banyak! Negara kelola di atas Tanah Papua ini kekayaan alam banyak," tegasnya.

baca juga

Permintaan itu tidak sekadar ditujukan kepada pemerintah secara umum, tetapi secara khusus agar pelaksanaan MBG di Tanah Merah dihentikan.

"Jadi ini saya minta supaya MBG tutup. Khusus di Tanah Merah, tutup! Tidak ada yang mau jalankan MBG lagi di Tanah Merah," ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Wamendagri Ribka Haluk tidak langsung memberikan jawaban mengenai keberlanjutan program MBG.

Ia menekankan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan dan pemulihan para korban yang menjalani perawatan.

"Pengobatan, penanganan, dulu, supaya semua ini bisa sehat kembali tentu, tertangani dengan baik," ucap Ribka.

Penyelidikan penyebab dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Semarang masih terus berlangsung. [Suara.com/AI]
Ilustrasi siswa keracunan MBG. [Suara.com/AI]

Adapun desakan itu muncul usai kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan penerima MBG di wilayah pesisir Tanah Merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan

Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis

Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus

Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×