Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Bos BI: Ekonomi Indonesia Tumbuh Tinggi, Tapi Belum Pulih Sepenuhnya

Bangun Santoso | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:21 WIB
Bos BI: Ekonomi Indonesia Tumbuh Tinggi, Tapi Belum Pulih Sepenuhnya
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai perekonomian dalam negeri masih belum pulih seutuhnya, meski tingkat pertumbuhannya terbilang sangat tinggi. Diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2022 tumbuh sebesar 5,44%.

Dia menjelaskan, kondisi perekonomian Indonesia di masa masyarakat gemar konsumsi setelah lepas dari pembatasan.

"Ekonomi kita bisa tumbuh sangat tinggi 5,44%, tapi ini belum pulih, karena masyarakat baru makan enak itu setelah ramadhan kemarin, baru traveling, baru makan, ini sedang senang makan tapi belum pulih banget," ujar Perry dalam launching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, Rabu (10/8/2022).

Namun demikian, dia bersyukur ekonomi Indonesia masih bisa bertumbuh di tengah ketidakpastian global. Sebab, dibandingkan negara lain, perekonomian Indonesia masih tumbuh tinggi.

"Alhamdulilah, ekonomi kita tumbuh, 5,44% itu tinggi, China tahun ini hanya tumbuh 3,3%, negara-negara lain cukup rendah. Mari kita bersyukur," ucap dia.

Saat ini, yang membuat Perry khawatir yaitu tingkat inflasi yang hampir mencapai 5% atau 4,89%, di mana inflasi pangannya sebesar 10,48%.

Menurut dia, inflasi pangan seharus tidak boleh tinggi dari 5%, atau maksimal paling tinggi 6%. Sebab, jika terlalu tinggi, maka akan berimbas pada daya beli masyarakat.

"Ingat inflasi pangan, masalah perut, masalah rakyat, dan itu langsung ke sejahtera, ini bukan masalah ekonomi juga, masalah sosial juga," kata Perry.

Sebelumnya, dia meminta para kepala daerah jangan hanya prihatin melihat rakyat tengah kesusahan akibat kenaikan harga pangan. Justru, kepala daerah bisa bertindak untuk menurunkan harga pangan lewat operasi pasar.

Pasalnya, jika kenaikan harga pangan dibiarkan begitu saja, maka bisa membuat inflasi pangan terus mengalami kenaikan. Imbasnya, kesejahteraan masyarakat akan menurun, karena keterbatasan untuk membeli bahan pangan.

"Kalau melihat rakyat kasihan jangan lihat mereka menyenggol diri, mari kita segera operasi pasar, agar harga cabai, bawang dan juga telur, daging, minyak, bisa turun dan moga-moga nggak naik lagi," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur BI Ingatkan Kepala Daerah Harus Kembali ke Asal-usul dengan Buka Pertanian

Gubernur BI Ingatkan Kepala Daerah Harus Kembali ke Asal-usul dengan Buka Pertanian

Bisnis | Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:33 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44%, Wamendag: Imbas dari Aktivitas Pasar yang Mulai Ramai

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44%, Wamendag: Imbas dari Aktivitas Pasar yang Mulai Ramai

News | Selasa, 09 Agustus 2022 | 19:51 WIB

Ekonomi Indonesia Kembali ke Level Sebelum Pandemi Covid-19

Ekonomi Indonesia Kembali ke Level Sebelum Pandemi Covid-19

| Senin, 08 Agustus 2022 | 20:42 WIB

Kontribusi BUMN Pimpinan Erick Thohir di Tengah Pandemi dan Krisis Global

Kontribusi BUMN Pimpinan Erick Thohir di Tengah Pandemi dan Krisis Global

| Senin, 08 Agustus 2022 | 11:39 WIB

Turut Andil di Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2022, Erick Thohir: Wujudkan Ekonomi Adil dan Makmur

Turut Andil di Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2022, Erick Thohir: Wujudkan Ekonomi Adil dan Makmur

| Senin, 08 Agustus 2022 | 10:32 WIB

Kemenhub Minta Maskapai Penerbangan Terapkan Harga Tiket Terjangkau Demi Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Kemenhub Minta Maskapai Penerbangan Terapkan Harga Tiket Terjangkau Demi Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

| Minggu, 07 Agustus 2022 | 16:45 WIB

Menelisik Sumber Mesin Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2022 yang Tembus 5,44 Persen

Menelisik Sumber Mesin Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2022 yang Tembus 5,44 Persen

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 18:22 WIB

Terkini

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB