Suara.com - Industri desain interior dan furnitur di Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan ruang kerja dan hunian yang estetis sekaligus fungsional.
Salah satu pemain kunci yang mencuri perhatian di sektor ini adalah PT Harta Djaya Karya Tbk, yang lebih dikenal dengan merek dagang Interra.
Berawal dari workshop sederhana di Sawangan, Jawa Barat pada tahun 2012, perusahaan dengan kode saham MEJA ini kini telah bertransformasi menjadi salah satu kontraktor interior dan produsen furnitur terintegrasi yang diperhitungkan di skala nasional.
Fokus Bisnis dan Layanan Utama
PT Harta Djaya Karya Tbk mengusung konsep layanan satu pintu (one-stop solution) untuk kebutuhan interior. Perusahaan ini tidak hanya sekadar membuat meja atau kursi, tetapi menangani proyek secara menyeluruh yang meliputi:
- Konsultasi Desain: Memberikan ide dan perencanaan ruang yang optimal bagi klien.
- Konstruksi Interior: Melakukan pengerjaan fisik di lapangan agar desain menjadi kenyataan.
- Fabrikasi Furnitur: Memproduksi sendiri furnitur secara custom melalui workshop mereka di Sawangan untuk menjamin kualitas material.
Kualitas kerja mereka telah diakui lewat berbagai sertifikasi internasional, seperti ISO 9001 untuk Manajemen Mutu dan ISO 45001 untuk Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3).
Hal inilah yang membuat instansi besar seperti DPRD DKI Jakarta, Kemenkominfo, hingga perusahaan swasta sekelas Bank Mandiri dan Traveloka mempercayakan proyek mereka kepada MEJA.
Struktur Kepemilikan Saham dan Babak Baru Pengendali Perusahaan
Langkah besar diambil MEJA saat resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (IPO) pada 12 Februari 2024. Namun, dinamika korporasi tidak berhenti di situ. Menjelang akhir tahun 2025, terjadi perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham perusahaan.
Baca Juga: Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
Berdasarkan data terbaru per Desember 2025, perusahaan memasuki babak baru setelah dilakukan akuisisi oleh investor strategis. Berikut adalah ringkasan kepemilikan sahamnya:
- PT Triple Berkah Bersama (Triple B): Kini resmi menjadi pemegang saham pengendali mayoritas dengan kepemilikan sebesar 45,80%. Triple B mengambil alih porsi saham yang sebelumnya dimiliki oleh PT Interra Djaya Karya dan Richie Adrian Hartanto S.
- Masyarakat (Publik): Sisa saham dimiliki oleh masyarakat luas dan pemegang saham lama lainnya.
- Sosok Pengendali: Dalam struktur baru ini, nama Noprian Fadli tercatat sebagai individu yang menjadi pengendali baru bagi MEJA.
Proses pengalihan kekuasaan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada awal tahun 2026. Perubahan ini diharapkan membawa angin segar bagi strategi bisnis MEJA di masa depan, terutama dalam memperluas jangkauan pasar dan inovasi produk.
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) adalah contoh nyata pertumbuhan perusahaan lokal yang konsisten menjaga kualitas.
Dengan rekam jejak yang solid di tangan klien pemerintahan dan swasta, serta dukungan pengendali baru dari PT Triple Berkah Bersama, MEJA diprediksi akan terus memperkokoh posisinya di industri interior Indonesia.
Bagi para investor, memahami profil dan perubahan kepemilikan saham ini penting untuk melihat arah kebijakan perusahaan di masa mendatang.
Kontributor : Rizqi Amalia