Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Harga Emas Melesat Tinggi Gara-gara Ini

Vania Rossa | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 04 Oktober 2022 | 08:44 WIB
Harga Emas Melesat Tinggi Gara-gara Ini
Ilustrasi harga emas. [shutterstock]

Suara.com - Harga emas melesat lebih dari 2 persen pada perdagangan hari Senin (3/10/2022) karena dolar AS dan imbal hasil obligasi bergerak melemah.

Mengutip CNBC, Selasa (4/10/2022), harga emas di pasar spot melesat 2,3 persen menjadi USD1.698,48 per ounce yang bisa menjadi kenaikan harian terbesar sejak 8 Maret.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 1,8 persen lebih tinggi menjadi USD1.702 per ounce.

Sementara itu perak melambung 8,8 persen menjadi USD20,67 per ounce, level tertinggi sejak pertengahan Agustus.

"Sepanjang September, semuanya menghadapi tekanan hebat dan jenuh jual," kata Michael Matousek, Kepala Trader U.S. Global Investors.

"Sekarang orang mencari peluang, terutama pemegang non jangka panjang dari logam ini, yang melakukan aksi beli saat terjadi penurunan dan menjual saat reli," tambahnya.

Dolar melemah, membantu permintaan emas yang dihargakan dengan greenback di antara pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun turun ke level terendah lebih dari satu minggu, mendukung permintaan emas yang tidak menawarkan bunga.

Mundurnya mata uang safe-haven itu memberi emas sedikit kelonggaran, dengan harga logam kuning melakukan pemulihan kecil sejak meluncur ke level terendah sejak April 2020 pekan lalu.

"Emas menemukan dukungan karena baru-baru ini menurun ketimbang pasar secara keseluruhan," kata Matousek.

Dia menambahkan ada beberapa pelaku pasar sekarang berpikir Federal Reserve mungkin mengurangi kenaikan suku bunga, yang akan mendukung sikap bullish.

Mendukung permintaan safe-haven untuk logam tersebut, aktivitas manufaktur Amerika tumbuh pada laju paling lambat dalam hampir 2,5 tahun pada September, kemungkinan karena kenaikan suku bunga untuk menjinakkan inflasi mendinginkan permintaan barang.

"Kita harus melihat penutupan di atas USD1.700 untuk membuat bull (emas) bangkit kembali, dan bahkan itu, benar-benar tidak banyak mengubah postur teknikal, sentimen bearish masih dalam kontrol teknikal yang cukup kuat," kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Sementara itu harga paladium melejit 2,9 persen menjadi USD2.219,83 per ounce, dan platinum melesat hampir 5 persen menjadi USD901,52 per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Senin Naik 0,06 % Jadi USD1,661,79 per ounce

Harga Emas Senin Naik 0,06 % Jadi USD1,661,79 per ounce

| Senin, 03 Oktober 2022 | 10:31 WIB

Awali Pekan Ini, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp945.000/Gram

Awali Pekan Ini, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp945.000/Gram

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2022 | 08:52 WIB

Harga Emas Bangkit, Naik ke Posisi Tertinggi Satu Minggu

Harga Emas Bangkit, Naik ke Posisi Tertinggi Satu Minggu

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2022 | 08:48 WIB

Terkini

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB