Peringati Hari Tani Nasional 2022 di Yogyakarta, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Alsintan

Fabiola Febrinastri

Selasa, 04 Oktober 2022 | 14:25 WIB
Peringati Hari Tani Nasional 2022 di Yogyakarta, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Alsintan
Mentan, Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Dok: Kementan)

Suara.com - Memperingati Hari Tani Nasional 2022, Kementerian Pertanian memusatkannya di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (3/10/2022).

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah panen bawang merah ramah lingkungan di kawasan 300 hektare. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian adalah sektor penting.

"Kalau kita tidak punya makanan, kita bisa apa? Pertanian adalah hal penting bagi bangsa dan negara. Petani adalah pejuang kehidupan pejuang bangsa," katanya.

Mentan menambahkan, sektor pertanian Indonesia telah berkontribusi besar bagi perekonomian.

"Oleh karena itu, pemerintah mendukung dengan membangun infrastruktur pertanian, pendampingan teknologi, akses permodalan, dan lain-lain. Semua ikhtiar ini demi mendorong produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia," katanya.

Menurutnya, peringatan Hari Tani Nasional merupakan momentum untuk mengkonsolidasi secara emosional bagi Bangsa Indonesia, khususnya seluruh jajaran Kementan, para gubernur dan kepala daerah bahwa pertanian merupakan sektor yang sangat strategis bagi bangsa dan negara Indonesia.

Sementara itu, Dirjen PSP Kementan, Ali Jamil mengatakan, sudah saatnya petani memanfaatkan alat dan mesin pertanian.

"Kita akan terus mendorong agar petani semakin adaptif dengan kemajuan teknologi, seperti dengan memanfaatkan taksi alsintan," katanya.

Ali menjelaskan, kebutuhan alsintan di Indonesia sebanyak 1.353.463 unit untuk meng-cover total lahan sawah nasional seluas 7.463.948 hektare

baca juga

"Kebutuhan tersebut terdiri dari alsintan jenis traktor roda 4, traktor roda 2, pompa air, rice transplanter, dan hand sprayer," katanya.

Untuk memanfaatkan keberadaan alsintan, Kementan melakukan pelatihan SDM, yaitu pengelola dan operator, kemudian melakukan pengawalan dan pendampingan teknis dan manajemen.

"Kita juga memfasilitasi sarana pendukung operasional Taksi Alsintan, seperti sarana managemen informasi, perbengkelan, suku cadang, BBM, pelumas, penguatan Kelembagaan pengelola taksi alsintan, juga pengawasan dan evaluasi," katanya.

Ali berharap, kemudahan-kemudahan bisa didapatkan oleh para pengelola taksi alsintan.

"Jadi relatif ini tidak ada APBN, tapi menggunakan dana perbankan. Kami tentu yang menjalankan di lapangan, terima kasih pada bapak presiden, menkeu, dan semua yang terlibat. Untuk pak menteri pertanian, kami eksekutor di lapangan siap menjalankan ini. Namun beberapa poin perlu diperhatikan, seperti saya bilang tadi DP-nya masih 30 persen diperbankan. Boleh tidak, DP-nya diturunkan," katanya.

Ali mengatakan, poinnya adalah level mekanisasi kita kalau dibanding dengan negara-negara maju sangat jauh tertinggal.

"Kita belum sampai 5 level mekanisasi. Level mekanisasi itu maksudnya adalah jumlah host power Alsintan yang bekerja di lahan 1 hektare. Amerika sudah di atas 15 bahkan 18, Jepang sudah 17, negara tetangga kita juga sudah cukup bagus. Jadi kita ini masih di bawah 5, sehingga bisa dibilang efisiensi usaha tani padi kita memang masih agak besar, masih agak tinggi," ujarnya.

Menurutnya, salah satu penyebab mekanisasi belum maksimal adalah karena alsintan belum bekerja semuanya.

"Masih banyak petani kita panen yang manual, tanam manual, mengolah tanah masih ada yang pegang cangkul. Padahal alsintan ada, traktor roda 4 roda 2 ada dan pemerintah tentu dengan anggaran yang ada kita sudah gelontorkan sudah jalankan. Tapi dengan program taksi alsintan merah putih, kita berharap ada percepatan mekanisasi pertanian kita semakin hebat, itu yang kita harapkan," ujarnya.

Ali berharap perbankan bisa turut membantu menaikkan level mekanisasi melalui kemudahan uang muka.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengapresiasi yang dilakukan petani. Karena punya panen yang baik, hasil berlebih.

"Tadi saya dengar 16 ton per hektare, itu bagus sekali petani bawang merah. Kami menjaga ketahanan pangan dengan 35 ribu hektare. Lahan ini kami lindungi demi ketahanan pangan. Tanah itu akan tetap jadi lahan pertanian," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerakan Komite Bersama Aksi Hari Tani Nasional Nilai Rezim Jokowi Tidak Pro Rakyat

Gerakan Komite Bersama Aksi Hari Tani Nasional Nilai Rezim Jokowi Tidak Pro Rakyat

Soreang | Kamis, 29 September 2022 | 14:42 WIB

Mentan: Program JUT Dorong Sektor Pertanian Berkembang Pesat

Mentan: Program JUT Dorong Sektor Pertanian Berkembang Pesat

Jakarta | Kamis, 29 September 2022 | 10:18 WIB

Dorong Ekspor, Kementan Perbaharui Daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan

Dorong Ekspor, Kementan Perbaharui Daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan

Bisnis | Kamis, 29 September 2022 | 05:49 WIB

Mentan SYL Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital di Forum AMM G20

Mentan SYL Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital di Forum AMM G20

Bisnis | Selasa, 27 September 2022 | 19:49 WIB

Kementan Dorong Produktivitas Pertanian dan Pemulihan Ekonomi dengan Program Jalan Usaha Tani

Kementan Dorong Produktivitas Pertanian dan Pemulihan Ekonomi dengan Program Jalan Usaha Tani

Jakarta | Selasa, 27 September 2022 | 10:56 WIB

Kementan Kompensasi Rp10 Juta untuk Ternak yang Dipotong Akibat Terjangkit PMK

Kementan Kompensasi Rp10 Juta untuk Ternak yang Dipotong Akibat Terjangkit PMK

Bisnis | Selasa, 27 September 2022 | 08:29 WIB

Terkini

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:40 WIB

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

News | Senin, 28 September 2026 | 14:36 WIB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:29 WIB

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:28 WIB

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

×