Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Harga Emas Tergelincir 1 Persen Usai Laporan Data Ketenagakerjaan AS

Vania Rossa, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 10 Oktober 2022 | 09:13 WIB
Harga Emas Tergelincir 1 Persen Usai Laporan Data Ketenagakerjaan AS
Ilustrasi harga emas. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas turun pada perdagangan akhir pekan lalu setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan menerapkan kenaikan suku bunga yang curam dan mengangkat dolar dan imbal hasil obligasi.

Mengutip CNBC, Senin (10/10/2022), harga emas di pasar spot turun 0,9 persen ke harga USD1.695,40 per ounce. Harga telah naik sekitar 2 persen sejak minggu lalu.

Sedangkan emas berjangka AS tergelincir 1 persen menjadi USD1.703,40.

"Pasar melihat laporan penggajian yang lebih kuat dari perkiraan sebagai dorongan lebih lanjut bagi The Fed untuk menaikkan lagi 75 bps pada pertemuan awal November," kata Tai Wong, analis di Heraeus Precious Metals di New York.

Wong menambahkan jika emas batangan tidak menahan support di USD1.690, itu bisa menguji ulang level USD1.660.

"Pasar sekarang akan fokus pada data inflasi utama minggu depan, serta risalah Fed," ucap Wong.

Data menunjukkan pengusaha AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari perkiraan pada bulan September, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen.

Spekulasi sekarang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga the Fed 75 bps mencapai 92 persen pada pertemuan kebijakan bulan depan setelah laporan pasar tenaga kerja yang kuat.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil, sambil meningkatkan dolar, di mana emas dihargai.

baca juga

Mengikuti data, dolar AS melonjak 0,3 persen terhadap para pesaingnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Benchmark imbal hasil Treasury AS juga naik.

Sedangkan harga perak turun 2,7 persen menjadi USD20,10 per ounce, tetapi berada di jalur kenaikan mingguan 6,5 persen terbesar sejak akhir Juli. Platinum kehilangan 1,1 persen menjadi USD912,07 per ounce dan menuju minggu terbaik sejak Februari 2021. Palladium turun 3,1 persen menjadi USD2,190,78.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awali Pekan Ini, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp949.000/Gram

Awali Pekan Ini, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp949.000/Gram

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2022 | 09:10 WIB

Kilau Emas Pudar, Tertahan Penguatan Dolar

Kilau Emas Pudar, Tertahan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 08:49 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp953.000/Gram

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp953.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 08:47 WIB

Terkini

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB