Limbah Masker dari Pandemi Diolah Menjadi Bahan Bakar Alternatif Baru

Vania Rossa

Selasa, 18 Oktober 2022 | 16:12 WIB
Limbah Masker dari Pandemi Diolah Menjadi Bahan Bakar Alternatif Baru
Ilustrasi limbah masker. (Dok. Kimberly-Clark Softex)

Suara.com - Walau penggunaan masker berperan penting dalam pencegahan penyebaran Covid-19, peningkatan jumlah limbah masker yang tidak dapat terurai meningkatkan kekhawatiran global akan dampaknya terhadap ekosistem darat dan laut.

Hasil riset Institut Teknologi Bandung tahun 2021 menunjukkan estimasi jumlah limbah masker yang berasal dari sampah rumah tangga di Bandung mencapai 3,89 ton per hari atau setara dengan 1.421,44 ton per tahun.

Kimberly-Clark Softex mengumumkan kerja sama strategis dengan komunitas jasa pengelolaan sampah, yaitu Bank Sampah Bersinar (BSB) untuk pengelolaan limbah masker, dan telah mendaur ulang 979 kg limbah masker menjadi minyak mentah selama delapan bulan terakhir.

“Sebagai salah satu pemimpin produsen produk perawatan pribadi di Indonesia, kami berusaha untuk terus menghasilkan produk berkualitas tinggi guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan meninggalkan jejak lingkungan seminimal mungkin. Kami bertujuan untuk membawa dampak yang besar bagi masyarakat dan berfokus pada pembangunan berkelanjutan. Program ini merupakan salah satu upaya kami sebagai produsen masker melalui brand Softies untuk menciptakan planet yang lebih baik dengan mendaur ulang limbah produk kami,” jelas Kadir Gunduz, Presiden Direktur Kimberly-Clark Softex, mengutip keterangan tertulis.

Lebih lanjut dikatakan bahwa jika Bandung dapat mendaur ulang 100% masker bekas pakai, limbah ini dapat diubah menjadi 970 kg minyak mentah per hari atau lebih dari 354 ton per tahun – cukup untuk menggantikan 0,220% dari total konsumsi bahan bakar minyak di Bandung sebagai kota metropolitan.

Setiap 4 kg sampah dapat didaur ulang menjadi 0.5 kg minyak mentah yang kemudian dapat diproses menjadi bensin atau diesel nabati (green gasoline and diesel).

Hasil riset dari Universitas Semarang menunjukkan total rata-rata kebutuhan bahan bakar minyak pada kota metropolitan mencapai 455.382 kilo liter per tahun.

Sebelum ini, Kimberly-Clark Softex juga telah menjalankan inisiatif pengelolaan limbah popok. Perusahaan mendaur ulang lebih dari 150-metrik ton limbah popok menjadi Refused Plastic Fuel (RFP), pupuk, bata ringan, minyak mentah, kertas, dan berbagai kerajinan tangan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBM Mahal, Pemerintah Diminta Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif

Harga BBM Mahal, Pemerintah Diminta Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif

Bisnis | Kamis, 08 September 2022 | 17:48 WIB

Kisah dari Desa Bangsring, Warga Olah Limbah Masker Jadi BBM Setara Premium dan Solar

Kisah dari Desa Bangsring, Warga Olah Limbah Masker Jadi BBM Setara Premium dan Solar

News | Jum'at, 28 Januari 2022 | 10:07 WIB

Biar Nggak Penasaran, Ketahui Apa Itu Biosolar dan Sederet Keunggulannya

Biar Nggak Penasaran, Ketahui Apa Itu Biosolar dan Sederet Keunggulannya

Otomotif | Kamis, 06 Januari 2022 | 18:00 WIB

Terkini

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

Kalbar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:19 WIB

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:10 WIB

×