Ratusan Petugas TPST Bantargebang Terpapar Covid, Benarkah Limbah Masker Tularkan Virus?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 19 Desember 2021 | 12:14 WIB
Ratusan Petugas TPST Bantargebang Terpapar Covid, Benarkah Limbah Masker Tularkan Virus?
Ilustrasi sarung tangan dan masker medis. (Pixabay/leo2014)

Suara.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Asep Kuswanto, mengatakan sebanyak 110 hingga 120 petugas di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang telah terpapar virus corona Covid-19 akibat limbah medis, terutama masker sekali pakai.

Asep menduga petugas terpapar Covid-19, yang terjadi sekitar Juni hingga Juli lalu ini, karena limbah masker telah bercampur dengan sampah rumah tangga.

"Petugas gerobak banyak yang tidak memahami ada rumah yang terkena pasien Covid-19 atau enggak, kemudian semua sampah disatukan, dimasukan ke tong sampah, dan kemudian ke Bantargebang," jelas Asep, dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/12/2021).

Dari kasus tersebut, benarkah limbah masker masih bisa menularkan virus?

Limbah medis bekas APD berupa masker dan sarung tangan berserakan di TPU Jombang Ciputat, Tangsel, Senin (18/1/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy]
Limbah medis bekas APD berupa masker dan sarung tangan berserakan di TPU Jombang Ciputat, Tangsel, Senin (18/1/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy]

Dalam webinar bertajuk 'Pengelolaan Limbah Masker di Masa Pandemi Covid-19, Jangan Buang Maskermu' pada Februari lalu, Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Ratih Asmaningrum menjelaskan masker medis yang tidak dibuang secara benar dapat menularkan virus.

Sebab, masker medis memiliki beberapa lapisan yang dapat memengaruhi ketahanan virus yang menempel di pemukaan masker.

Menurutnya, virus dapat bertahan hingga 7 hari jika menempel pada bagian dalam masker. Sementara dapat bertahan lebih dari seminggu apabila berada di bagian luar masker.

Bagi orang yang terinfeksi Covid-19, bagian dalam masker tentu terdapat virus corona karena berkontak langsung denga mulut serta hidung. Sementara bagi orang yang tidak terinfeksi, di bagian luarlah yang terdapat virus karena paparan dari luar.

Tidak hanya masker, limbah medis lain juga dapat memaparkan virus corona.

baca juga

"Ketahanan alat pelindung diri seperti masker N95 bisa sampai 21 hari, sarung tangan karet 4 hari, dan plastik 12 hari," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencemaran di Sungai Cisadane, Limbah Kimia Pabrik Jadi Biang Keladi

Pencemaran di Sungai Cisadane, Limbah Kimia Pabrik Jadi Biang Keladi

Video | Sabtu, 18 Desember 2021 | 11:25 WIB

Limbah Medis DKI Jakarta Meroket Hingga 70.464 Kilogram Selama 2021

Limbah Medis DKI Jakarta Meroket Hingga 70.464 Kilogram Selama 2021

Jakarta | Jum'at, 17 Desember 2021 | 20:21 WIB

Limbah Masker Tularkan Covid-19, Ratusan Petugas di TPST Bantargebang Terpapar

Limbah Masker Tularkan Covid-19, Ratusan Petugas di TPST Bantargebang Terpapar

News | Jum'at, 17 Desember 2021 | 16:53 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×