Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Kubedistik Binaan Pertamina EP Tarakan Field Jawab Kebutuhan Sosial dan Tingkatkan Kapasitas Kelompok Difabel

Iwan Supriyatna

Selasa, 25 Oktober 2022 | 07:14 WIB
Kubedistik Binaan Pertamina EP Tarakan Field Jawab Kebutuhan Sosial dan Tingkatkan Kapasitas Kelompok Difabel
PEP Tarakan Field adalah pemberdayaan penyandang difabel, yaitu Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Suara.com - Pertamina EP (PEP) Tarakan Field, bagian dari Zona 10 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, selain bertugas melakukan eksploitasi minyak dan gas bumi juga berperan melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Salah satu program TJSL andalan PEP Tarakan Field adalah pemberdayaan penyandang difabel, yaitu Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

“Saat ini adalah tahun keempat PEP Tarakan Field terlibat dalam pemberdayaan Kubedistik. Alhamdulillah kami merasakan manfaat dan dukungan PEP Tarakan Field dalam pemberdayaan penyandang difabel untuk pengembangan batik ramah lingkungan,” ujar Sonny Lolong, Pendamping Teknis Kelompok Kubedistik, kepada wartawan di Tarakan.

Menurut Sonny, inisiasi pembentukan Kubedistik terjadi pada 2019 sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat rentan serta melestarikan lingkungan dalam peningkatan usaha kerajinan batik.

Inisiatif pembentukan kelompok berasal dari PEP Tarakan Field, pemerintah lokal, dan organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang seni budaya, dan pariwisata.

“Kegiatan tersebut merupakan upaya bersama untuk mengembangkan potensi lokal dalam bidang kerajian batik,” katanya.

Sonny menyebutkan, pada awal terbentuknya Kubedistik sangat tidak mudah. Banyak tantangan yang dihadapi. Butuh waktu, tenaga dan banyak kesabaran untuk melatih mereka. Pasalnya, para difabel yang berlatih dan bekerja di Kubedistik menyandang beragam disabilitas mulai dari tuna daksa, tuna grahita maupun tuna rungu sehingga memerlukan pendekatan masing-masing dalam pelatihannya.

“Pernah kejadian, ratusan kain batik pesanan yang dikerjakan rusak/gagal karena masalah komunikasi dan lainnya. Butuh banyak kesabaran. Tapi tidak apa-apa yang penting teman-teman di sini tetap bersemangat," kata Sonny yang juga seorang pembatik.

Dia bercerita, pada awal pembentukan kelompok, ada lima orang penyandang difabel yang bergabung. Kemudian bertambah menjadi 20 orang pada 2020 dan kini anggota Kubedistik berkembang jadi 26 orang. Aktivitas membatik dilakukan di Rumah Batik RT 03 Kelurahan Kampung Skip, Kecamatan Tarakan Tengah. Anggota Kubedistik juga dapat melakukan sebagian aktivitasnya di rumah dan dikembangkan aktivitas kelompok melalui diskusi online.

baca juga

“Kain yang telah dibatik tinggal disetorkan ke sini (Kubedistik),” ujarnya.

Sonny dan Kubedistik juga kreatif dalam membatik. Buktinya, mereka berupaya melestarikan budaya dan memanfaatkan sumberdaya alam sekitar, yaitu penggunaan pewarna alami dari batang mangrove. Apalagi mangrove melimpah dan mudah didapat di pesisir Kota Tarakan.

“Kami menggunakan limbah kayu bakau. Satu kilogram kayu bakau ditambah lima liter air direbus selama dua jam menghasilkan ekstrak pewarna alami. Limbah ekstrak pewarna alami kami permentasi bersama EM4 dan mikroorganisme lokal (MOL) sehingga menjadi pupuk organik,” katanya.

Dari sisi motif, lanjut Sonny, untuk melestarikan kebudayaan Kota Tarakan dalam hal ini budaya suku Tidung. Lalu dikembangkan motif khas Tidung, seperti motif batik pakis, motif batik cumi-cumi dan motif batik lainnya sesuai dengan kekayaan alam dan budaya setempat.

“Kubedistik kini memiliki HaKI (hak atas kekayaan intelektual) atas enam motif batik khas Tarakan dan beberapa motif lainnya tengah dalam proses mendapatkan HaKI,” ujarnya.

Sonny juga mengapresiasi dukungan PT Pertamina Hulu Indonesia yang bekerja sama dengan Askrindo dalam mendukung Kubedistik, termasuk pemberian asuransi kecelakaan diri bagi 26 anggota mulai tahun ini. Kubedistik juga mendapatkan sokongan dari Pertamina dalam pemasaran produk, termasuk pameran-pameran yang diadakan di sejumlah tempat di Tanah Air.

Tak hanya itu, lanjut Sonny, Pemkot Tarakan juga mendukung program batik salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Walikota Tarakan No 7 Tahun 2021 tentang pakaian dinas ASN. Setiap hari Kamis, ASN di Tarakan mengenakan batik khas Tarakan yang dibuat Kubedistik.

“Dinas Pariwisata Tarakan juga menjadikan Kubedistik sebagai destinasi wisata belajar batik,” jelas kelahiran Sukabumi, Jawa Barat.

Selama empat tahun berjalan, anggota Kubedistik telah siap mandiri. Hal itu dibuktikan dari kesiapan Hadi, salah seorang tuna rungu-wicara anggota Kubedistik. Dia sudah siap mandiri jika PEP Tarakan Field exit program pada 2023. Menggunakan bahasa isyarat, dengan bersemangat Hadi menyampaikan rasa terima kasih kepada Pertamina serta harapannya.

Senyum Hadi mengungkapkan optimismenya bahwa batik bisa menjadi tumpuan untuk masa depan yang lebih sejahtera. Pasalnya, Kubedistik telah meningkatkan kesejahteraan kelompok difabel Tarakan. Dari sisi ekonomi, pendapatan Kubedistik mencapai Rp143 juta per tahun dan Rp 1,3 juta per bulan untuk tiap anggota.

Selain itu, ada efisiensi biaya pengelolaan lingkungan yang mencapai Rp17,5 juta. Apalagi penggunaan pewarna batik yang ramah lingkungan bisa mengurangi emisi 6.600 kg CO2e/ tahun dan 360 kg per tahun limbah sisa pewarna bakau yang diolah jadi pupuk kompos yang ramah lingkungan.

Arbain, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan, mengatakan program Kubedistik paralel dengan tujuan Pemkot. Melalui usaha seperti ini, penyandang disabilitas benar-benar dapat diberdayakan. Pemkot Tarakan saat ini mendata kembali penyandang disabilitas di Kota Tarakan.

“Dengan data terbaru, Pemkot dapat berkolaborasi dengan PEP Tarakan Field menciptakan program-program pemberdayaan sejenis bagi para difabel,” katanya.

Isrianto Kurniawan, Field Manager PEP Tarakan Field, menjelaskan upaya pemberdayaan masyarakat, perempuan, pendidikan, dan kesehatan menjadi perhatian PEP Tarakan Field dalam menjalankan TJSL, termasuk program Kubedsitik. Melalui Kubedistik diharapkan dapat menjadi salah satu model upaya peningkatan kesejahteraan penyandang difabel, menjaga selalu lingkungan dengan menggunakan bahan baku batik alami, serta menjadikan motif batik Tarakan sebagai motif unggulan di Kalimantan Utara.

“Pengembangan akses teknologi dan literasi digital bagi penyandang difabel terus dilakukan, selain sebagai bagian dari upaya untuk menjawab tantangan masa depan dalam era industri 4.0,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru di Wilayah Cepu

Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru di Wilayah Cepu

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2022 | 08:59 WIB

Pertamina Peduli Bantu Korban Bencana Banjir di Kalimantan Tengah

Pertamina Peduli Bantu Korban Bencana Banjir di Kalimantan Tengah

Bisnis | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 12:05 WIB

Presiden Buka Trade Expo Indonesia, Pertamina Boyong 50 UMKM dan Siap Go Global

Presiden Buka Trade Expo Indonesia, Pertamina Boyong 50 UMKM dan Siap Go Global

Bisnis | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 11:57 WIB

Terkini

DPR-Pemerintah Sepakati Nasib Guru PPPK, Peluang PNS dan Status Full Time Terbuka 2027

DPR-Pemerintah Sepakati Nasib Guru PPPK, Peluang PNS dan Status Full Time Terbuka 2027

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang

Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Hierarki dalam Selera Buku: Mengapa Bacaan Ringan Kerap Dipandang Rendah?

Hierarki dalam Selera Buku: Mengapa Bacaan Ringan Kerap Dipandang Rendah?

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:30 WIB

5 Cara Menyimpan Sepatu agar Tidak Berjamur, Bebas Bau Apek

5 Cara Menyimpan Sepatu agar Tidak Berjamur, Bebas Bau Apek

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Beda dari yang Lain! 5 Spot Unik di Pontianak Siap Bikin Anda Takjub

Beda dari yang Lain! 5 Spot Unik di Pontianak Siap Bikin Anda Takjub

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:28 WIB

DPR Dorong Finalisasi Perpres Ojol Akhir Agustus Ini, Perkuat Perlindungan Pengojek dan Kurir

DPR Dorong Finalisasi Perpres Ojol Akhir Agustus Ini, Perkuat Perlindungan Pengojek dan Kurir

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga

Pegang Pantat Mahasiswi, Karyawan Hotel Ini Dicokok Warga

Bali | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:18 WIB

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:13 WIB

×