Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Penyebab Harga Beras Naik Berdasarkan Kajian Terkini Pataka

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 26 Oktober 2022 | 11:55 WIB
Penyebab Harga Beras Naik Berdasarkan Kajian Terkini Pataka
Petani beras Srinuk, Harjono asal Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Klaten, menilai kedatangan Ganjar ke tempatnya untuk mengecek beras Srinuk sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap petani. [Istimewa]

Suara.com - Penyebab harga beras naik disebabkan oleh banyak faktor seperti produksi beras yang menurun, kenaikan harga BBM, hingga kelangkaan pasokan pupuk.

“Beberapa faktor yang diyakini mempengaruhi kenaikan harga beras adalah produksi beras menurun di bulan tertentu, implikasi kenaikan harga BBM, efek samping kebijakan bansos (free market), kebijakan fleksibilitas harga gabah dan beras ditingkat petani hingga langkanya pasokan impor pupuk akibat perang Rusia-Ukraina,” kata Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Ali Usman terkait kenaikan harga beras yang terjadi sejak Agustus 2022.

Sementara, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan BPN,  Rachmi Widiriani mengatakan, pemerintah menargetkan stok beras Bulog sebanyak 1,2 juta ton pada akhir tahun 2022. 

Ia menambahkan, saat ini pembelian beras memerlukan upaya lebih karena produksi yang menurun akibat musim gadu.

Di musim gadu atau penanaman pada musim kemarau, produksi gabah atau beras rendah tetapi kualitasnya lebih bagus.

“Karena berada pada musim panas sehingga kualitas gabah atau beras yang dihasilkan lebih baik dibanding periode sebelumnya,” kata dia.

Ia menyampaikan, harga GKP (gabah kering panen) di tingkat petani mengalami kenaikan sebesar 13,5 persen, harga GKG (gabah kering giling) meningkat 9,2 persen, dan harga beras meningkat 4,2 persen dari Rp10.700 di bulan Juli 2022 menjadi Rp11.090/kg di tingkat konsumen.

Menurut dia, kebijakan fleksibilitas harga gabah dan beras telah dicabut sejak 17 Oktober 2022. Hasil evaluasi, kata Rachmi, fleksibilitas mendorong kenaikan harga beras, namun memberi kesempatan kepada petani untuk meningkatkan kualitas gabah sehingga dapat menikmati harga gabah terbaik dari Bulog.

Koordinator Evaluasi dan Pelaporan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP) Kementerian Pertanian Batara Siagian mengatakan, biaya usaha tani meningkat signifikan terutama karena kenaikan BBM dan harga pupuk.

“Jadi HPP petani mengarah Rp15 juta per hektar. Sedangkan banyak petani memiliki lahan di bawah 1 hektar,” kata dia.

Dia mensimulasikan ketika petani menghasilkan 5 ton per hektar dengan harga GKG Rp5.000/kg sehingga pendapatan petani hanya Rp25 juta per hektar. Selanjutnya pendapatan bersih sekitar Rp10 juta dibagi masa tanam selama empat bulan sehingga pendapatannya hanya Rp2 juta per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percepat Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Bulog Gelar Aksi Berbagi

Percepat Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Bulog Gelar Aksi Berbagi

News | Minggu, 23 Oktober 2022 | 10:23 WIB

Harga Beras Menjadi Rp 9.000- Rp 9.200/kg Sampai Kapan?

Harga Beras Menjadi Rp 9.000- Rp 9.200/kg Sampai Kapan?

| Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:04 WIB

Ada Pasar Murah di Kota Medan, Ini Jadwal dan Lokasinya

Ada Pasar Murah di Kota Medan, Ini Jadwal dan Lokasinya

| Rabu, 19 Oktober 2022 | 17:44 WIB

Bulog Berkolaborasi dengan NFA dan Kemenhub Percepat Pemerataan Stok Beras Via Laut

Bulog Berkolaborasi dengan NFA dan Kemenhub Percepat Pemerataan Stok Beras Via Laut

News | Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:00 WIB

Presiden Tanyakan Penyebab Harga Beras Naik, Begini Jawaban Menteri Pertanian

Presiden Tanyakan Penyebab Harga Beras Naik, Begini Jawaban Menteri Pertanian

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2022 | 08:56 WIB

Bulog Siapkan Stok Beras untuk Antisipasi Inflasi di Kepri

Bulog Siapkan Stok Beras untuk Antisipasi Inflasi di Kepri

Batam | Rabu, 12 Oktober 2022 | 06:00 WIB

Terkini

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB