Berinvestasi di tanah yang bersertifikat dapat dikatakan selalu mendapatkan keuntungan dan tidak pernah rugi. Terlebih lagi jika dijalankan usaha diatasnya.
Selain mendapatkan double income dan capital gain, mereka nantinya juga akan memperoleh hasil dari usaha yang dijalankan tanpa depresiasi.
Apabila dibandingkan dengan pertumbuhan investasi emas yang kurang lebih hanya 7% per tahun, konsep investasi ini dapat memproyeksikan keuntungan yang lebih besar.
Beberapa keuntungan lainnya yang juga bisa diperoleh oleh mereka yang berinvestasi di tanah kavling, yakni lokasi yang strategis, dapat dikembangkan menjadi sebuah bisnis, infrastruktur yang memadai dan lain sebagainya.
Investasi dengan kepemilikan tanah kavling cocok untuk dijadikan tabungan disaat masa tua dan bagi para pensiunan yang sudah tidak bekerja.
Hal ini dikarenakan investasi dengan konsep tanah kavling dengan modal terbatas tidak memerlukan biaya perawatan yang tinggi, tidak mengalami depresiasi dan juga tidak menyita banyak waktu.
Selain itu, harga tanah juga akan terus mengalami kenaikan hingga 20% per tahunnya tanpa harus mencari cara agar harga tanah kavling dapat semakin mahal.
Salah satu konsep investasi kepemilikan tanah kavling SHM dengan peternakan domba terintegrasi adalah di Agrowisata Bali Ndeso yang berlokasi di Karanganyar, Solo Raya.
Pada 16 Oktober 2022, Jowopro Group mengadakan Gathering Meet and Greet di Agrowisata Bali Ndeso yang menghadirkan kurang lebih 500 calon investor dipandu oleh Pangsit Ex Teamlo dan Terra Sudiro, dimana semua peserta berkesempatan memiliki kavling produktif dengan peternakan domba bahkan dengan Villa Mountain Cottage Tawangmangu, dengan pengelolaan syirkah mudharabah oleh manajemen profesional dengan resiko paling rendah dan proyeksi keuntungan hingga 24% per tahunnya.
“Agrowisata Bali Ndeso menjadi solusi untuk tabungan pensiun, namun tetap berpenghasilan. Pemilik kavling kandang akan memiliki bagi hasil untung 2-4 bulan sekali tanpa repot beternak, bersihkan kandang, kasih pakan, sampai penjualan,” kata Riyanto selaku direktur PT Jowopro Indonesia Group.
“Tidak seperti membeli properti yang harganya tinggi, Insya Allah terjangkau bagi yang modalnya pas-pasan,” sambungnya.
Baca Juga: Sumbang 8,4 Persen Perekonomian Nasional, Ganjar Galakkan Investasi Jateng di Mata Dunia
Melalui web resminya, diketahui lebih dari 50 pemilik lahan Agrowisata Bali Ndeso tahap 1 telah mendapatkan bagi hasil.