Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Dunia Anjlok Tersengat Ledakan Kasus Covid-19 di China

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 18 November 2022 | 10:05 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Tersengat Ledakan Kasus Covid-19 di China
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia jatuh lebih dari 3 persen pada perdagangan hari Kamis, dengan permintaan tertekan oleh meningkatnya kasus Covid-19 di China dan kekhawatiran kenaikan suku bunga Amerika yang lebih agresif.

Mengutip CNBC, Jumat (18/11/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup anjlok USD3,08 atau 3,3 persen menjadi USD89,78 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), merosot USD3,95, atau 4,6 persen menjadi menetap di posisi USD81,64 per barel.

"Ini semacam pukulan tiga kali lipat. Kita mendapati kasus Covid-19 yang melonjak di China, suku bunga terus meningkat di Amerika, dan sekarang kita memiliki pelemahan teknikal di pasar," kata Dennis Kissler, Vice President BOK Financial.

Presiden Federal Reserve St Louis, James Bullard, mengatakan aturan dasar kebijakan moneter akan mengharuskan suku bunga naik setidaknya sekitar 5 persen sementara asumsi yang lebih ketat akan merekomendasikan suku bunga di atas 7 persen.

Dolar juga menguat setelah investor mencerna data ekonomi Amerika. Dolar yang lebih kuat membuat minyak berdenominasi greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

China melaporkan peningkatan infeksi Covid-19 harian dan pengilangan China meminta untuk mengurangi volume minyak mentah Saudi pada Desember, sementara juga memperlambat pembelian minyak mentah Rusia.

Meski beban kasus Covid di China lebih kecil daripada negara lain, importir minyak mentah terbesar di dunia itu mempertahankan kebijakan ketat untuk meredam wabah tersebut, mengurangi permintaan bahan bakar.

"Pasar benar-benar terperangkap dalam potensi kehancuran permintaan yang serius, dan kita pasti melihat perubahan mood ke sisi negatifnya," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Polandia dan NATO, Rabu, mengatakan sebuah rudal yang jatuh di wilayah negara itu mungkin ditembakkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina dan bukan serangan Rusia, meredakan kekhawatiran perang Rusia-Ukraina bakal melebar.

"Syukurlah, ketakutan itu mereda dan situasi lebih kondusif, yang membuat keuntungan minyak menguap," kata Craig Erlam, analis OANDA.

Minyak mendapat dukungan dari angka resmi yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan 5 juta barel dalam minggu terakhir.

Pasokan juga mengetat pada November karena OPEC dan sekutunya, yang dikenal secara kolektif sebagai OPEC Plus, menerapkan kontrol produksi terbaru mereka untuk mendukung pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fungsi Wisma Atlet Sebagai RSDC-19 Diperpanjang, Kasus COVID-19 Naik Hampir Dua Kali Lipat

Fungsi Wisma Atlet Sebagai RSDC-19 Diperpanjang, Kasus COVID-19 Naik Hampir Dua Kali Lipat

Bisnis | Kamis, 17 November 2022 | 10:44 WIB

Jokowi Sebut Xi Jinping 'Big Brother', Tunjukkan Kedekatan Indonesia dan China

Jokowi Sebut Xi Jinping 'Big Brother', Tunjukkan Kedekatan Indonesia dan China

Bisnis | Kamis, 17 November 2022 | 10:26 WIB

Kereta Cepat Jadi 'Awal' Kerja Sama Proyek China di Indonesia, Luhut: Harus Jadi!

Kereta Cepat Jadi 'Awal' Kerja Sama Proyek China di Indonesia, Luhut: Harus Jadi!

Bisnis | Rabu, 16 November 2022 | 19:26 WIB

Terkini

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:34 WIB

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB