Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Orkestrasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan oleh NFA Sudah Dirasakan Manfaatnya

Iwan Supriyatna

Sabtu, 10 Desember 2022 | 06:10 WIB
Orkestrasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan oleh NFA Sudah Dirasakan Manfaatnya
Ilustrasi pangan. [Istimewa]

Suara.com - Orkestrasi dalam menstabilkan pasokan dan harga pangan yang dilakukan Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) sudah dirasakan. Selain peternak sebagai produsen, kehadiran NFA juga besar manfaatnya bagi daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kendal, Jawa Tengah, Suwardi, menjadi saksi kehadiran NFA sebagai 'dewa penolong'. Diakui Suwardi, harga telur fluktuatif. Di sisi lain, harga pakan terus membubung. Ini antara lain karena pasokan dan harga jagung untuk pakan tidak pasti.

Sejak ada NFA, peternak ayam petelur difasilitasi. Ketika harga telur ayam jatuh, NFA memfasilitasi pembelian telur agar peternak tidak merugi. Sebaliknya, ketika harga telur naik tinggi, misal di Jakarta yang sempat di atas Rp30 ribu/kg, peternak memasok telur dengan harga terjangkau.

"Saat ini, untuk (harga fluktuatif) di telur boleh dibilang sudah selesai," kata Suwardi dalam diskusi daring Alinea Forum bertajuk "Orkestrasi NFA Dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga".

Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Sukorejo, Kendal, memiliki 1.337 anggota UMKM, jumlah ternak 4 juta lebih dengan produksi harian 212 ton telur. Koperasi membawahi 7 kabupaten dan memiliki peternak 17 juta.

Fasilitasi juga dirasakan Suwardi dan anggota untuk mendapatkan kepastian pasokan jagung buat bahan pakan ternak. NFA menghubungkan peternak ayam petelur dengan daerah produsen jagung, misalnya Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Ketika harga jagung tinggi, NFA memberikan subsidi angkutan. Peternak ayam petelur membeli jagung dengan harga terjangkau.

Konsep B to B

Sebaliknya, ketika harga jagung di NTB jatuh, peternak ayam petelur bisa jadi 'dewa penolong' bagi petani jagung. Suwardi mencontohkan pada November lalu harga jagung jatuh hingga Rp3.200/kg, jauh di bawah harga acuan pemerintah Rp4.200/kg. Oleh NFA, peternak diminta membeli jagung.

Rentang 26 November hingga 8 Desember 2022, kata Suwardi, pihaknya telah menyerap jagung dari Bima dan Dompu, NTB, sebanyak 547 ton. "Sekarang harga jagung di NTB sudah membaik, yakni Rp3.800. Memang belum sesuai harga acuan, tapi dampaknya sangat dirasakan petani," kata Suwardi.

baca juga

Menurut Suwardi, fasilitasi NFA itu sudah berubah menjadi business to business. Petani jagung dan peternak ayam petelur sama-sama diuntungkan. Karena proses jual-beli bisa dilakukan secara langsung. Tidak ada lagi perantara yang mengutip margin keuntungan. Rantai pasok lebih pendek.

Pernyataan Suwardi diamini Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB Abdul Azis. Aziz mengaku, NFA mempertemukan antara asosiasi peternak dari luar daerah dengan asosiasi petani jagung di wilayahnya. Hasilnya, 500 ton dari 600 ton jagung yang diproduksi di NTB berhasil diserap pasar.

"Sehingga harga yang diharapkan petani, kendati belum seperti yang ditetapkan Badan Pangan Nasional, tetapi sudah jauh lebih baik," ucap dia. Menurut Azis, cara seperti itu cukup membantu petani.

Aziz menjelaskan, NTB surplus produksi jagung dan beras. Pada saat panen, kata dia, harga seringkali jatuh. "Gabah dan jagung ini pada saat panen raya di Sumbawa selalu ribut, harganya jatuh di bawah HPP. Kebanyakan (petani) menyalahkan kita. Ini selalu jadi pikiran saya," kata dia.

Diakui Aziz, hadirnya NFA tak ubahnya 'dewa penolong'. NFA antara lain memberikan bantuan infrastruktur penyimpanan daging beku. Ada pelatihan petani cabe dan bawang. Bulog juga membangun silo untuk menyimpan jagung dan gabah. "Sebelum NFA turun, saya kelabakan juga terkait dengan tuntutan masyarakat terkait stabilisasi harga jagung," tambah dia.

Orkestrasi Supply-Demand

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

APBN Jateng 2023 Capai Rp 104 Triliun, Ganjar Minta Fokus Kemandirian Pangan dan Energi

APBN Jateng 2023 Capai Rp 104 Triliun, Ganjar Minta Fokus Kemandirian Pangan dan Energi

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2022 | 13:00 WIB

Hanjeli, Tanaman Kaya Manfaat yang Belum Banyak Peminat

Hanjeli, Tanaman Kaya Manfaat yang Belum Banyak Peminat

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2022 | 07:01 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, Luhut Minta Masyarakat Galakan Pertanian

Jaga Ketahanan Pangan, Luhut Minta Masyarakat Galakan Pertanian

Bisnis | Rabu, 30 November 2022 | 09:06 WIB

Terkini

Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung

Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:49 WIB

Mau Punya Rumah Murah? Intip Program BRI KPR Solusi dengan Harga di Bawah Pasar

Mau Punya Rumah Murah? Intip Program BRI KPR Solusi dengan Harga di Bawah Pasar

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan

Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:37 WIB

Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit

Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:36 WIB

Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara

Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:34 WIB

Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z

Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:29 WIB

Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?

Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop

Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:26 WIB

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:25 WIB

Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari

Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:22 WIB

×