Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Gara-gara Krisis Energi, Populasi Babi di Jerman Menurun

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 26 Desember 2022 | 09:00 WIB
Gara-gara Krisis Energi, Populasi Babi di Jerman Menurun
Flu babi yang disebabkan oleh virus H1N1 (Freepik/user961699)

Suara.com - Jumlah hewan babi di Jerman telah menurun ke rekor terendah karena para peternak berjuang melawan biaya produksi yang melonjak, kondisi menambah daftar industri Jerman yang tertatih-tatih karena adanya krisis energi.

"Stok babi dan jumlah peternakan babi turun karena situasi ekonomi yang terus-menerus sulit," kata Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) dalam siaran pers dikutip CNN, Senin (26/12/2022).

Lembaga tersebut menambahkan bahwa kenaikan tajam akibat harga energi, pupuk dan pakan telah mendorong biaya produksi meningkat lebih tinggi.

Sebelumnya Jerman mencatat ada sekitar 21,3 juta babi pada 3 November, menurun lebih dari 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan penurunan hampir 20% dibandingkan dengan 2020 dan membawanya ke titik terendah jumlah sepanjang masa.

Jerman juga kehilangan 1.900 peternakan babi tahun ini, menyusul penurunan 1.600 peternakan antara tahun 2020 dan 2021.

"Pada bulan Oktober bulan terakhir yang datanya tersedia biaya produksi untuk semua daging melonjak hampir 47% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu," menurut data tersebut.

Data tersebut menunjukan bahwa lain industri Jerman telah berjuang melawan kenaikan harga energi yang menggiurkan selama setahun terakhir, dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari.

Banyak produsen di sektor energi, termasuk bahan kimia, kaca, dan logam, telah memangkas produksinya, sementara beberapa lainnya memberhentikan staf dan memindahkan sebagian operasi mereka ke luar negeri untuk mengatasinya.

"Sebanyak 2 juta pekerja di Jerman pun di PHK pada musim semi mendatang karena pengusaha bergulat dengan harga energi yang tinggi dan potensi kekurangan gas," kata Marc Schattenberg, seorang ekonom senior di Deutsche Bank Research, kepada CNN pada bulan Oktober. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan, BIN Bina Pemuda Papua untuk Geluti Pertanian dan Perikanan

Perkuat Ketahanan Pangan, BIN Bina Pemuda Papua untuk Geluti Pertanian dan Perikanan

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2022 | 16:06 WIB

Viral Pria Coba Makan Mi Babi Vegan, Rasanya Bikin Penasaran

Viral Pria Coba Makan Mi Babi Vegan, Rasanya Bikin Penasaran

Lifestyle | Senin, 19 Desember 2022 | 12:31 WIB

CEK FAKTA: Kaesang Sebut Daging Babi Enak Daging Kambing Kayak Jengkol, Benarkah?

CEK FAKTA: Kaesang Sebut Daging Babi Enak Daging Kambing Kayak Jengkol, Benarkah?

News | Kamis, 15 Desember 2022 | 13:32 WIB

Terkini

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 15:02 WIB

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:27 WIB

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:21 WIB

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:14 WIB

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:05 WIB

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:01 WIB

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:57 WIB

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:53 WIB

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:40 WIB

Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi

Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:38 WIB