Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Gara-gara Krisis Energi, Populasi Babi di Jerman Menurun

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 26 Desember 2022 | 09:00 WIB
Gara-gara Krisis Energi, Populasi Babi di Jerman Menurun
Flu babi yang disebabkan oleh virus H1N1 (Freepik/user961699)

Suara.com - Jumlah hewan babi di Jerman telah menurun ke rekor terendah karena para peternak berjuang melawan biaya produksi yang melonjak, kondisi menambah daftar industri Jerman yang tertatih-tatih karena adanya krisis energi.

"Stok babi dan jumlah peternakan babi turun karena situasi ekonomi yang terus-menerus sulit," kata Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) dalam siaran pers dikutip CNN, Senin (26/12/2022).

Lembaga tersebut menambahkan bahwa kenaikan tajam akibat harga energi, pupuk dan pakan telah mendorong biaya produksi meningkat lebih tinggi.

Sebelumnya Jerman mencatat ada sekitar 21,3 juta babi pada 3 November, menurun lebih dari 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan penurunan hampir 20% dibandingkan dengan 2020 dan membawanya ke titik terendah jumlah sepanjang masa.

Jerman juga kehilangan 1.900 peternakan babi tahun ini, menyusul penurunan 1.600 peternakan antara tahun 2020 dan 2021.

"Pada bulan Oktober bulan terakhir yang datanya tersedia biaya produksi untuk semua daging melonjak hampir 47% dibandingkan waktu yang sama tahun lalu," menurut data tersebut.

Data tersebut menunjukan bahwa lain industri Jerman telah berjuang melawan kenaikan harga energi yang menggiurkan selama setahun terakhir, dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari.

Banyak produsen di sektor energi, termasuk bahan kimia, kaca, dan logam, telah memangkas produksinya, sementara beberapa lainnya memberhentikan staf dan memindahkan sebagian operasi mereka ke luar negeri untuk mengatasinya.

"Sebanyak 2 juta pekerja di Jerman pun di PHK pada musim semi mendatang karena pengusaha bergulat dengan harga energi yang tinggi dan potensi kekurangan gas," kata Marc Schattenberg, seorang ekonom senior di Deutsche Bank Research, kepada CNN pada bulan Oktober. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan, BIN Bina Pemuda Papua untuk Geluti Pertanian dan Perikanan

Perkuat Ketahanan Pangan, BIN Bina Pemuda Papua untuk Geluti Pertanian dan Perikanan

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2022 | 16:06 WIB

Viral Pria Coba Makan Mi Babi Vegan, Rasanya Bikin Penasaran

Viral Pria Coba Makan Mi Babi Vegan, Rasanya Bikin Penasaran

Lifestyle | Senin, 19 Desember 2022 | 12:31 WIB

CEK FAKTA: Kaesang Sebut Daging Babi Enak Daging Kambing Kayak Jengkol, Benarkah?

CEK FAKTA: Kaesang Sebut Daging Babi Enak Daging Kambing Kayak Jengkol, Benarkah?

News | Kamis, 15 Desember 2022 | 13:32 WIB

Terkini

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:33 WIB

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:16 WIB

IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat

IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:05 WIB

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB