Hilirisasi Tambang Dorong Indonesia Jadi Negara Maju, PKS: Ini yang Kita Tunggu

Iwan Supriyatna

Selasa, 27 Desember 2022 | 15:54 WIB
Hilirisasi Tambang Dorong Indonesia Jadi Negara Maju, PKS: Ini yang Kita Tunggu
Ilustrasi (Antara)

Suara.com - Peluang Indonesia menjadi negara maju sangat terbuka lebar, lantaran memiliki komoditas-komoditas hulu yang berguna untuk pengembangan industri hilir di dalam negeri. Komoditas itu diantaranya adalah bauksit, nikel, tembaga hingga batubara.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi lantas memanfaatkan peluang itu dengan menyetop aktivitas ekspor bijih bauksit ke luar negeri dimulai pada Juni 2023 sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang Tahun 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba).

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Rofik Hananto mengatakan, langkah presiden menyetop ekspor biji bauksit dan melakukan hilirisasi adalah bagian dari amanat UU Minerba demi menambahkan nilai tambah produk bagi negara.

“Kita tentu sepakat bahwa hilirisasi ini adalah amanat UU Minerba agar terjadi peningkatan nilai tambah produk kita; dan menyetop ekspor adalah baru proses awal saja dari rantai aktivitas hilirisasi,” kata Rofik Hananto.

Menurut Rofik Hananto, larangan ekspor dan melakukan hilirisasi sangat menguntungkan Indonesia ke depan dan bisa menjadi negara maju, meski hingga kini baru adalah empat smelter yang disiapkan untuk menyerap hasil bauksit sekitar 14 juta ton.

“Ini sebenarnya yang kita tunggu responnya dari pemerintah. Karena dari hasil RDPU Komisi VII DPR RI dengan KADIN, diperkirakan baru ada 4 smelter nanti yang akan dapat menyerap sekitar 14 juta ton bauksit,” ucapnya.

Dikatakan Rofik Hananto, sejauh ini baru 14 juta ton bauksit yang diproduksi dari total 48 juta ton. Artinya, masih sekitar 34 juta ton yang belum diserap dan ini adalah tugas besar pemerintah untuk menyiapkan perusahan-perusahan dalam negeri untuk mengelolanya.

“Masih ada sekitar 34 juta ton yang belum terserap. Jadi sebenarnya ini yang jadi pertanyaan tentang kesiapan pemerintah dalam menyetop ekspor. Masih ada waktu 6 bulan lagi, apakah bisa semua sisa bauksit itu terserap? Nah ini yang harus kita cermati,” ujarnya.

Dijelaskan Rofik Hananto, sebagai catatan berdasarkan data Kementerian ESDM per tahun 2021, kapasitas input tiga smelter bauksit yang sudah beroperasi hanya dapat menyerap sebesar 4,56 juta ton bauksit, yaitu milik PT Indonesia Chemical Alumina dengan kapasitas output 300.000 CGA (chemical grade alumina), PT Well Harvest Winning dengan kapasitas output 1 juta SGA (smelter grade alumina) dan PT Inalum dengan kapasitas output 250.000 aluminium ingot dan billet.

baca juga

“Jadi ESDM juga menyampaikan terdapat 11 smelter bauksit dengan keluaran SGA yang masih tahap pengerjaan dan 1 pabrik pengolahan dan pemurnian bauksit dalam tahap konstruksi dengan keluaran CGA,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Rofik Hananto meminta pemerintah serius mengawal keputusan melakukan hilirisasi terhadap pertambangan Indonesia, agar bangsa ini bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

“Pemerintah harus mengawal proses hilirisasi ini agar industri smelter lokal mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” harapnya.

“Pemerintah harus memfasilitasi, memberikan insentif dan membantu agar pengusaha lokal kita bisa maju,” sambungnya.

Politisi asal Jawa Tengah itu meminta BUMN Holding Industri Pertambangan yakni MIND ID harus menjadi lokomotif dan memberi contoh dengan membangun industri smelter bauksit yang modern dan efisien.

“Ingat juga bahwa hilirisasi bauksit ini prosesnya panjang, dan pemerintah tidak boleh berhenti di produk alumina saja, tetapi harus ada pengembangan industri lanjutan yang mengolah alumina menjadi aluminium,” pintanya.

“Lalu berikutnya harus ada industri turunan lagi yang menyerap aluminium ini menjadi produk jadi. Semua rantai hilirisasi bauksit ini harus disempurnakan oleh pemerintah agar nilai tambah hilirisasi bauksit ini menjadi maksimal,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Saham Batubara Bayan Resources yang Jadikan Low Tuck Kwong Orang Terkaya di Indonesia

Intip Saham Batubara Bayan Resources yang Jadikan Low Tuck Kwong Orang Terkaya di Indonesia

Bisnis | Senin, 26 Desember 2022 | 13:04 WIB

Berkah Harga Tambang Membuat Low Tuck Kwong Jadi Oang Paling Tajir di RI

Berkah Harga Tambang Membuat Low Tuck Kwong Jadi Oang Paling Tajir di RI

Bisnis | Senin, 26 Desember 2022 | 11:42 WIB

Laporan Terbaru IEA: Era Batubara Diproyeksikan Akan Segera Berakhir

Laporan Terbaru IEA: Era Batubara Diproyeksikan Akan Segera Berakhir

Bisnis | Minggu, 25 Desember 2022 | 14:33 WIB

Terkini

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×