Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Berawal dari Tasikmalaya, Arti Kraft Sukses Pasarkan Produknya Hingga ke Eropa

Iman Firmansyah | Suara.com

Senin, 13 Maret 2023 | 11:00 WIB
Berawal dari Tasikmalaya, Arti Kraft Sukses Pasarkan Produknya Hingga ke Eropa
CEO Arti Kraft, Christopher Sada. (Dok: Arti Kraft)

Suara.com - Perkembangan kerajinan di Indonesia terus mengarah kepada sustainability dan social responsibility. Kesadaran untuk mengunakan bahan baku yang sustainable mulai menjadi gaya hidup dan bambu adalah salah satu sustainable material yang bisa dimanfaatkan untuk memproduksi dekorasi rumah dan perabot rumah tangga karena pertumbuhan bambu yang sangat pesat.

Salah satu perusahaan yang menggunakan bambu dalam membuat kerajinan rumah tangga adalah PT Arti Kraft Indonesia yang berdiri sejak 2016 dan memiliki pabrik di Tasikmalaya.

Arti Kraft sudah mengekspor beraneka ragam produk dekorasi rumah dalam jumlah yang cukup banyak dari Tasikmalaya ke Eropa, Amerika, dan Asia.

CEO Arti Kraft, Christopher Sada mengatakan sebagai perusahaan, pihaknya memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi pengrajin lokal. Bersama tim R&D dan pengrajin, pihaknya selalu berinovasi terus untuk menampilkan desain-desain baru yang dibuat dari berbagai serat alami.

“Kami juga menjadi pelopor sistem industrialisasi di dalam kerajinan tangan untuk meningkatkan produktivitas pengrajin. Kami telah melahirkan banyak variasi untuk produk dekorasi rumah seperti “basket, storage, lamp shade, dll dengan desain yang modis dan tentunya dengan kualitas yang terbaik,” ucapnya kepada media, Senin (13/3/2023).

Produk kerajinan tangan Arti Kraft. (Istimewa)
Produk kerajinan tangan Arti Kraft. (Istimewa)

Ia menuturkan, walaupun sudah kuat di pasar ekspor, pihaknya juga ingin mengembangkan pasar lokal khususnya di pasar retail sehingga dapat menyajikan beragam produk Arti Kraft di pasar dunia termasuk pasar lokal di Indonesia.

“Dalam rangka mengembangkan komunitas pengrajin lokal Tasikmalaya, kami sudah bekerjasama dengan ratusan pengrajin untuk saling bahu-membahu memperkenalkan produk buatan Indonesia ke pasar Dunia. Kerja sama ini sudah terbangun dan terus berkembang sejak tahun 2016,” ucap Christopher.

Ia menjelaskan, pihaknya juga terus menerus mendidik pengrajin pengrajin baru untuk membuat produk produk yang dengan desain yang bagus dan kualitas yang terbaik untuk mendorong dunia kerajinan terus berkembang.

“Serat alami dan sustainable material adalah salah syarat untuk kami jadikan bahan baku produk kami. Kami percaya dengan konsep budidaya dan penanaman kembali untuk menggantikan semua serat alami atau bambu yang kami ambil dari alam.  Sekarang fokus bahan baku kami adalah di karya kerajinan dari bambu, pandanus leaves, dan sedge grass (mendong),” papar Christopher.

“Selain hanya menggunakan sustainable material, kami juga menggunakan barang penunjang seperti cat pewarna dan cairan kimia yang ramah lingkungan. Kami menggunakan teknologi dan mempunyai tim yang berpengalaman untuk menciptakan bahan penunjang yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Plant Manager Arti Kraft, Iwan Sung menambahkan kerajinan bambu memang belum berkembang, produktivitasnya pun masih rendah dibanding negara lain seperti Vietnam.

“Faktornya lebih ke tata Kelola, ketika tidak benar otomatis harga naik lalu kita kalah saing, namun kalau soal kualitas Indonesia cukup baik, rapi dan bagus. Untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, kita harus merubah pattern bisnis di dunia kerajinan kemudian melakukan teknologi secara cepat. Hal itu sedang kami lakukan di Arti Kraft, sudah hampir 5 tahun lebih kita lakukan transformasi, reformasi dan teknologi di dalam industri kerajinan bambu,” imbuhnya.

Menurutnya, bambu menjadi bahan yang sangat potensial karena bambu dikenal cepat tumbuh dan sumber bahan baku yang masih banyak terutama di Indonesia. “Banyak negara eropa yang tertarik dengan bambu karena mereka dari dulu itu sangat tertarik dengan bahan-bahan alam, buat mereka itu menjadi sesuatu yang luar biasa,” terang Iwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Destinasi Wisata di Kabupaten Bandung Barat yang Cocok untuk Menghabiskan Akhir Pekan dengan Keluarga

Rekomendasi Destinasi Wisata di Kabupaten Bandung Barat yang Cocok untuk Menghabiskan Akhir Pekan dengan Keluarga

| Minggu, 12 Maret 2023 | 12:09 WIB

Pelajar SMP Purwakarta Berhasil Olah Daun Bambu Jadi Kue yang Enak

Pelajar SMP Purwakarta Berhasil Olah Daun Bambu Jadi Kue yang Enak

| Senin, 27 Februari 2023 | 16:43 WIB

6 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Garut, Wajib Dibeli jika Berkunjung!

6 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Garut, Wajib Dibeli jika Berkunjung!

Your Say | Jum'at, 24 Februari 2023 | 12:42 WIB

Ditangkap Warga saat Naik Angkot, Jejak Kakek Sulistyo Bunuh Pacar di Wisma Bambu Terkuak dari Bercak Darah di Kaki

Ditangkap Warga saat Naik Angkot, Jejak Kakek Sulistyo Bunuh Pacar di Wisma Bambu Terkuak dari Bercak Darah di Kaki

News | Selasa, 21 Februari 2023 | 16:43 WIB

Tega, Lansia 60 Tahun Habisi Nyawa Terduga Mantan Kekasih dengan Sajam di Jakarta Timur

Tega, Lansia 60 Tahun Habisi Nyawa Terduga Mantan Kekasih dengan Sajam di Jakarta Timur

| Selasa, 21 Februari 2023 | 14:05 WIB

Rancang Aksi Keji Gegara Sakit Hati ke Mantan, Kakek Sulistyo Sumpal Mulut Fetty dan Ditusuk 19 Kali di Wisma Bambu

Rancang Aksi Keji Gegara Sakit Hati ke Mantan, Kakek Sulistyo Sumpal Mulut Fetty dan Ditusuk 19 Kali di Wisma Bambu

News | Selasa, 21 Februari 2023 | 12:08 WIB

Terkini

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:39 WIB

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:36 WIB