Lindungi Petani, Kementan Perketat Pengawasan Peredaran Pupuk dan Pestisida Palsu

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 28 Maret 2023 | 10:24 WIB
Lindungi Petani, Kementan Perketat Pengawasan Peredaran Pupuk dan Pestisida Palsu
Ilustrasi toko pupuk dan pestisida. (Dok: Kementan)

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan peredaran pupuk dan pestisida palsu. Hal ini dilakukan untuk menjaga mutu dari produk pertanian di Tanah Air.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pupuk palsu dan pupuk ilegal yang tidak diketahui mutu dan efektifitasnya sangat merugikan petani. Sebagai pengguna, petani sangat dirugikan karena harganya sama dengan produk aslinya tetapi kualitasnya rendah.

"Karena itu, Kementan terus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran pupuk dan pestisida palsu," tegas SYL pada Senin, (27/3/2023).

Menurut SYL, produsen pupuk dan pestisida juga dirugikan dengan adanya peredaran barang palsu tersebut karena terkait hak kekayaan intelektual termasuk di antaranya paten, hak cipta, hak desain industri, merek dagang hak varietas tanaman dan indikasi geografis.

"Yang tidak kalah penting adalah dapat menghambat ekspor komoditas hasil pertanian karena hasil pertanian tidak maksimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menjelaskan, pemerintah terus meningkatkan pengawasan terhadap pupuk dan pestisida. Objek pengawasan pupuk dan pestisida yang dilakukan pemerintah antara lain, jumlah, jenis yang diproduksi atau diimpor, diedarkan dan digunakan petani, mutu pupuk dan pestisida yang meliputi kondisi fisik (bentuk, warna, bau); masa kadaluarsa; kemasan; wadah pembungkus pupuk dan pestisida.

"Kemudian harga pupuk bersubsidi yang meliputi jenis-jenis pupuk (Urea dan NPK) di setiap mata rantai pemasaran (produsen, distributor, penyalur, dan pengecer). Serta legalitas pupuk dan pestisida yang meliputi kelengkapan perizinan, nomor pendaftaran dan pelabelan," jelas Ali Jamil.

Pemerintah juga melakukan monitoring di media cetak dan elektronik untuk pengamatan dan pemantauan iklan, label dan brosur.

Adapun Direktur Pupuk dan Pestisida Tommy Nugraha menjelaskan, ada beberapa persoalan dalam peredaran pupuk dan pestisida di antaranya, pestisida ilegal atau tidak terdaftar, pestisida palsu, serta mutu di luar batas toleransi.

baca juga

Guna mencegah peredaran pupuk dan pestisida palsu dan ilegal, Tommy menambahkan, pemerintah sudah menerbitkan peraturan perundang-undangan mengenai pengawasan pupuk dan pestisida, baik di pusat maupun daerah. Bahkan pemerintah sudah membentuk tim penyidik pegawai negeri sipil di pusat dan daerah. Penyidik PNS tersebut telah mendapat pelatihan kerjasama dengan Bareskrim.

Tommy menegaskan, Ditjen PSP saat ini terus berupaya mencegah pemalsuan dengan mengoptimalkan KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) pusat dan daerah. Bahkan Kementerian Pertanian sudah meminta Kementerian Dalam Negeri ikut mendorong Pemerintah Kabupaten/Provinsi dalam kegiatan KP3 daerah, terutama dalam penyediaan anggaran.

“Sekarang ini ada yang menyediakan, ada juga yang tidak. Tapi sebagian besar memang tidak menyediakan anggaran khusus untuk KP3,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Tommy, juga dilakukan sosialisasi dan pembinaan kios penjualan pupuk dan pestisida, serta koordinasi dengan Satgas Pangan dari Bareskrim Polri.

“Untuk pengawasan di tingkat produsen, secara rutin pemerintah melakukan pemeriksaan di tingkat produksi sampai kesesuaian label hingga pengawasan peradaran pupuk dan pestisida,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Ingatkan Sanksi Pidana untuk Pupuk yang Tidak Didaftarkan

Kementan Ingatkan Sanksi Pidana untuk Pupuk yang Tidak Didaftarkan

Bisnis | Selasa, 28 Maret 2023 | 04:52 WIB

GMC Banten Gelar Workshop Bersama Petani Muda Mandalawangi

GMC Banten Gelar Workshop Bersama Petani Muda Mandalawangi

Bisnis | Senin, 27 Maret 2023 | 10:36 WIB

Pupuk Subsidi Langka Diduga Diselewengkan, DPRD Garut Minta Aparat Hukum Turun Tangan

Pupuk Subsidi Langka Diduga Diselewengkan, DPRD Garut Minta Aparat Hukum Turun Tangan

Garut | Minggu, 26 Maret 2023 | 18:58 WIB

Mentan: Perbaikan Jaringan Irigasi Diharapkan Dapat Tingkatkan Indeks Pertanaman

Mentan: Perbaikan Jaringan Irigasi Diharapkan Dapat Tingkatkan Indeks Pertanaman

Bisnis | Jum'at, 24 Maret 2023 | 16:06 WIB

Program Taksi Alsintan Mampu Berikan Dampak Positif bagi Petani di Berbagai Wilayah

Program Taksi Alsintan Mampu Berikan Dampak Positif bagi Petani di Berbagai Wilayah

Bisnis | Jum'at, 24 Maret 2023 | 15:03 WIB

GMP Upayakan Industri Pertanian yang Berkelanjutan di Kabupaten Garut

GMP Upayakan Industri Pertanian yang Berkelanjutan di Kabupaten Garut

Bisnis | Jum'at, 24 Maret 2023 | 05:44 WIB

Terkini

Arti Mimpi Menangkap Ikan Besar Menurut Primbon Jawa, Pertanda Rezeki Nomplok?

Arti Mimpi Menangkap Ikan Besar Menurut Primbon Jawa, Pertanda Rezeki Nomplok?

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Tiba di Indonesia, Sekjen PBB Antnio Guterres akan Bertemu Presiden Prabowo

Tiba di Indonesia, Sekjen PBB Antnio Guterres akan Bertemu Presiden Prabowo

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:02 WIB

Evakuasi Bayi Orang Utan Lemas di Kutai Timur usai Induk Diterkam Buaya

Evakuasi Bayi Orang Utan Lemas di Kutai Timur usai Induk Diterkam Buaya

Kaltim | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Review MobLand Season 1: Ketegangan Maksimal dalam Kisah Mafia Modern!

Review MobLand Season 1: Ketegangan Maksimal dalam Kisah Mafia Modern!

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kenapa Kulkas Dingin tapi Tidak Beku? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa Kulkas Dingin tapi Tidak Beku? Begini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Gus Ipul Apresiasi HKBP Beri Layanan Keagamaan Inklusif Penyandang Disabilitas

Gus Ipul Apresiasi HKBP Beri Layanan Keagamaan Inklusif Penyandang Disabilitas

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Riau Nihil Titik Api tapi Masih Dikepung Kabut Asap, Mengapa?

Riau Nihil Titik Api tapi Masih Dikepung Kabut Asap, Mengapa?

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Listrik Padam Lagi, Warga Batam Mengeluh Acara Pesta Gelap Gulita

Listrik Padam Lagi, Warga Batam Mengeluh Acara Pesta Gelap Gulita

Batam | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:08 WIB

×