Jepang Akan Buang Air Limbah Nuklir ke Laut, Warga Takut Makan Ikan

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 30 Maret 2023 | 11:27 WIB
Jepang Akan Buang Air Limbah Nuklir ke Laut, Warga Takut Makan Ikan
Ilustrasi nuklir - Bahan Baku Nuklir (pexels)

Suara.com - Pada bulan April 2021, pemerintah Jepang mengumumkan akan membuang air limbah nuklir Fukushima ke laut mulai musim semi tahun ini. Pengumuman ini mengundang banyak protes dan pertentangan luas dari dalam Jepang dan luar negeri.

Tindakan tersebut tidak hanya mencemari lingkungan laut secara serius, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan rakyat Jepang dan masyarakat internasional.

Hasil penelitian terbaru yang diumumkan Institut Sains dan Teknologi Kelautan Korea dan Institut Tenaga Nuklir Korea menunjukkan, apabila air limbah nuklir dibuang di perairan Pulau Fukushima yang terletak di sebelah timur Jepang, maka zat radioaktif Tritium dalam air akan mengalir ke arah timur seiring gelombang hangat Jepang, dan akhirnya akan tersebar ke seluruh perairan Pasifik Utara pada 10 tahun kemudian.

Profesor Universitas Ryukoku, Kenichi Oshima juga menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut, karena dinilai tidak tepat.

"Saya pikir tidak tepat untuk melepaskan zat radioaktif tambahan ini, dan saya memahami penentangan luas terhadap rencana semacam itu," ujarnya dikutip, Kamis (30/3/2023).

Menurutnya, limbah nuklir tidak seperti bahan kimia berbahaya biasa, karena zat radioaktif tidak hilang tanpa perawatan kimia dan pemurnian alami juga tidak berhasil.

Oleh karena itu, pernyataan pemerintah Jepang terkait keamanan pembuangan air limbah nuklir tidak dapat dipercaya. Laporan asesmen yang dirilis tim kerja teknik Badan Tenaga Atom Internasional juga menunjukkan, rancangan pembuangan air limbah Jepang ada yang tidak sesuai dengan standar keamanan pihaknya.

Pakar nuklir senior Greenpeace untuk kantor Jepang, Shaun Burnie pada Senin awal pekan ini mengatakan, selain Tritium, dalam air limbah nuklir Fukushima masih terdapat banyak zat radioaktif yang tidak dapat disaring melalui teknologi yang dimiliki PLTN Fukushima, misalnya Carbon-14 dengan waktu paruh melewati 5.000 tahun.

Tindakan pemerintah Jepang benar-benar membuat marah dan kecewa para pecinta lingkungan di dalam Jepang dan luar negeri, hingga semakin banyak rakyat secara spontan turun ke jalan untuk berunjuk rasa memprotes rencana pembuangan air limbah nuklir.

baca juga

Sejumlah warga di Fukushima menentang rencana pembuangan air limbah yang telah terkontaminasi nuklir, yang akan membuat mereka takut memakan ikan yang berasal dari perairan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampai Sebut Kata Tak Pantas, Reza Arap Komentari Polemik Piala Dunia U-20: Cuma Pengen Main Bola, Gak Bawa Nuklir

Sampai Sebut Kata Tak Pantas, Reza Arap Komentari Polemik Piala Dunia U-20: Cuma Pengen Main Bola, Gak Bawa Nuklir

Denpasar | Rabu, 29 Maret 2023 | 22:50 WIB

PELNI Targetkan Angkut 604.183 Penumpang pada Mudik Lebaran 2023

PELNI Targetkan Angkut 604.183 Penumpang pada Mudik Lebaran 2023

Bisnis | Selasa, 28 Maret 2023 | 11:49 WIB

Buruan Daftar, Kuota Mudik Gratis Dengan Kapal Laut Sudah Terisi 50 Persen Lebih

Buruan Daftar, Kuota Mudik Gratis Dengan Kapal Laut Sudah Terisi 50 Persen Lebih

News | Senin, 27 Maret 2023 | 11:24 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×