Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Alasan di Balik Kritik Anies Baswedan Terhadap Subsidi Kendaraan Listrik

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 09 Mei 2023 | 07:59 WIB
Alasan di Balik Kritik Anies Baswedan Terhadap Subsidi Kendaraan Listrik
Bakal Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan memberikan keterangan di Jalan Brawijaya X, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2023). [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Nama Anies Baswedan ramai dibicarakan, lantaran dirinya memberikan kritik terhadap kebijakan subsidi mobil listrik yang digagas oleh pemerintah. Memangnya, apa alasan Anies Baswedan kritik subsidi kendaraan listrik?

Sebelumnya, pemerintah memang telah mengumumkan subsidi untuk pembelian mobil listrik melalui Kementerian Keuangan. Subsidi itu adalah berupa potongan pajak sebesar 10 persen dan hanya berlaku untuk mobil listrik yang memenuhi persyaratan konten lokal atau TKDN minimal 40 persen.

Menurut Anies Baswedan, ada solusi yang lebih baik jika dibandingkan dengan memberikan subsidi untuk mobil listrik. Di antaranya adalah dengan meningkatkan jumlah angkutan umum yang menggunakan energi listrik. Hal ini, dinilai dapat menjadi solusi untuk dua permasalahan utama di Indonesia, yaitu polusi dan kemacetan di jalan raya.

"Ketika kendaraan umum yang didorong dan kendaraan umumnya itu berbasis listrik, maka kita dalam satu langkah dua urusan terselesaikan. Satu, memindahkan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum dan kendaraan umumnya bebas emisi, itu sebabnya mengapa ke depan arahnya adalah kendaraan umum berbasis listrik dan juga logistik", ujar Anies Baswedan.

Lebih lanjut, Anies Baswedan juga mengapresiasi pembangunan jalan tol yang sudah dibangun di era Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Menurut Anies, jalan tol itu seharusnya diisi oleh kendaraan umum berbasis listrik.

"Bukan malah kendaraan pribadi dan ini harus didorong ke depan, ya satu (kendaraan umum berbasis listrik)," imbuh Anies Baswedan.

Alasan Anies Baswedan Kritik Subsidi Kendaraan Listrik

Anies Baswedan berpendapat, bahwa kebijakan pemberian subsidi untuk mobil listrik tidak akan menyelesaikan masalah polusi udara dan justru hanya akan memperburuk kemacetan di jalan raya. Subsidi mobil listrik juga dinilai hanya akan menguntungkan kalangan berduit saja, sehingga kebijakan itu tidak sesuai dengan sasarannya.

Anies Baswedan menyebutkan, bahwa saat ini kita sedang menghadapi tantangan dalam lingkungan hidup. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan betul bahwa sumber daya yang diberikan kepada rakyatnya haruslah tepat.

Selanjutnya, Anies Baswedan juga menjelaskan bahwa emisi karbon yang dihasilkan oleh mobil listrik sebenarnya lebih tinggi daripada bus yang menggunakan bahan bakar minyak, di mana perhitungan itu didasarkan pada akumulasi jumlah penumpang yang dapat diangkut oleh kendaraan.

Anies Baswedan juga menduga, bahwa konsumen tidak akan menjadikan kendaraan listrik sebagai moda transportasi utama mereka sehingg dampaknya, subsidi hanya akan membuat macet semakin parah.

Selain itu, Anies berharap bahwa ke depannya, jalan tol yang telah dibangun dengan baik oleh pemerintah akan digunakan oleh kendaraan umum yang berbasis listrik.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persepsi Publik Soal Bacapres 2024: Prabowo Tegas, Ganjar Merakyat, Anies Cerdas

Persepsi Publik Soal Bacapres 2024: Prabowo Tegas, Ganjar Merakyat, Anies Cerdas

| Selasa, 09 Mei 2023 | 07:50 WIB

Kini Sama-sama Jadi Bakal Capres, Seperti Apa Ganjar Pranowo di Mata Anies Baswedan?

Kini Sama-sama Jadi Bakal Capres, Seperti Apa Ganjar Pranowo di Mata Anies Baswedan?

| Senin, 08 Mei 2023 | 21:10 WIB

Prabowo Rajai Polling Capres 2024 Versi Survei SPIN, Ganjar-Anies Degradasi Dukungan

Prabowo Rajai Polling Capres 2024 Versi Survei SPIN, Ganjar-Anies Degradasi Dukungan

| Senin, 08 Mei 2023 | 21:34 WIB

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Bersamaan ada di Jember, Ini Bedanya Safari Mereka

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Bersamaan ada di Jember, Ini Bedanya Safari Mereka

Video | Senin, 08 Mei 2023 | 19:45 WIB

Jelang Pemilu 2024, Anies Baswedan Beri Kritik Kinerja Jokowi dan Maruf Amin, Begini Komentarnya

Jelang Pemilu 2024, Anies Baswedan Beri Kritik Kinerja Jokowi dan Maruf Amin, Begini Komentarnya

| Senin, 08 Mei 2023 | 17:23 WIB

Jokowi Tidak Undang Surya Paloh di Acara Parpol, Diduga Upaya Menyingkirkan Nasdem dari Pemerintahan

Jokowi Tidak Undang Surya Paloh di Acara Parpol, Diduga Upaya Menyingkirkan Nasdem dari Pemerintahan

| Senin, 08 Mei 2023 | 17:07 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB