Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Semangat Rini Bangun Wedang Uwuh Djewery, Modal Nekat Kini Laris Manis Sampai ke Hong Kong

M Nurhadi

Selasa, 23 Mei 2023 | 09:32 WIB
Semangat Rini Bangun Wedang Uwuh Djewery, Modal Nekat Kini Laris Manis Sampai ke Hong Kong
Parini Wihastuti, pendiri UMKM Wedang Uwuh djewery [Suara.com/Hadi]

Suara.com - Usaha yang awalnya bernama Wedang Uwuh Mbak Rini itu mau tidak mau harus berganti nama jadi Djewery karena alasan hak cipta. Padahal, bisnis yang ia rintis bersama keluarganya itu sudah kadung terkenal dengan brand Mbak Rini.

“Karena UMKM kami kan ingin naik kelas, kami berencana mematenkan nama Mbak Rini.Sekaligus mengurus perizinan lengkap sertifikat halal dan P-IRT. Namun, karena ternyata nama itu sudah digunakan, akhirnya kami memutuskan untuk ganti nama jadi Djewery,” ungkap Parini Wihastuti saat ditemui Suara.com, Jumat (19/5/2023).

Bermula pada Maret 2018 silam, Rini bersama suaminya nekat memulai usaha demi ekonomi yang lebih baik. Setelah melakukan riset ke sejumlah daerah di DI Yogyakarta dan mendatangi beberapa petani di Imogiri, ia menyimpulkan wedang uwuh memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan.

“Kami awalnya jadi reseller. Kemudian, seiring berjalan waktu, kami merasa bisa mengembangkan brand wedang uwuh milik kami sendiri,” kata dia, mulai mengingat momen-monen sewaktu dirinya dan keluarganya membangun usaha yang kini sudah dikenal hingga Kalimantan tersebut.

Perlahan tapi pasti, dengan modal Rp3 juta Rini tidak hanya ingin mengembangkan UMKM biasa-biasa saja. Namun demikian, ia sebelumnya memang belum bisa 100 persen fokus membesarkan usahanya karena lebih memprioritaskan pekerjaannya.

UMKM Wedang Uwuh Djewery [Ist]
UMKM Wedang Uwuh Djewery [Ist]

Terus berjuang memasarkan usahanya, Wedang Uwuh Djewery dengan cepat dikenal konsumen berkat pemasaran masif yang dilakukan Rini melalui berbagai media sosial. Rini menyadari betul bahwa media sosial bisa menjadi pintu yang membawa usahanya berkembang lebih pesat.

Hal ini tidak lepas dari jangkauan media sosial yang tidak terbatas. Rini menuturkan, media sosial memertemukan usahanya dengan pembeli setia dari berbagai pelosok di seluruh Indonesia.

“Dari awal, kami sudah memasang iklan di Facebook. Karena pasang iklan di Facebook kan otomatis dapat ‘bonus’ juga iklan di Instagram. Itu membantu sekali,” sambung dia.

Rini tak mawas diri, ia juga ingin terus berkembang bersama usahanya. Semangat inilah yang membuat dirinya termotivasi untuk terus menambah ilmu, salah satunya melalui BRIncubator yang didukung oleh BRI.

baca juga

Komitmen Rini membesarkan Wedang uwuh terbayar lunas, kini produknya sudah dipasarkan di berbagai daerah mulai dari Jakarta, Bandung, Madiun, Semarang hingga terjauh di Papua. Tidak hanya dari dalam negeri, Wedang Uwuh Djewery juga pernah menerima pesanan dari Hong Kong.

Berkah di Momen Pandemi

Pandemi COVID-19 yang menyebar dengan cepat hingga terdeteksi pertama kali di Indonesia pada Maret 2020 silam jadi pukulan telak di berbagai sektor. Tidak terkecuali Rini dan Suami, yang harus dirumahkan dari pekerjaan mereka karena tekanan ekonomi.

Kala itu, banyak UMKM yang juga terancam karena terpaksa harus tutup hingga ancaman bangkrut. Namun, Wedang Uwuh Djewery justru kebalikannya karena banyak kalangan yang waktu itu mencari empon-empon dengan alasan meningkatkan daya tahan tubuh.

“Karena dirumahkan, kita sekeluarga jadi bisa fokus pada usaha wedang uwuh,” ungkapnya.

Usaha yang baru mulai menggeliat di masa yang sulit akibat wabah itu kembali ditempa. Rini mulai menerima banyak complain dari pembeli terkait penggunaan jahe basah.

“Jahe basah itu kalau dikirim ke lokasi yang jauh, ketika sampai tujuan malah udah tumbuh tunas. Hal itu kemudian sering dikomplain, karena dianggap tidak awet,” kata Rini.

Dampaknya, usaha milik Rini itu sempat rugi karena harus kirim ulang jahe baru yang membuat pengeluaran membengkak dua kali lipat.

Proses pembuatan produk Wedang Uwuh djewery [Ist]
Proses pembuatan produk Wedang Uwuh djewery [Ist]

“Ya, mau gimana lagi. Kita tentu ingin yang terbaik agar pembeli puas sekaligus menunjukkan komitmen kami dalam memastikan kualitas dari Wedang Uwuh Djewery,” ujar Rini.

Situasi ini membuat Rini kembali memutar otak agar produknya bisa lebih awet. Hingga akhirnya ia menemukan metode pengeringan jahe yang membuat produk usahanya bisa bertahan lebih lama.

“Alhamdulillah mulai banyak dikenal, diterima dengan baik oleh pasar. Di momen pandemi COVID-19 itu, ketika orang-orang tidak keluar rumah karena takut, kita justru kemana-mana karena melayani COD,” ungkap Rini.

Ketika kasus positif meningkat drastis pada tahun 2021 lalu. Di saat yang sama, pesanan wedang uwuh milik Rini meroket.

“Mau tidak mau, jika kita masih bisa anter ya anter. Ada perasaan takut juga, tapi ya dijalani saja mungkin ini jalan rejeki sekaligus cara kita menolong orang lain,” ujar Rini.

Wabah Virus Corona, diakui oleh Rini, adalah momen yang mengangkat omzet usaha Wedang Uwuh yang awalnya berkisar Rp400 ribu jadi Rp10 juta dalam satu bulan alias meningkat lebih dari 20 kali lipat.

Tahun ini, omzet Wedang Uwuh Djewei sudah menembus Rp17 juta dalam satu bulan. Hal ini tidak lepas dari besarnya pasar wedang uwuh di dalam dan luar daerah DI Yogyakarta.

Ditambah lagi, Wedang Uwuh Djewery yang sudah tersedia di berbagai pusat oleh-oleh juga banyak diminati para wisatawan yang berasal dari berbagai daerah.

Produk Wedang Uwuh Djewery juga sudah mengikuti kurasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk dipasarkan di retail modern.

“Alhamdulillah, sekarang Wedang Uwuh Djewery sudah tersedia di 88 cabang Indomaret di Sleman Barat,” ucap Rini.

Tidak hanya Indomaret, Wedang Uwuh juga tersedia di 45 pusat oleh-oleh di seluruh kawasan pariwisata di Provinsi DI Yogyakarta.

Pesatnya perkembangan UMKM milik Rini membuat ia dan keluarganya terpicu untuk memproduksi dalam skala yang lebih besar.

Pada awal berdirinya usaha, dalam satu hari, Wedang Uwuh hanya mampu memproduksi 30 pack. Kini, usaha Rini itu bisa memproduksi hingga 2.000 pack dalam satu bulan.

“Bahkan, kalau lagi ramai pembeli, kami bisa memproduksi hingga 3.000 pack dalam satu bulan. Wah sampai gak tidur,” ujarnya sambil terkekeh.

Rini berharap, para pengusaha yang tengah membesarkan usahanya untuk tidak pernah patah semangat.

“Jangan anti-kritik, kita harus menerima kritik itu untuk memotivasi diri kita menjadi lebih baik lagi. Masukan dari pembeli itu membuat produk kita terus berkembang, dan jangan lupa, kualitas nomor satu,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Life Raih Gold Award  di Ajang Best Indonesia Corporate Secretary & Corporate Communication 2023

BRI Life Raih Gold Award di Ajang Best Indonesia Corporate Secretary & Corporate Communication 2023

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2023 | 05:23 WIB

Indonesia Jadi Tujuan Investasi Negara Lain, BRI Siap Catatkan Kinerja Lebih Baik

Indonesia Jadi Tujuan Investasi Negara Lain, BRI Siap Catatkan Kinerja Lebih Baik

Kaltim | Senin, 22 Mei 2023 | 21:36 WIB

Ekonomi Indonesia Makin Solid, BRI Optimis Kinerja Makin Meningkat

Ekonomi Indonesia Makin Solid, BRI Optimis Kinerja Makin Meningkat

Jogja | Senin, 22 Mei 2023 | 21:31 WIB

Dirut BRI: Indonesia Masih Sangat Menarik untuk Dijadikan Tujuan Investasi Negara Lain

Dirut BRI: Indonesia Masih Sangat Menarik untuk Dijadikan Tujuan Investasi Negara Lain

Banten | Senin, 22 Mei 2023 | 21:27 WIB

Indonesia Jadi Tujuan Investasi Negara Lain, Direktur Utama BRI Yakin Optimisme Kinerja Makin Meningkat

Indonesia Jadi Tujuan Investasi Negara Lain, Direktur Utama BRI Yakin Optimisme Kinerja Makin Meningkat

Jatim | Senin, 22 Mei 2023 | 21:20 WIB

Indonesia Menarik Sebagai Tujuan Investasi, Direktur Utama BRI Ungkap Optimisme Kinerja

Indonesia Menarik Sebagai Tujuan Investasi, Direktur Utama BRI Ungkap Optimisme Kinerja

Bisnis | Senin, 22 Mei 2023 | 21:14 WIB

Terkini

Siap-siap Panen Cuan! Dividen BBRI Diproyeksi Tembus 13 Persen, Minat Borong?

Siap-siap Panen Cuan! Dividen BBRI Diproyeksi Tembus 13 Persen, Minat Borong?

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:26 WIB

Sifat dan Karakter Shio Kambing dari Positif hingga Negatif

Sifat dan Karakter Shio Kambing dari Positif hingga Negatif

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:22 WIB

Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400

Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:18 WIB

Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!

Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:16 WIB

Serangan Harimau Kembali Terjadi di Siak, Kali Ini Korbannya Pekerja Alat Berat

Serangan Harimau Kembali Terjadi di Siak, Kali Ini Korbannya Pekerja Alat Berat

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:15 WIB

Kiamat Harga Gadget 2027? TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10%, Raksasa Teknologi Mulai "Eksodus"

Kiamat Harga Gadget 2027? TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10%, Raksasa Teknologi Mulai "Eksodus"

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:13 WIB

Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026

Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:06 WIB

Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian

Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:03 WIB

Sepak Terjang Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Kini Pilih Mundur Fokus Pengobatan

Sepak Terjang Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Kini Pilih Mundur Fokus Pengobatan

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Transportasi, KRL Mengubah Cara Saya Melihat Perjalanan Harian

Bukan Sekadar Transportasi, KRL Mengubah Cara Saya Melihat Perjalanan Harian

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 09:02 WIB

×