Mentan SYL Lepas Ekspor Produk Pertanian senilai Rp25,5 Miliar

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 23 Mei 2023 | 18:27 WIB
Mentan SYL Lepas Ekspor Produk Pertanian senilai Rp25,5 Miliar
Menteri Pertanian (Mentan), SYahrul Yasin Limpo (SYL) saat melepas ekspor di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Senin, (22/5/2023). (Dok: Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk pertanian senilai Rp 25,5 miliar ke 23 Negara. Komoditas yang diekspor di antaranya adalah sarang burung walet, bulu bebek, produk hewani dan juga tanaman pakis yang dilepas ke negara Jepang dan China.

"Kekuatan Republik ini ada di sarang burung walet, pakis dll. Karena itu energi ini harus kita jaga bersama. Kemudian kita jaga kepercayaan dunia internasional agar produk kita tetap jadi unggulan. Saya selalu katakan kita boleh cepat tetapi juga harus berkualitas," ujar pria yang akrab disapa SYL di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Senin, (22/5/2023).

Menurut SYL, pemerintah telah menargetkan capaian nilai ekspor produk pertanian sebesar Rp1000 triliun dengan penambahan negara tujuan di Amerika, Eropa dan Asia. Meski demikian, SYL minta pengusaha tetap menjaga kualitas serta menjaga sinergitas satu dengan yang lainya.

"Kita berharap ekspor pertanian kita bisa di atas 1000 triliun, tetapi ini kan berproses dan tentu semua harus menjaga kualitas dan sinergitas. Dan ini juga menjadi harapan Bapak Presiden kepada Kementerian Pertanian agar semua komoditi komoditi strategis yang ada untuk dipersiapkan ekspor," katanya.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan, Bambang mengatakan bahwa selama ini jajarannya terus bekerja dalam waktu 24 jam baik melalui layanan langsung maupun online. Bambang mengatakan, kolaborasi karantina, pengusaha maupun eksportir sejauh ini cukup baik dalam meningkatkan ekspor.

"Kami laporkan Bapak Menteri, kami selama 24 jam terus mengawal teman temen pengusaha untuk dapat melepas ekspornya. Alhamdulliah terus meningkat dari waktu ke waktu. Karena itu saya minta kita semua kompak, saling bergandengan memajukan ekspor produk pertanian Indonesia," katanya.

Kepala Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Andi Yusmanto mengatakan bahwa sejauh ini pelayanan karantina semakin dipermudah dengan aplikasi Q Corner yang dapat melayani para pengusaha dan importir seluruh Indonesia. Aplikasi ini dinilai mampu mempercepat sekaligus mengurai antrian tetap muka secara cepat dalam mengajukan proses ijin.

"Saya pastikan 90 persen para pengusaha yang memohon ijin sudah teregistrasi. Bahkan per hari ada sekitar 30 perusahaan yang mengajukan. Melalui aplikasi itu mereka dapat mendaftarkan dokumen hewan/animal dan pendaftaran dokumen tumbuhan atau plant," katanya.

Salah satu pengusaha dari PT Plore Parmindo, Arga Wiranda mengatakan bahwa pelayanan karantina saat ini semakin mudah karena bisa dilakukan melalui online tanpa harus datang ke Kantor pengajuan karantina.

baca juga

Arga sendiri mengaku selama ini mengirim tanaman pakis ke Jepang, China dengan jumlah ekspor yamg cukup besar. Bahkan pengiriman tahun ini bisa mencapai Rp 2 miliar dengan tujuan satu negara saja, yaitu Jepang. Dia Bahkan sudah memiliki lahan budidaya pakis raskus serta memiliki kelompok taninya sendiri.

"Selama ini kita ada kebun sendiri dan petani sendiri. Jenia pakis yang kita tanam adalah pakis raskus untuk kebutuhan negara Jepang dan China," katanya.

Pengusaha lainya dari PT Cempaka Mega Mandiri, Nova Hasan menyampaikan apresiasi atas berbagai layanan yang diberikan karantina Soekarno Hatta. Nova mengaku siap menjaga komitmen program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) kementan.

"Sebagai pengusaha saya mengapresiasi layanan kementan dibawah UPT Soekarno Hatta karena telah memberi kemudahan dalam mengajukan proses ijin. Terus terang kami terbantu dengan aplikasi Q Corner dan juga pelayanan tatap muka yang sama-sama cepat," jelasnya.

Selain melepas ekspor, SYL juga mengecek langsung inovasi mobil X- ray dab Ray statis milik karantina Soekarno Hatta. SYL bahkan memberikan sejumlah sertifikat kepada para pengusaha yang konsisten meningkatkan nilai ekspor produk pertanian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa SV IPB Sampaikan Pentingnya Konservasi Melalui Games Edukatif

Mahasiswa SV IPB Sampaikan Pentingnya Konservasi Melalui Games Edukatif

Your Say | Selasa, 23 Mei 2023 | 17:56 WIB

Hadapi Potensi Kekeringan, Dinpertan Purbalingga Siapkan Hal Ini untuk Para Petani

Hadapi Potensi Kekeringan, Dinpertan Purbalingga Siapkan Hal Ini untuk Para Petani

Purwokerto | Selasa, 23 Mei 2023 | 17:55 WIB

Tuntut Cabut Permenaker Nomor 5 Tahun 2023, Ratusan Buruh Gruduk Kemenaker

Tuntut Cabut Permenaker Nomor 5 Tahun 2023, Ratusan Buruh Gruduk Kemenaker

Foto | Selasa, 23 Mei 2023 | 17:25 WIB

KPK Gali Keterangan CEO RNR Group Soal Dana Gratifikasi Andhi Pramono

KPK Gali Keterangan CEO RNR Group Soal Dana Gratifikasi Andhi Pramono

News | Selasa, 23 Mei 2023 | 16:07 WIB

Hadapi Fenomena El Nino, Mentan Bentuk Gugus Tugas di Setiap Wilayah

Hadapi Fenomena El Nino, Mentan Bentuk Gugus Tugas di Setiap Wilayah

Bisnis | Senin, 22 Mei 2023 | 20:01 WIB

Vaksinasi Rabies Gratis Hewan Peliharaan di Tebet

Vaksinasi Rabies Gratis Hewan Peliharaan di Tebet

Foto | Senin, 22 Mei 2023 | 17:00 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×