Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kisah Marulitua Purba yang Terbantu Program JKN saat Terdiagnosa Penyakit Paru

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Senin, 19 Juni 2023 | 19:46 WIB
Kisah Marulitua Purba yang Terbantu Program JKN saat Terdiagnosa Penyakit Paru
Terdiagnosa Penyakit Paru, Marulitua Purba Sadari Pentingnya Kehadiran JKN. (Dok: BPJS Kesehatan)

Suara.com - Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali memberikan manfaat bagi pesertanya, salah satunya Marulitua Purba yang terdaftar sejak tahun 2021 sebagai peserta JKN kelas tiga.

Ia mengaku mendapatkan pelayanan yang sangat baik dalam mengakses layanan di fasilitas kesehatan termasuk sepanjang ia dirawat di rumah sakit, ia tidak pernah dikenakan iuran biaya serta layanan administrasinya sangat mudah. Bahkan kini cukup menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Marulitua sendiri diketahui pernah mengalami gangguan kesehatan terutama di bagian paru-paru, nyeri dan sesak di bagian dada membuatnya harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham Berastagi.

Pria yang sehari harinya berprofesi sebagai petani buah dan sayur di Desa Pematang Purba, Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara ini menjelaskan bahwa ia telah berobat rawat jalan sebelumnya di rumah sakit yang sama pada bulan April tahun 2023.

Saat itu ia berobat ke poli penyakit dalam karena mengalami sesak dibagian dada. Hasil diagnosa dokter pada saat itu mengarah ke efusi pleura.

"Semula saya mendapatkan rujukan rawat jalan dari Puskesmas Tigarunggu untuk diperiksa lebih lanjut di RS Efarina Etaham. Tidak butuh waktu lama berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ternyata diperlukan rawat inap agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif," ungkap Marulitua.

Pria ini mengungkapkan bahwa berdasarkan penjelasan dokter yang merawatnya efusi pleura adalah penumpukan cairan di rongga pleura. Rongga tersebut terletak di antara lapisan pleura yang membungkus paru-paru dengan lapisan yang menempel di dinding dalam rongga dada.

Kondisi ini terjadi akibat komplikasi penyakit gagal jantung atau bisa juga melalui hipertensi. Pada kondisi normal, ada sekitar 10 ml cairan di rongga pleura. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas agar paru-paru bergerak dengan lancar ketika bernapas.

"Pada kondisi saya ini cairan sudah menumpuk karena sudah terlalu banyak. Awalnya saya memang menderita hipertensi. Saya bersyukur ditangani dengan tepat. Dulu saya tidak pernah merasa mendaftarkan diri sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), akan tetapi ternyata fasilitas kesehatan di tempat saya berobat mendaftarkan saya menjadi peserta JKN. Mungkin mereka berempati kepada saya dan keluarga karena selama ini saya sudah berobat dengan biaya umum. Kurang lebih 20 juta rupiah sudah saya keluarkan untuk biaya berobat saya," ujar Marulitua.

baca juga

Menurut Marulitua, pengobatannya belum selesai sampai di sini. Berdasarkan keterangan dokter yang menangani ia harus menjalani pengobatan lebih lanjut terkait penegakan diagnosanya yang mengarah ke kanker paru. Karena keterbatasan alat medis, ia pun akan dirujuk ke RS Universitas Sumatera Utara di Kota Medan hari ini.

Sarmauli Saragih, istri dari Marulitua, mengatakan bahwa jika tidak ada Program JKN, tidak terbayang berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak keluarga untuk pengobatan paru suaminya tersebut. Terlebih saat ini Marulitua harus kembali menjalani perawatan karena kembali merasakan sesak pada bagian dada.

"Kami sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN karena telah menanggung seluruh biaya pengobatan ini. Kami baru membayar iuran sedikit namun sudah mendapatkan banyak pelayanan yang berbiaya tidak murah. Mungkin dengan menjual lahan sawah dan rumah tidak akan cukup untuk membayar biaya pelayanan kami," ujar wanita yang tinggal di Desa Pematang Purba, Kabupaten Simalungun ini.

"Dengan sistem gotong royong yang diterapkan dalam Program JKN, saya berharap semoga masyarakat di seluruh Indonesia sadar akan pentingnya terdaftar menjadi peserta JKN. Bagi yang sudah jadi peserta, jangan lupa untuk rutin membayar iuran agar tidak kesulitan jika sewaktu-waktu butuh berobat," katanya mengingatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jarang Diketahui, Begini 5 Manfaat Mengkonsumsi Buah Jeruk dengan Serabut Putihnya

Jarang Diketahui, Begini 5 Manfaat Mengkonsumsi Buah Jeruk dengan Serabut Putihnya

Purwokerto | Senin, 19 Juni 2023 | 17:27 WIB

Banyak Ditolak, RUU Kesehatan Omnibus Law Mulus Melenggang ke Paripurna

Banyak Ditolak, RUU Kesehatan Omnibus Law Mulus Melenggang ke Paripurna

Bisnis | Senin, 19 Juni 2023 | 17:16 WIB

Polusi Udara Jakarta Tertinggi, Begini Cara Memilih Air Purifier Berdasarkan Filter

Polusi Udara Jakarta Tertinggi, Begini Cara Memilih Air Purifier Berdasarkan Filter

Indotnesia | Senin, 19 Juni 2023 | 16:30 WIB

SIAP-SIAP! Aturan Omnibus Law Segera Disahkan Jadi UU Kesehatan

SIAP-SIAP! Aturan Omnibus Law Segera Disahkan Jadi UU Kesehatan

Deli | Senin, 19 Juni 2023 | 16:28 WIB

DPR Segera Sahkan RUU Kesehatan Di Rapat Paripurna Terdekat, Demokrat-PKS Menolak

DPR Segera Sahkan RUU Kesehatan Di Rapat Paripurna Terdekat, Demokrat-PKS Menolak

News | Senin, 19 Juni 2023 | 16:23 WIB

Waduh! Banyak Warga Garut Masih Derita Penyakit 'Budug', Kebersihan Masih Buruk

Waduh! Banyak Warga Garut Masih Derita Penyakit 'Budug', Kebersihan Masih Buruk

Garut | Senin, 19 Juni 2023 | 16:00 WIB

Terkini

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB