Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
Indef mengatkan impor baja China dengan harga lebih murah akan memaksa produsen baja dalam negeri melakukan PHK. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Indef mengatkan impor baja China dengan harga lebih murah akan memaksa produsen baja dalam negeri melakukan PHK.
  • Praktik dumping dan manipulasi kode HS menyebabkan penurunan kapasitas produksi serta penutupan pabrik, termasuk PT Krakatau Osaka Steel.
  • Pemerintah diminta mengambil langkah perlindungan, baik melalui pembatasan impor maupun pemberian subsidi kepada industri baja nasional agar tidak semakin terpuruk.

Suara.com - Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menyebut gelombang impor baja murah yang terus membanjiri pasar domestik bukan hanya menekan industri baja nasional, tetapi juga berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor manufaktur.

Ia menyebut masuknya baja impor murah, terutama dari China, telah membuat produsen dalam negeri kehilangan daya saing akibat tekanan harga yang sulit diimbangi.

“Banjir impor baja murah, terutama dari China, mengancam industri baja lokal dengan kerugian finansial, penurunan kapasitas produksi, hingga penutupan pabrik," kata Esther kepada Suara.com, Jumat (8/5/2026).

Menurut dia, tekanan tersebut sudah terlihat dari penutupan sejumlah fasilitas industri, termasuk PT Krakatau Osaka Steel, yang disebut menjadi salah satu contoh nyata beratnya tekanan akibat serbuan produk impor berharga murah.

Esther menjelaskan, produk impor dengan harga di bawah nilai wajar atau dumping membuat pasar domestik dibanjiri baja murah sehingga produsen lokal kehilangan pangsa pasar di negeri sendiri.

“Produk impor dengan harga jauh di bawah nilai wajar (dumping) menguasai pasar domestik, menggeser produk lokal," ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, banyak industri baja nasional terpaksa menurunkan kapasitas produksi karena stok menumpuk dan penjualan melemah. Jika berlangsung lama, situasi itu dapat berujung pada pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Penurunan produksi dan penutupan pabrik berujung pada pengurangan karyawan besar-besaran, berdampak pada ribuan pekerja," ucap Esther.

Selain ancaman terhadap lapangan kerja, Esther juga menyoroti adanya dugaan manipulasi kode Harmonized System (HS) yang kerap digunakan untuk menghindari tarif bea masuk. Praktik tersebut dinilai semakin memperburuk posisi industri lokal karena produk impor bisa masuk dengan biaya lebih rendah.

baca juga

Di sisi lain, Esther mengingatkan sebagian baja impor murah juga berisiko dari sisi kualitas karena tidak seluruhnya memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga dapat membahayakan proyek konstruksi dan infrastruktur.

Karena itu, Esther meminta pemerintah segera mengambil langkah perlindungan lebih konkret, baik melalui pembatasan impor maupun pemberian subsidi kepada industri baja nasional agar tidak semakin terpuruk.

“Harus lindungi industri baja dengan subsidi atau dengan kurangi impor," pungkas Esther.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang

Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:43 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Entertainment | Minggu, 20 September 2026 | 18:00 WIB

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:52 WIB

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:50 WIB

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:39 WIB

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:33 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 17:25 WIB

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:20 WIB

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:05 WIB

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 17:03 WIB

×