Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Pengamat Sebut Indonesia Paket Lengkap Buat Investor

Iwan Supriyatna

Senin, 11 September 2023 | 17:01 WIB
Pengamat Sebut Indonesia Paket Lengkap Buat Investor
Ilustrasi investor.

Suara.com - Kebijakan pemerintah lewat Kementerian Investasi untuk mempermudah persyaratan bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia patut diapresiasi, karena langkah tersebut mampu menarik investor datang berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, keunggulan lain yang dimiliki oleh Indonesia adalah menjadi satu-satunya negara ASEAN yang tergabung dalam keanggota G2, sekaligus menjadi negara ASEAN dengan market yang besar.

Namun, kebijakan yang bagus dan kelebihan pasar ini bukanlah satu-satunya faktor yang menjadi pertimbangan investor, tetapi ada faktor lain seperti keamanan hingga stabilitas politik.

"Faktor-faktor seperti kemudahan berbisnis, perizinan, stabilitas politik, kepastian kebijakan, prosedur yang efisien, dan keamanan juga menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi," kata Pengamat ekonomi dari Core Indonesia, Muhammad Faisal, Senin (11/9/2023).

Dikatakan Faisal, permintaan pemerintah lewat Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia agar para investor yang berinvestasi di Indonesia harus membangun pabrik di Indonesia adalah hal yang tepat, karena hal tersebut memiliki dampak positif dalam menciptakan lapangan kerja.

Ini adalah langkah positif untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda yang berpotensi besar.

"Namun, untuk memastikan kualitas tenaga kerja yang kompeten, pendidikan dan pelatihan yang sesuai perlu diperhatikan dengan serius. Anak-anak muda Indonesia harus dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan agar mereka dapat mengisi posisi-posisi strategis di berbagai sektor industri," ucapnya.

Menurut Faisal, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Bahlil dipastikan sudah dipahami, bahwa pentingnya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mendukung investasi yang berkelanjutan adalah langkah yang sangat penting dalam membangun ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

"Saya pikir Menteri Bahlil sudah paham dan selain para Investor membangun pabri di Indoneia, harusnya semakin banyak juga anak-anak muda kita yang bisa diserap menjadi tenaga kerja profesional," ungkapnya.

baca juga

Dijelaskan Faisal, selain membangun pabrik di Indonesia, para investor harus menyadari betul soal keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki peran sangat signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan sekitar 90 persen dari pelaku usaha di negara ini berasal dari sektor UMKM, tidak dapat diabaikan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

"Ini bukan hanya mencerminkan potensi besar untuk investasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan UMKM berkembang dan berkontribusi maksimal. Saya pikir ini adalah langkah penting dalam menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri," jelasnya.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Mereka memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan menguatkan daya saing negara. Namun, kita harus menjembatani kesenjangan antara UMKM dan investor asing agar potensi ini dapat benar-benar dimanfaatkan," tambahnya.

"Para investor perlu dipandu untuk memilih UMKM yang sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk dalam hal pasokan bahan baku, bahan setengah jadi, dan modal. Dengan menjembatani kesenjangan antara UMKM dan investor, kita dapat memaksimalkan potensi investasi yang ada," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa investor asing akan menyesal dan rugi jika tidak membangun pabrik manufaktur di Indonesia, sebab negeri ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang moncer.

Bahlil menilai, investasi di Indonesia adalah langkah tepat mengingat 43 persen dari total populasi Asia tenggara berada di Indonesia, atau sekitar 273,8 juta penduduk. Pemerintah juga sudah mempercepat perizinan berusaha di Indonesia melalui UU Cipta Kerja.

Selain itu, lanjut Bahlil, pertumbuhan negara kelas menengah ini tumbuh luar biasa, di mana produk domestik bruto (PDB) Indonesia sudah termasuk 15 terbesar di dunia. Indonesia juga merupakan negara anggota G20 satu-satunya dari Asia Tenggara.

"Posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sama dengan China, karena itu menurut saya alangkah ruginya kalau teman-teman yang melakukan proses industri tidak membangun manufakturnya di Indonesia," tegas dia saat peletakan batu pertama pabrik PepsiCo Indonesia, Rabu (30/8).

Dia memaparkan, kondisi perekonomian Indonesia jauh lebih baik daripada negara maju sekalipun, seperti Amerika Serikat dan Eropa, yakni tumbuh 5,17 persen pada kuartal II 2023 dengan laju inflasi di 3,5 persen pada Juni 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi dan Presiden Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekosistem Industri Kendaraan Listrik

Jokowi dan Presiden Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekosistem Industri Kendaraan Listrik

News | Jum'at, 08 September 2023 | 15:44 WIB

Negara ASEAN Belum Manfaatkan RCEP Untuk Tingkatkan Perdagangan

Negara ASEAN Belum Manfaatkan RCEP Untuk Tingkatkan Perdagangan

Bisnis | Kamis, 07 September 2023 | 20:29 WIB

BRI Danareksa Sekuritas Perkaya Wawasan Investor untuk Siap Berinvestasi di Tahun Politik

BRI Danareksa Sekuritas Perkaya Wawasan Investor untuk Siap Berinvestasi di Tahun Politik

Bisnis | Kamis, 07 September 2023 | 15:18 WIB

Terkini

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

×