Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pengamat Sebut Indonesia Paket Lengkap Buat Investor

Iwan Supriyatna

Senin, 11 September 2023 | 17:01 WIB
Pengamat Sebut Indonesia Paket Lengkap Buat Investor
Ilustrasi investor.

Suara.com - Kebijakan pemerintah lewat Kementerian Investasi untuk mempermudah persyaratan bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia patut diapresiasi, karena langkah tersebut mampu menarik investor datang berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, keunggulan lain yang dimiliki oleh Indonesia adalah menjadi satu-satunya negara ASEAN yang tergabung dalam keanggota G2, sekaligus menjadi negara ASEAN dengan market yang besar.

Namun, kebijakan yang bagus dan kelebihan pasar ini bukanlah satu-satunya faktor yang menjadi pertimbangan investor, tetapi ada faktor lain seperti keamanan hingga stabilitas politik.

"Faktor-faktor seperti kemudahan berbisnis, perizinan, stabilitas politik, kepastian kebijakan, prosedur yang efisien, dan keamanan juga menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi," kata Pengamat ekonomi dari Core Indonesia, Muhammad Faisal, Senin (11/9/2023).

Dikatakan Faisal, permintaan pemerintah lewat Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia agar para investor yang berinvestasi di Indonesia harus membangun pabrik di Indonesia adalah hal yang tepat, karena hal tersebut memiliki dampak positif dalam menciptakan lapangan kerja.

Ini adalah langkah positif untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda yang berpotensi besar.

"Namun, untuk memastikan kualitas tenaga kerja yang kompeten, pendidikan dan pelatihan yang sesuai perlu diperhatikan dengan serius. Anak-anak muda Indonesia harus dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan agar mereka dapat mengisi posisi-posisi strategis di berbagai sektor industri," ucapnya.

Menurut Faisal, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Bahlil dipastikan sudah dipahami, bahwa pentingnya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mendukung investasi yang berkelanjutan adalah langkah yang sangat penting dalam membangun ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

"Saya pikir Menteri Bahlil sudah paham dan selain para Investor membangun pabri di Indoneia, harusnya semakin banyak juga anak-anak muda kita yang bisa diserap menjadi tenaga kerja profesional," ungkapnya.

baca juga

Dijelaskan Faisal, selain membangun pabrik di Indonesia, para investor harus menyadari betul soal keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki peran sangat signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan sekitar 90 persen dari pelaku usaha di negara ini berasal dari sektor UMKM, tidak dapat diabaikan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

"Ini bukan hanya mencerminkan potensi besar untuk investasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan UMKM berkembang dan berkontribusi maksimal. Saya pikir ini adalah langkah penting dalam menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri," jelasnya.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Mereka memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan menguatkan daya saing negara. Namun, kita harus menjembatani kesenjangan antara UMKM dan investor asing agar potensi ini dapat benar-benar dimanfaatkan," tambahnya.

"Para investor perlu dipandu untuk memilih UMKM yang sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk dalam hal pasokan bahan baku, bahan setengah jadi, dan modal. Dengan menjembatani kesenjangan antara UMKM dan investor, kita dapat memaksimalkan potensi investasi yang ada," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa investor asing akan menyesal dan rugi jika tidak membangun pabrik manufaktur di Indonesia, sebab negeri ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang moncer.

Bahlil menilai, investasi di Indonesia adalah langkah tepat mengingat 43 persen dari total populasi Asia tenggara berada di Indonesia, atau sekitar 273,8 juta penduduk. Pemerintah juga sudah mempercepat perizinan berusaha di Indonesia melalui UU Cipta Kerja.

Selain itu, lanjut Bahlil, pertumbuhan negara kelas menengah ini tumbuh luar biasa, di mana produk domestik bruto (PDB) Indonesia sudah termasuk 15 terbesar di dunia. Indonesia juga merupakan negara anggota G20 satu-satunya dari Asia Tenggara.

"Posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia sama dengan China, karena itu menurut saya alangkah ruginya kalau teman-teman yang melakukan proses industri tidak membangun manufakturnya di Indonesia," tegas dia saat peletakan batu pertama pabrik PepsiCo Indonesia, Rabu (30/8).

Dia memaparkan, kondisi perekonomian Indonesia jauh lebih baik daripada negara maju sekalipun, seperti Amerika Serikat dan Eropa, yakni tumbuh 5,17 persen pada kuartal II 2023 dengan laju inflasi di 3,5 persen pada Juni 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi dan Presiden Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekosistem Industri Kendaraan Listrik

Jokowi dan Presiden Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekosistem Industri Kendaraan Listrik

News | Jum'at, 08 September 2023 | 15:44 WIB

Negara ASEAN Belum Manfaatkan RCEP Untuk Tingkatkan Perdagangan

Negara ASEAN Belum Manfaatkan RCEP Untuk Tingkatkan Perdagangan

Bisnis | Kamis, 07 September 2023 | 20:29 WIB

BRI Danareksa Sekuritas Perkaya Wawasan Investor untuk Siap Berinvestasi di Tahun Politik

BRI Danareksa Sekuritas Perkaya Wawasan Investor untuk Siap Berinvestasi di Tahun Politik

Bisnis | Kamis, 07 September 2023 | 15:18 WIB

Terkini

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:36 WIB

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:54 WIB

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:40 WIB

YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen

YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:11 WIB

Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara

Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 10:49 WIB

Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya

Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 10:12 WIB

Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24

Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 09:57 WIB

Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80

Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 09:22 WIB

IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan

IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 09:16 WIB