Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

4 Alasan Penambangan Kripto Butuh Listrik Besar, Segini Modalnya

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 22 September 2023 | 17:42 WIB
4 Alasan Penambangan Kripto Butuh Listrik Besar, Segini Modalnya
Ilustrasi uang kripto (Pixabay).

Suara.com - Geliat investasi kripto mulai menanjak kembali setelah sempat mengalami crypto winter. Kini, banyak orang mulai melirik kembali investasi kripto. Namun demikian, dalam penambangannya kripto masih membutuhkan listrik besar sehingga mempengaruhi modal investasi jenis ini yang tidak murah. Alasan penambangan kripto butuh listrik besar dipengaruhi oleh empat faktor utama. Berikut penjelasannya. 

Pengaruh Algoritma Konsensus Proof of Work (PoW) dalam Perangkat Kripto

Algoritma Konsesus PoW digunakan dalam penambangan kripto sebagai landasan apakah penambahan data bisa dilakukan selama proses penambangan. Analisis algoritma ini membutuhkan komputer canggih dengan daya yang besar. Dengan demikian, pemakaian listrik yang besar pun tidak bisa dihindari.

Agar penambangan berjalan maksimal, perangkat kripto yang digunakan pun mesti canggih, dengan durasi nyala yang panjang lantaran tidak ada prediksi kapan kripto bisa didapatkan kecuali penambang benar-benar fokus. 

Persaingan antar Penambang 

Penambangan kripto tidak mungkin dilakukan oleh satu atau dua orang. Kripto merupakan kompetisi untuk memecahkan blok penambangan dan menemukan mata uang baru. Karena ada banyak penambang yang bersaing, mereka sering meningkatkan kekuatan komputasi untuk meningkatkan peluang mereka untuk memenangkan hadiah. Ini berarti akan ada lebih banyak komputer dan lebih banyak daya listrik yang diperlukan untuk menunjang persaingan.

Penambangan Berskala Besar

Sama seperti membangun kerajaan bisnis, menambang kripto dengan skala besar-besaran akan membuat peluang memperoleh kripto menjadi lebih besar. Konsekuensinya, daya listrik yang dibutuhkan juga lebih besar karena sistem penambangan dan komputasi akan lebih kompleks. 

Perangkat yang Semakin Berkembang

Tidak bisa dipungkiri bahwa perangkat kripto akan selalu berkembang menjadi makin canggih dari waktu ke waktu. Kecanggihan ini tentu saja akan berpengaruh pada konsumsi daya listrik yang digunakan. Semakin canggih biasanya konsumsi listrik akan semakin besar. 

Dengan modal yang kompleks inilah tidak mengherankan jika kripto menjadi aset yang menjanjikan. Modalnya sebanding dengan hasil yang akan didapatkan. Bagi kamu yang tertarik dengan model investasi ini, cara menambang kripto sebenarnya mudah dipelajari. Namun, perlu diingat bahwa setiap jenis uang kripto memiliki keunikan cara penambangan. Sebagai contoh, menambang bitcoin tentu beda dengan kripto lainnya.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BTC/USD atau BTC/IDR, Lebih Untung Mana?

BTC/USD atau BTC/IDR, Lebih Untung Mana?

Bisnis | Jum'at, 22 September 2023 | 16:48 WIB

Proyek Kripto Worldcoin Menarik Masyarakat Dunia, Bagaimana Indonesia?

Proyek Kripto Worldcoin Menarik Masyarakat Dunia, Bagaimana Indonesia?

Press Release | Rabu, 20 September 2023 | 10:05 WIB

Belajar Autodidak, Pria di Depok Curi Listrik Demi Bikin Tambang Kripto

Belajar Autodidak, Pria di Depok Curi Listrik Demi Bikin Tambang Kripto

Jabar | Selasa, 19 September 2023 | 17:54 WIB

Ulang Tahun ke-5, Platform Perdagangan Kripto Ini Ungkap Inovasi dan Pencapaian di Tengah Tantangan Industri

Ulang Tahun ke-5, Platform Perdagangan Kripto Ini Ungkap Inovasi dan Pencapaian di Tengah Tantangan Industri

Press Release | Senin, 18 September 2023 | 14:55 WIB

Platform Pertukaran Aset Kripto NVX Jadi Pintu Gerbang Ekonomi Digital Baru

Platform Pertukaran Aset Kripto NVX Jadi Pintu Gerbang Ekonomi Digital Baru

Bisnis | Senin, 11 September 2023 | 17:45 WIB

ChatGPT Lakukan Analisis pada Kripto Potensial, Termasuk SOL dan LINK

ChatGPT Lakukan Analisis pada Kripto Potensial, Termasuk SOL dan LINK

Tekno | Jum'at, 08 September 2023 | 20:09 WIB

Terkini

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

IHSG Terus Terjun ke Zona Merah, Nyaris ke Level 6.900

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:07 WIB

TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas

TelkomGroup Dukung Menkomdigi, Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak Melalui PP Tunas

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:03 WIB

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi

Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:46 WIB

ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Kereta Api

ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Kereta Api

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Rencana 100 Gudang Pangan Disorot, Salah Lokasi Bisa Jadi Mubazir

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:12 WIB

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB