Negara Ini Untung Besar dari Perang Israel - Palestina, Bisnis Jualan Senjata Omzet Triliunan

M Nurhadi

Rabu, 11 Oktober 2023 | 12:43 WIB
Negara Ini Untung Besar dari Perang Israel - Palestina, Bisnis Jualan Senjata Omzet Triliunan
Serangan misil Israel di Jalur Gaza. (AFP)

Suara.com - Serangan Israel ke jalur Gaza, Palestina terus berlanjut. Serangan ini tidak akan berhasil tanpa bantuan negara penyuplai senjata dan alutsista Israel. Pasokan senjata yang mendukung militer Israel tersebut berperan dalam tewasnya ratusan warga jalur Gaza. 

"Sekitar 300 orang (korban), dua pertiganya adalah warga sipil yang tewas dalam serangan Israel di Gaza pada hari Senin. Itu adalah hari paling mematikan selama bertahun-tahun," demikian dikutip dari BBC pada Rabu, (11/10/2023). 

Negara pensuplai senjata ke Palestina adalah Amerika Serikat. Secara terang-terangan, Amerika serikat menegaskan jadi negara penyuplai senjata dan alutsista ke Israel. Melansir AFP, Gedung Putih menerangkan AS telah mengirimkan amunisi dan peralatan militer yang sangat dibutuhkan ke Israel. 

Sampai hari ini, militer AS masih meninjau apakah masih ada bantuan senjata tambahan yang bisa memperkuat Israel dalam perang melawan Hamas. Sikap ini sama seperti ketika Amerika juga secara jor-joran mengirimkan persenjataan untuk membantu Ukraina dalam perang melawan Rusia. 

Pada Minggu (2/7/2023) lalu, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkanakan membeli 25 unit jet tempur F-35 dari Amerika Serikat. Pembelian tersebut akan meningkatkan kapasitas alutsista (alat utama sistem senjata) jet tempur negara tersebut sebesar 50 persen.

Pembelian bernilai $3 miliar itu akan meningkatkan jumlah jet tempur F-35 yang saat ini dimiliki Israel dari 50 menjadi 75. Kesepakatan itu akan diselesaikan dalam beberapa bulan mendatang, ungkap pihak kementerian.

Ilustrasi Tank M1 Abrams (militarytoday.com)
Ilustrasi Tank M1 Abrams (militarytoday.com)

Dikutip dari CNN, AS terus memberikan bantuan kepada Israel sejak tahun 1999. Pada tahun 2020, AS memberikan bantuan sebesar US$3,8 miliar kepada Israel – bagian dari komitmen tahunan jangka panjang yang dibuat di bawah pemerintahan Obama. Hampir seluruh bantuan ini untuk bantuan militer.

Dukungan ini diberikan sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani oleh mantan presiden Barack Obama pada tahun 2016 untuk paket bantuan militer keseluruhan sebesar $38 miliar selama dekade 2017-2028.

Jumlah ini menunjukkan peningkatan sekitar 6% (disesuaikan dengan inflasi) dibandingkan komitmen belanja pada dekade sebelumnya.

baca juga

Menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Amerika Serikat (AS) memimpin dalam ekspor senjata global dengan pangsa sebesar 37,1% selama periode 2016-2020. Pendapatan negara dari nilai ekspor tersebut mencapai 51,9 miliar SIPRI TIV pada rentang waktu tersebut.

Tiongkok, sebagai pesaing utama AS, juga termasuk dalam lima eksportir senjata terbesar di dunia. Negara yang dipimpin oleh Xi Jinping ini memiliki andil sebesar 5,2% dalam ekspor senjata global. Tiongkok mencatatkan nilai ekspor senjata sekitar 7,2 miliar SIPRI TIV selama periode 2016-2020.

Kepulan asap membubung di atas gedung-gedung yang terkena serangan udara Israel di Kota Gaza, Palestina, Sabtu (7/10/2023). [MAHMUD HAMS / AFP]
Kepulan asap membubung di atas gedung-gedung yang terkena serangan udara Israel di Kota Gaza, Palestina, Sabtu (7/10/2023). [MAHMUD HAMS / AFP]

SIPRI menggunakan Trend Indicator Value (TIV) sebagai satuan harga dalam mengukur volume pengiriman senjata dan komponen. TIV didasarkan pada biaya produksi per unit dari kategori senjata inti, dan bertujuan untuk mencerminkan transfer sumber daya militer daripada nilai finansialnya.

Pada tahun 2021, dilaporkan bahwa AS melakukan pengiriman senjata ke 96 negara dan meningkatkan pangsa pasarnya secara global dalam lima tahun terakhir.

Israel juga mencatatkan peningkatan dalam ekspor senjata mereka, meskipun keduanya tergolong sebagai pemain dengan pangsa kecil dalam pasar ekspor senjata.

Pada tahun sebelumnya, menurut laporan dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri AS, negara tersebut berhasil menjual senjata senilai 175 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 2.485 triliun (dengan kurs Rp 14.200 per dolar AS), kepada mitra dan sekutu asing sepanjang tahun tersebut. Jumlah ini naik sekitar 2,8% dari tahun 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arctic Open 2023 Day 2: Dua Ganda Putra Indonesia Terjebak Perang Saudara

Arctic Open 2023 Day 2: Dua Ganda Putra Indonesia Terjebak Perang Saudara

Your Say | Rabu, 11 Oktober 2023 | 11:52 WIB

Indonesia Kembali Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Janji Perjuangkan Hak Palestina?

Indonesia Kembali Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Janji Perjuangkan Hak Palestina?

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2023 | 11:48 WIB

BKSAP Dorong Penyelesaian Konflik Palestina-Israel Secara Damai

BKSAP Dorong Penyelesaian Konflik Palestina-Israel Secara Damai

DPR | Rabu, 11 Oktober 2023 | 11:25 WIB

Israel Minta China Kecam Hamas, Respon Beijing Malah Dukung Palestina Merdeka

Israel Minta China Kecam Hamas, Respon Beijing Malah Dukung Palestina Merdeka

News | Rabu, 11 Oktober 2023 | 11:16 WIB

Tuntut Kemerdekaan Palestina, Seribu Massa FPI Geruduk Kedubes AS Siang Ini

Tuntut Kemerdekaan Palestina, Seribu Massa FPI Geruduk Kedubes AS Siang Ini

News | Rabu, 11 Oktober 2023 | 11:13 WIB

Punya Hutang Budi ke Palestina, Warga Indonesia Mengutuk Keras Serangan Israel

Punya Hutang Budi ke Palestina, Warga Indonesia Mengutuk Keras Serangan Israel

News | Rabu, 11 Oktober 2023 | 10:54 WIB

Terkini

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:19 WIB

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:14 WIB

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

Jogja | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:13 WIB

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Ahli UGM Sebut Ada Indikasi Pembiaran Pemerintah dalam Penanganan Banjir Sumatra

Ahli UGM Sebut Ada Indikasi Pembiaran Pemerintah dalam Penanganan Banjir Sumatra

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×