Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161

84% Pengusaha Muda Tertarik Usaha 'Hijau', Bisnis Bengkel Hingga Dealer EV Mulai Diminati

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 30 November 2023 | 11:51 WIB
84% Pengusaha Muda Tertarik Usaha 'Hijau', Bisnis Bengkel Hingga Dealer EV Mulai Diminati
Sejumlah warga menjajal kendaraan listrik [Suara.com/Ist]

Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mencatat bahwa tren wirausaha muda saat ini mengarah ke bisnis yang ramah lingkungan, termasuk dalam industri kendaraan bermotor listrik. Menurut Sekretaris Deputi Bidang UKM KemenKopUKM, Koko Haryono, sebanyak 84% wirausaha muda menunjukkan minat pada bisnis ramah lingkungan.

Selain itu, sekitar 58% dari mereka memulai bisnis dengan tujuan untuk memperbaiki lingkungan, dan sekitar 56% fokus pada produksi pakaian dan produk ramah lingkungan dengan rendah karbon dan sistem pengurangan limbah.

Koko Haryono menyebut, UMKM yang terlibat dalam bisnis ramah lingkungan, seperti pengembangan Electric Vehicle (EV), memiliki peluang bisnis menjanjikan. Peluang tersebut mencakup membuka dealer, bengkel, tempat pengisian daya baterai, dan sebagainya.

Kebijakan pengembangan industri dan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), kata dia, adalah program strategis, tidak hanya untuk mendorong perkembangan teknologi dan industri dalam negeri, tetapi juga sejalan dengan paradigma baru pembangunan ekonomi yang hijau dan berkelanjutan.

“Akselerasi pengembangan EV di Indonesia juga terus didorong Pemerintah. Sederet upaya juga telah dilakukan. Antara lain melalui penyusunan peta jalan pengembangan EV, pemberian berbagai insentif, hingga pengembangan ekosistem EV di Indonesia,” ungkapnya, dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com pada Kamis (30/11/2023).

Berdasarkan laporan International Renewable Energy Agency (IRENA) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah kendaraan listrik diproyeksi sebanyak 20 juta unit pada 2030 dan diperkirakan terus meningkat hingga 2050.

Hadir secara virtual, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi yang mengatakan, Pemerintah terus berupaya mengakselerasi terwujudnya emisi gas rumah kaca salah satunya melalui penggunaan kendaraan listrik.

Terutama dalam Inpres Nomor 7 Tahun 2022 juga disebutkan, bahwa penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan resmi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, agar semakin mendorong penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air.

“Indonesia, masih menjadi negara tujuan utama hilirisasi. Bahkan, Indonesia menjadi negara kedua produksi mobil terbesar di kawasan Asia Tenggara setelah Thailand. Diharapkan, hal tersebut memberikan kontribusi terhadap target kendaraan listrik,” kata dia.

Sampai September 2023 berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah terdaftar sebanyak 66.978 unit sepeda motor listrik dan sebanyak 29 bengkel konversi.

“Tentu angka ini masih jauh dari target Pemerintah untuk konversi motor listrik di tahun 2023 sebanyak 50 ribu unit saja masih cukup berat untuk direalisasikan,” katanya.

Sementara itu, Budi Setiyadi, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, Kementerian ESDM sedang mengkaji revisi aturan terkait bantuan pemerintah dalam Program Konversi Sepeda Motor dari Penggerak Motor Bakar menjadi Sepeda Motor Listrik. Kementerian tersebut juga sedang menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bantuan Pemerintah dalam Program Konversi Sepeda Motor Listrik.

Rencananya, insentif untuk kendaraan sepeda motor listrik yang awalnya sebesar Rp7 juta akan ditingkatkan menjadi Rp10 juta. Namun, belum ada kepastian kapan perubahan ini akan berlaku.

Budi menyebutkan bahwa terdapat 52 merek sepeda motor berdasarkan data Kemenhub, dengan 42 merek sedang mengajukan. Dari jumlah tersebut, 38 merek telah bergabung dalam Aismoli. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa masih ada hambatan dalam mengimplementasikan penggunaan kendaraan motor listrik, seperti belum meratanya keberadaan dealer di seluruh daerah.

Budi menekankan pentingnya dukungan dari Agen Pemegang Merek (APM) yang sudah memenuhi TKDN 40 persen, untuk melakukan penetrasi pasar dengan cepat dan menjalin kerjasama bisnis (B2B) untuk membuka dealer di berbagai daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menelisik Biang Kerok Aturan Kendaraan Listrik yang Kurang Bergairah

Menelisik Biang Kerok Aturan Kendaraan Listrik yang Kurang Bergairah

Bisnis | Kamis, 30 November 2023 | 10:32 WIB

Diler Perusahaan Otomotif Menjerit, Mobil Listrik Sepi Peminat

Diler Perusahaan Otomotif Menjerit, Mobil Listrik Sepi Peminat

Otomotif | Rabu, 29 November 2023 | 20:55 WIB

Perusahaan Asal Australia Goda Elon Musk Investasi Pabrik Baterai di Indonesia

Perusahaan Asal Australia Goda Elon Musk Investasi Pabrik Baterai di Indonesia

Otomotif | Rabu, 29 November 2023 | 16:10 WIB

Indonesia Miliki 26 Perusahaan Kendaraan Roda Empat, Daya Serap Mencapai 1,5 Juta Naker

Indonesia Miliki 26 Perusahaan Kendaraan Roda Empat, Daya Serap Mencapai 1,5 Juta Naker

Otomotif | Selasa, 28 November 2023 | 21:14 WIB

Mulai Dirakit Lokal Tahun Depan, Harga Mobil Listrik Neta Bisa Lebih Murah?

Mulai Dirakit Lokal Tahun Depan, Harga Mobil Listrik Neta Bisa Lebih Murah?

Otomotif | Selasa, 28 November 2023 | 14:32 WIB

Nissan Gelontorkan Investasi Rp 21,7 Triliun Demi Kembangkan Juke Versi Listrik

Nissan Gelontorkan Investasi Rp 21,7 Triliun Demi Kembangkan Juke Versi Listrik

Otomotif | Senin, 27 November 2023 | 20:10 WIB

Terkini

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 12:03 WIB

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:56 WIB

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:24 WIB

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 11:09 WIB

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:57 WIB

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:27 WIB

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:08 WIB

Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari

Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:52 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Antam Turun Drastis, Kembali Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Harga Emas Antam Turun Drastis, Kembali Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:41 WIB