Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 09 April 2026 | 11:24 WIB
Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan harga plastik meningkat akibat gangguan pasokan bahan baku nafta karena konflik Timur Tengah.
  • Pemerintah menanggapi kendala tersebut dengan mendiversifikasi sumber pasokan nafta, mengoptimalkan LPG, serta meningkatkan pemanfaatan plastik hasil daur ulang.
  • Meskipun terjadi penyesuaian harga produksi, pemerintah menjamin ketersediaan stok plastik di pasar tetap aman hingga Maret 2026.

Suara.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengakui harga plastik mengalami kenaikan seiring tekanan global. Kenaikan harga tersebut dipicu gangguan pasokan bahan baku utama industri petrokimia akibat konflik geopolitik.

“Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah telah memicu koreksi suplai pada sektor-sektor industri yang bergantung pada nafta sebagai bahan baku utama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, plastik sebagai produk turunan petrokimia berbasis minyak bumi ikut terdampak akibat terganggunya distribusi global.

“Mengingat plastik merupakan produk turunan dari proses petrokimia yang berbasis minyak bumi, gangguan pada jalur distribusi dan produksi di global memang memberikan tekanan pada struktur biaya di tingkat hulu,” kata Agus.

Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, pemerintah bersama pelaku industri mulai melakukan diversifikasi pasokan bahan baku.

“Mencari sumber alternatif adalah industri sedang aktif menjajaki pasokan nafta dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah untuk mengurangi ketergantungan wilayah,” ujarnya.

ilustrasi plastik (freepik)
ilustrasi plastik (freepik)

Selain itu, penggunaan LPG juga mulai dioptimalkan sebagai bahan baku penyangga dalam proses produksi.

“Penggunaan LPG dioptimalkan sebagai bahan baku penyangga (buffer) dalam proses produksi guna menutupi celah kekurangan pasokan nafta,” ucapnya.

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan bahan baku dari plastik daur ulang untuk menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri.

baca juga

“Pemerintah mendorong peningkatan penggunaan plastik hasil daur ulang (recycled plastic) berkualitas tinggi sebagai substitusi pasokan untuk menjaga stabilitas stok di pasar,” kata Agus.

Di tengah isu keterbatasan stok, pemerintah memastikan kondisi pasokan masih aman. Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), sektor kemasan pada Maret 2026 masih menunjukkan ekspansi tinggi.

“Dari data IKI, Industri kemasan pada bulan Maret 2026 kondisinya masih ekspansi sangat tinggi, sehingga stok produk plastik masih cukup karena subsektor industrinya berkinerja tinggi,” ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah mengakui adanya penyesuaian harga di tingkat produksi.

“Memang terjadi koreksi harga di tingkat produksi akibat kenaikan biaya bahan baku global,” kata Agus.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat dan pelaku industri tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang di pasar.

“Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, karena produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi kekosongan stok dengan mengoptimalkan berbagai kanal pasokan alternatif,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:22 WIB

Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal

Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:52 WIB

Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah

Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:26 WIB

Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi

Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:21 WIB

Harga BBM Bakal Naik, Bahlil: Presiden Masih Pikirkan Rakyat Kecil!

Harga BBM Bakal Naik, Bahlil: Presiden Masih Pikirkan Rakyat Kecil!

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:45 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Terkini

Pramono Anung Persilakan Murid Korban Kekerasan dan Pelecehan Guru di SMKN 27 Jakarta Lapor Polisi

Pramono Anung Persilakan Murid Korban Kekerasan dan Pelecehan Guru di SMKN 27 Jakarta Lapor Polisi

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Jebakan Urgensi Palsu di Balik Notifikasi: Saatnya Merebut Kembali Kendali atas Waktumu

Jebakan Urgensi Palsu di Balik Notifikasi: Saatnya Merebut Kembali Kendali atas Waktumu

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029

Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Kemitraan IsDB 2026-2030 Buka Jalan bagi Profesional Indonesia Berkarier di Level Internasional

Kemitraan IsDB 2026-2030 Buka Jalan bagi Profesional Indonesia Berkarier di Level Internasional

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Skechers vs New Balance untuk Jalan Kaki Harian, Mana yang Lebih Awet? Ini 4 Seri Paling Empuk

Skechers vs New Balance untuk Jalan Kaki Harian, Mana yang Lebih Awet? Ini 4 Seri Paling Empuk

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Lewat Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Dorong Homestay Lokal Naik Kelas

Lewat Grand Prix of Indonesia 2026, Pertamina Dorong Homestay Lokal Naik Kelas

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Beda Sikap PKB vs Golkar soal Ijazah Gibran, Bak Langit dan Bumi

Beda Sikap PKB vs Golkar soal Ijazah Gibran, Bak Langit dan Bumi

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:32 WIB

Veronica Tan Dorong 20 Ribu Kebun Pangan Perempuan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Veronica Tan Dorong 20 Ribu Kebun Pangan Perempuan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Sepeda Lipat Terbaik 2026 untuk Kendaraan Harian

10 Sepeda Lipat Terbaik 2026 untuk Kendaraan Harian

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:22 WIB

Sumba Weaving Museum, Upaya Menghubungkan Tradisi Tenun dengan Generasi Muda

Sumba Weaving Museum, Upaya Menghubungkan Tradisi Tenun dengan Generasi Muda

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×