Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Asing Ramal Ekonomi 2024 Bakal Gelap Gulita, Tunggakkan Kartu Kredit Meningkat

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 22 Desember 2023 | 15:09 WIB
Asing Ramal Ekonomi 2024 Bakal Gelap Gulita, Tunggakkan Kartu Kredit Meningkat
Ilustrasi. Kondisi perekonomian global pada tahun 2024 diramal bakal tak secerah seperti tahun ini. Kondisi ekonomi diperkirakan memasuki awan gelap dan mengakibatkan pertumbuhan melambat.

Suara.com - Kondisi perekonomian global pada tahun 2024 diramal bakal tak secerah seperti tahun ini. Kondisi ekonomi diperkirakan memasuki awan gelap dan mengakibatkan pertumbuhan yang melambat.

Itulah laporan dari Schroders Indonesia terkait Outlook 2024 pada sektor makroekonomi, yang dikutip Suara.com Jumat (22/12/2023).

"Melihat ke depan ke tahun 2024, kami yakin bahwa perlambatan ekonomi yang tertunda akhirnya akan terjadi," tulis laporan tersebut.

Lembaga asing tersebut melihat bahwa tingkat suku bunga yang tinggi di AS pada akhirnya akan berdampak pada konsumsi yang lebih lambat dan inflasi yang lebih rendah, kecuali jika ada kejutan pada harga energi.

Selain itu suku bunga yang dikenakan pada kartu kredit telah meningkat menjadi 21,2%, KPR berjangka waktu 30 tahun menjadi sebesar 7,22%, dan pembiayaan kendaraan bermotor baru menjadi sebesar 8,3%. Tunggakan kartu kredit mulai meningkat, bersamaan dengan menurunnya tingkat tabungan pribadi.

"Kami juga telah melihat tanda-tanda awal penurunan penambahan lapangan kerja dan tingkat pengangguran yang meningkat menjadi 3,9%, di atas proyeksi ekonomi Federal Reserve dari laporan SEP (Summary of Economic Projections). Ketika perlambatan lebih lanjut dikonfirmasi dan inflasi kembali mendekati target 2%, pada akhirnya Fed akan dapat menurunkan suku bunga," lanjut laporan tersebut.

Setelah pertemuan Federal Reserve di bulan December, Fed dot plot mengindikasikan 75bps pemangkasan sedangkat pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga yang lebih aggresif yaitu sebesar 150bps pada di tahun 2024. Apabila data-data mengarah pada perlambatan ekonomi yang lebih dalam, maka ada kemungkinan Fed akan menurunkan suku bunga lebih aggresif lagi.

"Sementara itu, kami tidak menutup kemungkinan adanya pemulihan berbentuk "V" di China pada tahun 2024. Namun, harapan pasar terhadap ekonomi telah mencapai titik terendah dan kita mungkin melihat beberapa sentimen positif di China setelah dua tahun pertumbuhan yang lemah," kata laporan itu.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Rekomendasi Film China Liu Haocun, Pernah Akting Bareng Jackie Chan

4 Rekomendasi Film China Liu Haocun, Pernah Akting Bareng Jackie Chan

Your Say | Kamis, 21 Desember 2023 | 20:49 WIB

Huawei Segera IPO Tahun Depan, Tak Gentar Diblokir AS

Huawei Segera IPO Tahun Depan, Tak Gentar Diblokir AS

Tekno | Kamis, 21 Desember 2023 | 19:05 WIB

Sinopsis Derailment, Drama China Baru Bertema Dunia Paralel

Sinopsis Derailment, Drama China Baru Bertema Dunia Paralel

Your Say | Kamis, 21 Desember 2023 | 17:39 WIB

Terkini

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

×