Kurs Rupiah Langsung Ngegas Setelah Prabowo-Gibran Menang Pilpres

Achmad Fauzi

Kamis, 21 Maret 2024 | 10:58 WIB
Kurs Rupiah Langsung Ngegas Setelah Prabowo-Gibran Menang Pilpres
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap langsung ngegas menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis pagi. Hal ini, setelah adanya hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), di mana pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang pilpres.

Seperti dikutip dari Antara, pada awal perdagangan, rupiah dibuka naik 55 poin atau 0,35 persen menjadi Rp15.668 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.723 per dolar AS.

"Dari sisi dalam negeri, besar kaitannya dengan hasil akhir KPU yang memenangkan pasangan Prabowo-Gibran," ujar analis Finex Brahmantya Himawan yang dikutip, Kamis (21/3/2024).

Menurut dia, pasar berekspektasi Presiden dan Wakil Presiden RI yang terpilih dalam Pemilu RI 2024 akan meneruskan kebijakan pro-pertumbuhan ekonomi dan berkelanjutan dari Presiden RI Joko Widodo.

Hal tersebut mendasari sentimen positif bagi rupiah ke depan.

Selanjutnya, pelantikan pasangan calon terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI dijadwalkan pada 20 Oktober 2024. Sementara, pada 1 Oktober 2024, diagendakan pelantikan calon terpilih anggota DPR RI dan DPD RI.

Selain hasil pilpres, rupiah menguat didorong dari keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed menahan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) di kisaran 5,25 - 5,55 persen.

Keputusan The Fed tersebut bernada dovish karena The Fed memperkuat ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan FFR dapat diturunkan tiga kali pada 2024.

Hal tersebut akan memberikan sentimen pada bank sentral lainnya di seluruh dunia mengenai potensi akan penurunan ini, salah satunya Indonesia yang akan berdampak pada sentimen pesimis dolar AS selanjutnya dapat menguatkan rupiah atas dolar AS.

baca juga

Selain suku bunga The Fed, keluarnya bank sentral Jepang atau Bank of Japan dari suku bunga negatif sangat optimistis bagi Indonesia karena Jepang merupakan mitra dagang Indonesia.

Brahmantya memperkirakan rupiah memiliki batas harga atas di Rp15.700 per dolar AS dan batas harga bawah pada angka Rp 15.570 per dolar AS pada Kamis ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Investasi Bisa Langsung Ngegas?

Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Investasi Bisa Langsung Ngegas?

Bisnis | Kamis, 21 Maret 2024 | 09:23 WIB

Undang Banyak Pihak Sekali Rapat,  Benarkah Anggaran Sidang Isbat Habiskan Miliaran Rupiah?

Undang Banyak Pihak Sekali Rapat, Benarkah Anggaran Sidang Isbat Habiskan Miliaran Rupiah?

Bisnis | Senin, 11 Maret 2024 | 14:26 WIB

Gegara Indeks Manufaktur AS Bagus, Rupiah Langsung Anjlok pada Pagi Ini

Gegara Indeks Manufaktur AS Bagus, Rupiah Langsung Anjlok pada Pagi Ini

Bisnis | Senin, 04 Maret 2024 | 10:47 WIB

Terkini

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

Gibran Dinyatakan Tak Penuhi Syarat Pilpres, Denny Indrayana Gerilya Dekati Parpol Senayan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

Ogah Disodori Laporan Manis, Pramono Anung Mau Sambangi dan Gelar Rapat di 44 Kecamatan Jakarta

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×