Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.186,363
LQ45 618,857
Srikehati 301,720
JII 368,583
USD/IDR 18.073

Pesanan Ekspor Lesu, Industri Alas Kaki Nasional Masuk Zona Kontraksi

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:19 WIB
Pesanan Ekspor Lesu, Industri Alas Kaki Nasional Masuk Zona Kontraksi
Ilustrasi kerajinan kulit. (DocPribadi/AillaSalsabilla)
baca 10 detik
  • Kementerian Perindustrian menyatakan industri kulit dan alas kaki mengalami kontraksi pada Juli 2026 akibat penurunan ekspor.
  • Penurunan pesanan luar negeri disebabkan oleh perlambatan perdagangan global serta kehati-hatian konsumen di negara tujuan ekspor.
  • Meskipun sektor ekspor tertekan, pasar domestik tetap tumbuh dan utilisasi industri secara keseluruhan masih terjaga dengan baik.

Suara.com - Industri kulit dan alas kaki menjadi satu-satunya subsektor manufaktur yang mengalami kontraksi pada Juli 2026. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut, pelemahan tersebut dipicu turunnya permintaan dari pasar ekspor, bukan karena lesunya pasar domestik.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki (ITKAK) Kementerian Perindustrian, Rizki Aditya Wijaya, mengatakan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) subsektor kulit, barang dari kulit, dan alas kaki berada di level 48,18, atau di bawah ambang batas ekspansi.

"Kontraksi ini tidak serta-merta menunjukkan melemahnya struktur industri alas kaki nasional. Melainkan terjadi sejalan dengan adanya tekanan terutama pada perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada ekspor," kata Rizki kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, perusahaan alas kaki yang berorientasi ekspor mencatat tingkat kontraksi yang lebih dalam, yakni 42,22, sedangkan produsen yang menyasar pasar domestik masih berada pada fase ekspansi.

Berdasarkan komponen pembentuk IKI, indeks pesanan baru tercatat sebesar 48,35, indeks produksi 49,39, sedangkan indeks persediaan berada di angka 45,91. 

Kondisi tersebut menunjukkan produsen tengah menghadapi penurunan pesanan yang berdampak pada penyesuaian volume produksi.

Ilustrasi buruh pabrik alas kaki (Dok. Istimewa)
Ilustrasi buruh pabrik alas kaki (Dok. Istimewa)

Menurut Rizki, tekanan terhadap industri alas kaki nasional tidak terlepas dari perlambatan perdagangan global.

Mengacu pada data World Footwear, nilai ekspor negara-negara produsen alas kaki utama dunia pada triwulan I 2026 turun 12,3 persen, sedangkan volumenya menyusut 3,2 persen.

Sementara itu, ekspor alas kaki Indonesia juga mengalami penurunan sekitar 10 persen. Di sisi lain, impor alas kaki oleh negara tujuan utama ekspor Indonesia tercatat turun hingga 18 persen.

baca juga

"Kondisi tersebut menunjukkan konsumen di negara-negara tujuan ekspor masih berhati-hati dalam melakukan pembelian," ujar Rizki.

Ia menambahkan, seluruh perusahaan eksportir yang menjadi responden survei menyampaikan penurunan pesanan berasal dari pasar luar negeri. 

Faktor yang paling banyak disebut antara lain melemahnya kondisi ekonomi negara mitra dagang, penurunan harga jual ekspor, serta perubahan kebijakan perdagangan di negara tujuan.

Meski menghadapi tekanan ekspor, Rizki memastikan kondisi industri alas kaki nasional secara keseluruhan masih terjaga. 

Tingkat utilisasi sektor tersebut masih berada di kisaran 78 persen, sementara permintaan dari pasar domestik tetap menunjukkan pertumbuhan.

"Perlu kami sampaikan bahwa faktor-faktor pasar ekspor inilah yang memengaruhi penurunan IKI di sektor kulit dan alas kaki," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah

Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 07:35 WIB

Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup

Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 19:41 WIB

Permintaan Alat Berat Tinggi, Emiten HEXA Raih Untung dari Program Pemerintah

Permintaan Alat Berat Tinggi, Emiten HEXA Raih Untung dari Program Pemerintah

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 17:19 WIB

Permintaan Meledak, China Borong 8 Kontainer Kopi Premium Indonesia

Permintaan Meledak, China Borong 8 Kontainer Kopi Premium Indonesia

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 13:46 WIB

APBN Defisit, Purbaya Sepakat Barantin dan Bea Cukai Barengan Awasi Ekspor-Impor

APBN Defisit, Purbaya Sepakat Barantin dan Bea Cukai Barengan Awasi Ekspor-Impor

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 09:52 WIB

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:22 WIB

Terkini

Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri

Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri

Jawa Tengah | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:15 WIB

Standar Tinggi untuk Dosen: Sudah Siapkah Sistem Kita di Lapangan?

Standar Tinggi untuk Dosen: Sudah Siapkah Sistem Kita di Lapangan?

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:15 WIB

2 Maskara Dazzle Me Wudhu Friendly, Mudah Dihapus Tapi Anti Luntur Cuma Rp30 Ribuan

2 Maskara Dazzle Me Wudhu Friendly, Mudah Dihapus Tapi Anti Luntur Cuma Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:15 WIB

Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Kasus Dugaan Penipuan, Modus Proyek Fiktif

Sekdis Labuhanbatu Ditangkap Kasus Dugaan Penipuan, Modus Proyek Fiktif

Sumut | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:14 WIB

Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual

Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:13 WIB

Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:13 WIB

Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH

Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH

Jabar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:11 WIB

Sampah Bandung Disulap Jadi Hidrogen, Pertamina Siapkan Model Energi Masa Depan Indonesia

Sampah Bandung Disulap Jadi Hidrogen, Pertamina Siapkan Model Energi Masa Depan Indonesia

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:08 WIB

Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi

Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:07 WIB

Rupiah Menguat Meski Tertahan di Level Rp18.000, Terkuat Kedua di Asia Tenggara

Rupiah Menguat Meski Tertahan di Level Rp18.000, Terkuat Kedua di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:05 WIB

×