Dukung Pengembangan Ekonomi Nasional, Kopdit CU Lete Konda NTT Mendapat Dana dari LPDB-KUMKM

Fabiola Febrinastri

Selasa, 30 April 2024 | 11:58 WIB
Dukung Pengembangan Ekonomi Nasional, Kopdit CU Lete Konda NTT Mendapat Dana dari LPDB-KUMKM
Koperasi Kredit Credit Union (CU) Lete Konda di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok: LPDB)

Suara.com - Koperasi menjadi wadah dari anggota untuk menciptakan dan mendapatkan hasilnya, serta mendorong demokrasi dalam pengambilan Keputusan. Koperasi juga harus memastikan pemerataan manfaat ekonomi, sehingga menjadi model bisnis yang berakar pada prinsip solidaritas, kerja sama, dan tanggung jawab sosial.

Selain untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, koperasi juga berperan dalam memperkukuh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.

Dalam hal ini, koperasi berfungsi membangun dan mengembangkan potensi ekonomi dan sosial masyarakat pada umumnya dan mendorong kemampuan kesejahteraan ekonomi anggota pada khususnya.

Demikian juga yang dijalankan oleh Koperasi Kredit Credit Union (CU) Lete Konda di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Koperasi yang beralamat di Jalan Raya Katewel Desa Lete Konda, Kecamatan Loura Sumba Barat Daya, NTT ini berdiri pada tahun 2010 dan hingga Maret 2024 telah memiliki total anggota sebanyak 1.045 orang.

Manajer Kopdit CU Lete Konda, Kristina Tamo Ina mengatakan, koperasi terus berupaya mewujudkan dan mengembangkan ekonomi nasional berdasar pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Pada tahun 2021, koperasi membutuhkan perkuatan modal usaha dan memperoleh informasi dari rekan-rekan Gerakan Koperasi Kredit yang berada di wilayah Kupang, NTT.

“Saat itu, Kementerian Koperasi dan UKM melalui satuan kerjanya Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengadakan sosialisasi di wilayah Timor Kupang, dan Kopdit CU Lete Konda mendapatkan undangan dari Dinas Koperasi dan UKM untuk menghadiri acara tersebut. Melalui sosialisasi LPDB-KUMKM, koperasi mengetahui mengenai pinjaman murah untuk koperasi yang sumber dananya dari APBN,” jelas Kristina.

Informasi mengenai dana pinjaman bertarif rendah untuk koperasi, lanjut Kristina, mendorong Kopdit CU Lete Konda untuk mengajukan pinjaman kepada LPDB-KUMKM guna menambah modal kerja, yang kemudian dana tersebut disalurkan kepada anggota.

Setelah mendapat guliran dana LPDB-KUMKM, Kopdit CU Lete Konda menjadi lebih eksis dan dikenal di wilayahnya, apalagi setelah mengetahui bahwa koperasi memiliki ketersediaan dana pinjaman yang berasal dari LPDB-KUMKM dengan menawarkan suku bunga rendah kepada anggota.

“Di sisi lain, dalam upaya meningkatkan produktivitas usaha dan mencegah terjadinya gagal bayar dari anggota, Kopdit CU Lete Konda memiliki strategi tersendiri, yakni membatasi pemberian pinjaman kepada anggota yang tidak memiliki pendapatan dan usaha tetap. Langkah ini merupakan bagian dari prinsip kehati-hatian (prudent) dengan mengawasi dan membenahi kredit-kredit yang disalurkan kepada anggota,” tutur Kristina.

baca juga
Salah satu aktivitas di Koperasi Kredit Credit Union (CU) Lete Konda di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok: LPDB)
Salah satu aktivitas di Koperasi Kredit Credit Union (CU) Lete Konda di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok: LPDB)

Ia menyebut, selain suntikan pinjaman dari LPDB-KUMKM, terdapat pula upaya pembinaan, pendidikan, dan peningkatan usaha koperasi dari pihak-pihak terkait seperti, Gerakan Koperasi Kredit Indonesia, Asuransi Pandai, Inkopdit Jakarta, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Melalui kerja sama dengan LPDB-KUMKM dan sinergi dengan banyak pihak, harapannya dapat terus mendapat perhatian melalui perkuatan modal usaha, khususnya untuk pengembangan dan kemajuan Kopdit CU Lete Konda. Selain itu, koperasi juga berharap memperoleh perkuatan modal usaha kembali dengan aturan atau syarat yang lebih ringan guna pemberdayaan koperasi, dan anggotanya yaitu UMKM. Upaya ini bertujuan untuk menanggulangi tingginya angka kemiskinan, pengangguran, dan untuk pengembangan ekonomi nasional,” harap Kristina.

Senada dengan Kopdit CU Lete Konda, Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo menyampaikan, LPDB-KUMKM terus menjaga kualitas pembiayaan kepada koperasi-koperasi di Indonesia. Imbauan untuk bergabung dengan koperasi merupakan langkah strategis dalam mendapatkan perkuatan permodalan dan pembiayaan yang mudah, murah, dan ramah dari LPDB-KUMKM.

“Saya mengajak seluruh insan koperasi untuk memanfaatkan dan mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM. Koperasi yang memiliki peran sentral dalam menjembatani UMKM untuk mendapat perkuatan permodalan melalui pinjaman atau pembiayaan yang disediakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah melalui LPDB-KUMKM,” kata Supomo.

Tahun ini, sambung Supomo, LPDB-KUMKM memfokuskan penyaluran dana bergulir ke sektor riil. Hal ini menjadi salah satu strategi LPDB-KUMKM dalam mencapai target penyaluran di tahun 2024 sebesar Rp1,85 triliun, dengan menetapkan alokasi sebesar 60 persen untuk pinjaman konvensional dan 40 persen untuk pembiayaan syariah. Dari total target penyaluran tersebut, sektor riil menjadi fokus utama dengan alokasi dana sebesar Rp600 miliar.

“Dengan fokus penyaluran ke sektor riil atau produktif, LPDB-KUMKM mendukung penuh program pemerintah, khususnya program ketahanan pangan dan pengendalian inflasi dari bahan pangan. Melalui ekosistem yang terintegrasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, maka program ketahanan pangan melalui koperasi dapat terus dibangun dan diduplikasi ke berbagai daerah dengan komoditas unggulan yang berbeda-beda,” pungkas Supomo.

Ia berharap, melalui modal usaha yang disalurkan LPDB-KUMKM, dapat memperkuat sektor ekonomi riil di Indonesia. LPDB-KUMKM juga berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM melalui penyaluran dana bergulir kepada koperasi, di samping program pendampingan kepada koperasi melalui Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM. Program ini diharapkan mampu menjaga integritas dan kualitas layanan kepada para pelaku UMKM melalui wadah usaha koperasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koperasi Jasa KORPRI Kota Ternate Akui LPDB-KUMKM Merupakan Mitra Terbaik Bagi Koperasi

Koperasi Jasa KORPRI Kota Ternate Akui LPDB-KUMKM Merupakan Mitra Terbaik Bagi Koperasi

Bisnis | Kamis, 25 April 2024 | 11:21 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, LPDB-KUMKM Dorong Koperasi Binaan Mengakses Dana Bergulir

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, LPDB-KUMKM Dorong Koperasi Binaan Mengakses Dana Bergulir

Bisnis | Rabu, 24 April 2024 | 10:38 WIB

Sandiaga Uno Sebut 2 Faktor Ini Jadi Kunci Ekonomi Nasional

Sandiaga Uno Sebut 2 Faktor Ini Jadi Kunci Ekonomi Nasional

Bisnis | Minggu, 21 April 2024 | 20:08 WIB

Dirut LPDB-KUMKM Gelar Halal Bihalal dengan Karyawan di Hari Pertama Kerja

Dirut LPDB-KUMKM Gelar Halal Bihalal dengan Karyawan di Hari Pertama Kerja

Bisnis | Selasa, 16 April 2024 | 18:03 WIB

LPDB-KUMKM Berkomitmen Salurkan Dana Bergulir Tahun 2024 Sebesar Rp 1,85 Triliun, Sektor Riil Jadi Fokus

LPDB-KUMKM Berkomitmen Salurkan Dana Bergulir Tahun 2024 Sebesar Rp 1,85 Triliun, Sektor Riil Jadi Fokus

Bisnis | Selasa, 02 April 2024 | 20:47 WIB

Bermitra Sejak 2009, KSP Lombok Sejati NTB Tumbuh Tangguh Bersama LPDB-KUMKM

Bermitra Sejak 2009, KSP Lombok Sejati NTB Tumbuh Tangguh Bersama LPDB-KUMKM

Bisnis | Kamis, 28 Maret 2024 | 11:17 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×