RWA Potensial, Jadi Salah Satu Aset dengan Narasi Positif Untuk Investasi

Yohanes Endra

Jum'at, 07 Juni 2024 | 11:11 WIB
RWA Potensial, Jadi Salah Satu Aset dengan Narasi Positif Untuk Investasi
CEO Indodax, Oscar Darmawan. (Dok. Indodax)

Suara.com - Token Real Word Assets (RWA) diproyeksikan menjadi narasi baru yang akan mendominasi dunia kripto di masa depan berkat keunggulan teknologi smart contract blockchain dan adopsi yang semakin luas.

Pasar token RWA diperkirakan bisa mencapai nilai US$16 triliun pada tahun 2030. Angka ini mencerminkan potensi besar dari token RWA yang merupakan token khusus yang merepresentasikan aset nyata di dunia fisik seperti emas, saham, rumah, dan aset lainnya. Token ini dibuat melalui proses tokenisasi menggunakan smart contract di blockchain dan dapat ditransaksikan layaknya token berbasis blockchain lainnya.

Oscar Darmawan, CEO INDODAX menyatakan, “Token RWA memungkinkan aset fisik untuk diubah menjadi aset digital yang bisa diperdagangkan di blockchain. Contoh aset dunia nyata yang bisa di-tokenisasi antara lain rumah, mobil, perhiasan, logam mulia, dan saham.

Proses ini mirip dengan konsep saham yang dibuat dalam bentuk digital dan diperjualbelikan di bursa, tetapi dengan token RWA, perdagangan dilakukan di jaringan blockchain.”

“Selain itu, token RWA dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman atau menghasilkan dividen seperti halnya saham. Misalnya, sertifikat tanah yang di tokenisasi bisa digadaikan untuk pinjaman, atau token tersebut dapat memberikan pendapatan pasif kepada pemiliknya,” tambah Oscar.

Namun, ada beberapa tantangan dalam mengadopsi token RWA. Masalah hukum dan peraturan, terutama pada transaksi lintas negara, serta masalah kepercayaan antara penyedia jasa dan pengguna masih menjadi kendala utama. Selain itu, perubahan mindset dan adopsi teknologi oleh pemilik aset dunia nyata juga menjadi tantangan tersendiri.

Meskipun demikian, token RWA memiliki potensi besar untuk melaju dengan momentum yang kuat. RWA bisa jadi akan menjadi gainer terbesar di bull market mendatang, karena banyaknya uang dari aset dunia nyata yang akan mengalir ke pasar kripto.

Tapi perlu diingat, naik turun token akan mengikuti basis aset fisiknya, atau skema bagi hasilnya. Sehingga tidak seperti Bitcoin yang naik turunnya harga sesuai dengan supply dan demand. Di Indonesia sendiri ada token asli RWA sejak 2019, bernama lyfe.

Oscar Darmawan, CEO INDODAX, menyatakan, "Token RWA membuka peluang investasi baru yang sebelumnya tidak terjangkau oleh banyak orang. Dengan tokenisasi aset dunia nyata, kita dapat melihat likuiditas yang lebih tinggi dan manajemen aset yang lebih efisien. INDODAX mendukung inovasi ini dan siap menjadi bagian dari masa depan transaksi digital."

baca juga

Salah satu proyek kripto yang sudah mengusung tokenisasi RWA, yakni Ondo. Seperti diketahui, Ondo Finance adalah proyek Coinbase yang membawa solusi keuangan unik dengan mengkombinasikan aspek keuangan tradisional (TradFi) dengan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Proyek ini menggabungkan aset dunia nyata atau real-world asset (RWA) dengan teknologi blockchain. Tujuannya, menawarkan produk keuangan dan layanan berkualitas institusi bagi siapapun.

Oscar Darmawan menambahkan bahwa INDODAX menyediakan token Ondo di platform exchange miliknya untuk diperdagangkan. Di INDODAX sejak awal Januari 2024 ONDO menempati posisi 7 volume terbesar dengan nilai Rp1,493 T, bahkan sejak bulan Mei pun, ONDO menempati posisi 9 volume terbesar dengan nilai Rp242,59 M. Beberapa trader dan investor bisa bertransaksi dengan mudah setelah melakukan riset mandiri (DYOR) dan mempertimbangkan untuk membeli dan menjual aset RWA terkait finance ini.

Selain itu, untuk mengedukasi masyarakat, INDODAX juga menyediakan berita yang selalu diperbarui secara aktual untuk memberikan informasi terkini mengenai token, koin, dan berbagai berita lainnya terkait dunia kripto.

“Kami berkomitmen sebagai sumber informasi tepercaya bagi para pengguna kami. Selalu pantau platform media sosial kami, kunjungi website resmi INDODAX, dan manfaatkan INDODAX Academy secara gratis sebagai sarana untuk belajar bersama. INDODAX Academy menawarkan berbagai materi edukatif mulai dari dasar-dasar kripto hingga analisis pasar yang mendalam, semuanya dirancang untuk membantu pengguna memahami dan memanfaatkan potensi penuh dari investasi kripto,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Investor Kripto Indonesia Diprediksi Makin Besar Pada Tahun 2023

Jumlah Investor Kripto Indonesia Diprediksi Makin Besar Pada Tahun 2023

Bisnis | Jum'at, 30 Desember 2022 | 09:48 WIB

Tren Harga Bitcoin Tahun 2023, CEO Indodax Minta Investor Bersiap Potensi Halving

Tren Harga Bitcoin Tahun 2023, CEO Indodax Minta Investor Bersiap Potensi Halving

Bisnis | Jum'at, 30 Desember 2022 | 09:00 WIB

CEO Indodax: Tahun 2022 Aset Kripto Alami Winter Panjang

CEO Indodax: Tahun 2022 Aset Kripto Alami Winter Panjang

Tekno | Sabtu, 24 Desember 2022 | 22:27 WIB

Ketiban Durian Runtuh, William Sutanto Temukan Ethereum Rp 9,8 Miliar di Email Lama

Ketiban Durian Runtuh, William Sutanto Temukan Ethereum Rp 9,8 Miliar di Email Lama

Bisnis | Rabu, 23 November 2022 | 16:38 WIB

Bursa Kripto Singapura Terdampak Kebangkrutan FTX, Indonesia Menyusul?

Bursa Kripto Singapura Terdampak Kebangkrutan FTX, Indonesia Menyusul?

Bisnis | Selasa, 15 November 2022 | 18:53 WIB

Terkini

Tiba di Ruang Komisi III DPR, Komjen Suyudi Jalani Fit And Proper Test Calon Kapolri

Tiba di Ruang Komisi III DPR, Komjen Suyudi Jalani Fit And Proper Test Calon Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Komjen Suyudi Jadi Calon Kapolri Pengganti Listyo, DPR Langsung Gelar Fit And Proper Test

Komjen Suyudi Jadi Calon Kapolri Pengganti Listyo, DPR Langsung Gelar Fit And Proper Test

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:20 WIB

'Mata Elang' Thomas Dooley Tandai Kevin Diks dan Ole Romeny Jelang Timnas Indonesia Vs Bangladesh

'Mata Elang' Thomas Dooley Tandai Kevin Diks dan Ole Romeny Jelang Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Egy Maulana Vikri Main Saat Timnas Indonesia Lawan Bangladesh? Ini Kata John Herdman

Egy Maulana Vikri Main Saat Timnas Indonesia Lawan Bangladesh? Ini Kata John Herdman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah

Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah

Batam | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Laporkan Jusuf Hamka ke Polisi

Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Laporkan Jusuf Hamka ke Polisi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Solo Date: Saat Jalan-Jalan Sendiri Berubah Jadi Bentuk Perawatan Diri

Solo Date: Saat Jalan-Jalan Sendiri Berubah Jadi Bentuk Perawatan Diri

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:58 WIB

×