Bursa Kripto Singapura Terdampak Kebangkrutan FTX, Indonesia Menyusul?

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 15 November 2022 | 18:53 WIB
Bursa Kripto Singapura Terdampak Kebangkrutan FTX, Indonesia Menyusul?
FTX

Suara.com - Bursa kripto Singapura, Crypto.com mulai terdampak kebangkrutan FTX usai sebagian besar investor mereka menarik dana secara bersamaan pada awal pekan ini.

Menanggapi aksi massal ini, CEO Crypto.com, Kris Marszalek akan memberi keterangan resmi terkait isu kebangkrutan perusahaan.

Saat ini, sejumlah investor masih mempertanyakan status penarikan token ethereum dari Crypto.com yang membuat mereka meragukan kredibilitas dari platform tersebut.

Marszalek mengklaim, penarikan token ethereum sebesar US$400 juta atau Rp6,2 triliun sepenuhnya sebagai tindakan yang tidak sengaja.

CEO FTX Sam Bankman Fried
CEO FTX Sam Bankman Fried

Meski demikian, keterangan tersebut sama sekali tidak menangkan pasar dan malah semakin membuat iinvestor mereka kecewa.

Untuk diketahui, Crypto.com merupakan satu dari sepuluh bursa kripto dengan omzet terbesar menurut CNA. Sejak adanya kesepatakan senilai US$700 juta terkait lisensi nama Staples Center dan menjadi Crypto.com. 

Sementara, perjalanan FTX kini dipastikan berakhir usai perusahaan tersebut mengajukan kebangkrutan ppasca penarikan massal penggunanya pada awal bulan ini. Bursa kripto ini tak lagi tertolong usai Binance memutuskan mundur dari upaya penyelamatan dengan akusisi serta investasi.

Lantas, apakah kebangkrutan FTX akan berdampak terhadap pasar kripto di Indonesia?

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, kebangkrutan FTX harus jadi pelajaran agar industri kripto, khususnya di Indonesia untuk lebih transparan.

Baca Juga: Pasca Keruntuhan FTX, Pakar: Industri Kripto Akan Alami Krisis Lebih Lama

"Likuiditas kami lebih dari 100% baik dari kripto maupun rupiah. Sebagai pelaku industri saya juga berharap tidak ada exchange di Indonesia yang jatuh karena penyalahgunaan aset nasabah ini" jelas Oscar dalam keterangannya, Selasa (15/11/2022).

"Audit yang dimaksud ialah audit exchange secara keseluruhan. Audit yang dilakukan oleh auditor yang paham cara blockchain berjalan jadi bukan sekadar pencatatan rupiah. Kita perlu melakukan penyamaan inventory kripto dan rupiah yang ada di orderbook dan saldo nasabah. Bukan hanya sekedar proof of reserve yang tidak berarti banyak namun juga proof of liability (yaitu jumlah total deposit member yang tercatat di dalam exchange)," sambung dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI