Dusun Bondan Cilacap Majukan UMKM dengan E-Mas Bayu dan E-Mba Mina, Apakah Itu?

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 26 Juni 2024 | 15:09 WIB
Dusun Bondan Cilacap Majukan UMKM dengan E-Mas Bayu dan E-Mba Mina, Apakah Itu?
Pembangkit listrik hibrida (PLTH) dari Program Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin (E-mas Bayu) PT Pertamina Kilang Internasional (KPI) di Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah [ANTARA/HO-PT KPI].

Suara.com - Kesulitan warga di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Cilacap, Jawa Tengah mengakses listrik membuat Pertamina menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa prototipe Hybrid Energy One Pole (HEOP).

Dikutip dari kantor berita Antara, pembuatan HEOP atau pembangkit hybrid ini menjadi bagian dari pengembangan Program Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin (E-Mas Bayu) yang diinisiasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).

Bantuan program CSR itu berupa prototipe HEOP yang mengonversikan energi surya dan angin menjadi listrik.

Untuk menghadirkan E-Mas Bayu, Pertamina berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Cilacap (PNC) mengembangkan energi listrik tenaga hibrida (PLTH) berdaya 6.000 Watt Peak (WP). Perantinya adalah lima kincir angin dan 12 panel surya.

"Tujuannya agar masyarakat di Dusun Bondan, Cilacap, dan sekitarnya bisa mendapatkan energi untuk penerangan kehidupan mereka," jelas Edward Manaor Siahaan, Manager CSR dan Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) PT KPI.

Ia menambahkan bahwa program E-Mas Bayu ini adalah komitmen Pertamina untuk mengembangkan energi bersih berwawasan lingkungan.

Selain itu, Pertamina juga memberikan bantuan panel surya untuk 14 titik yang letaknya jauh dari lokasi HEOP.

Kekinian, Dusun Bondan mulai terang walau pun listrik belum dapat digunakan untuk alat elektronik.

Untuk mendukung keberadaan dan keberlanjutan PLTH, dibentuk kelompok pengelola PLTH. Mereka mendapatkan pelatihan untuk pengelolaan dan pemeliharaan PLTH.

baca juga

Kapasitas listrik yang dibangun mampu menambah luaran atau output menjadi 12.000 WP dan diresmikan pengoperasiannya pada akhir 2020.

Penggunaan energi terbarukan itu berhasil mengurangi emisi hingga 7,51 ton karbon dioksida atau C02 equivalen per tahun.

Listrik dialirkan ke rumah 37 Kepala Keluarga (KK) yang mencakup 242 orang,masing-masing 500 Watt, masjid, sekolah, serta dua rumah produksi.

Mohamad Jamaludin, tokoh pemuda Dusun Bondan sekaligus Local Hero Program E-Mas Bayu mengatakan, Dusun Bondan yang termasuk dalam wilayah administrasi Desa Ujungalang masuk kategori desa tertinggal.

Untuk menjangkau wilayah ini harus menggunakan perahu compreng atau kapal kecil dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Dermaga Sleko, yang lokasinya tidak jauh dari Nusakambangan, Cilacap.

Sebelum ada PLTH, warga umumnya menggunakan pelita minyak tanah untuk penerangan. Sebagian warga ada yang menarik kabel dari kelurahan lain untuk mengalirkan listrik dengan jarak hingga 5 km.

"Dengan adanya PLTH pengeluaran warga untuk keperluan penerangan berkurang drastis. Dari semula rata-rata Rp 75.000 - Rp 100.000 per Kepala Keluara (KK) menjadi Rp 25.000. Saat ini, 100 persen anak usia pelajar yang sebelumnya tidak bisa belajar di malam hari, sudah bisa leluasa belajar di malam hari karena sudah diterangi cahaya lampu," tukas Mohamad Jamaludin.

PLTH juga memberikan beragam manfaat bagi masyarakat. Selain menghasilkan penerangan, listrik dimanfaatkan untuk mengoperasikan aerator tambak kelompok nelayan melalui Program Energi Mandiri Tambak Ikan (E-Mba Mina) yang diinisiasi Pertamina.

Ketersediaan listrik juga mempermudah warga Dusun Bondan mendapatkan air bersih setelah Pertamina menginisiasi Sistem Desalinasi Air Berbasis Masyarakat (Sidesimas) untuk mengubah air payau menjadi air tawar sehingga dapat dikonsumsi warga.

Rata-rata sehari diproduksi 2.000L air tawar yang bisa dimanfaatkan 78 KK serta satu rumah produksi UMKM pesisir.

Mohamad Jamaludin mengatakan bahwa warga yang memanfaatkan air dari fasilitas Sidesimas hanya dibebani iuran Rp 1.500 per jeriken isi 30L sebagai biaya perawatan.

Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membeli atau mencari air bersih ke Nusakambangan yang membutuhkan biaya Rp 200.000 untuk operasional perahu atau membeli air sekitar Rp 3.000 - Rp 5.000 per jeriken.

Keberadaan Program E-Mas Bayu juga mendorong lahirnya kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ibu Mandiri dan Ibu Mekar Jaya.

Mereka mengolah sebagian hasil tambak menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Pendapatan anggota Kelompok Ibu Mandiri yang awalnya Rp 1 juta meningkat menjadi Rp 2 juta.

Mohamad Jamaludin dan tokoh masyarakat berinisiatif mendirikan koperasi yang mengkoordinasikan bisnis listrik, perikanan, makanan olahan dari UMKM, dan lain-lain.

"Koperasi menjadi induk kegiatan dan sentra bisnis masyarakat Bondan," jelas Mohamad Jamaludin, yang ditunjuk menjadi ketua koperasinya.

Koperasi yang kini sudah memiliki aset ratusan juta rupiah ini menyediakan kapal cepat yang selalu siaga untuk berbagai keperluan warga. Terutama mengantar yang sakit atau mau melahirkan ke fasilitas kesehatan terdekat di kecamatan.

"Dengan perahu cepat fasilitas kesehatan terdekat bisa ditempuh dalam 30 menit atau paling lambat 45 menit. Perahu cepat ini gratis. Koperasi menyediakan BBM termasuk pengemudi," tutup Mohamad Jamaludin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PNM - Kementerian UMKM Luncurkan Program Laksmi, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Usaha Mikro Perempuan

PNM - Kementerian UMKM Luncurkan Program Laksmi, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Usaha Mikro Perempuan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 17:00 WIB

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:00 WIB

Ternyata, 64 Persen Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan

Ternyata, 64 Persen Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:02 WIB

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:32 WIB

UMKM Perempuan Mulai Berbenah, Buka Toko Online hingga Siapkan Strategi Pemasaran Digital

UMKM Perempuan Mulai Berbenah, Buka Toko Online hingga Siapkan Strategi Pemasaran Digital

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:22 WIB

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:58 WIB

Bikin Produk UMKM Makin 'Naik Kelas', Percetakan Digital Kini Makin Fleksibel

Bikin Produk UMKM Makin 'Naik Kelas', Percetakan Digital Kini Makin Fleksibel

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 21:10 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Bos-bos Kecil di Negeri Besar: Potret Gagal Negara Membuka Lapangan Kerja

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Terkini

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

×